Cerita Bunda Trauma Usai Keguguran, Tak Dapat Bantuan Medis Dan Diminta Simpan Janin Di Kulkas

Jun 22, 2026 06:50 PM - 2 jam yang lalu 88

Jakarta -

Kisah pilu seorang Bunda mengalami keguguran baru-baru ini dibagikan ke publik. Bunda berjulukan Sheree Chanelle Wakeford-Knight ini mengalami keguguran di kehamilan keempatnya, namun tidak mendapatkan support medis segera setelah memanggil ambulans.

Dilansir laman My London, Sheree pertama kali mengetahui kehamilan keempatnya pada Februari 2026. Pada awal April, dia mulai mengalami perdarahan selama kehamilannya.

Sheree lampau memutuskan untuk menghubungi unit kehamilan dini, namun diberitahu bahwa unit tersebut tutup lantaran libur. Ia pun disarankan untuk menunggu hingga janji jumpa yang dijadwalkan pada tanggal 8 April di Royal London Hospital.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Perdarahan yang dialami Sheree terus berlanjut. Pada 8 April, dia lantas pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan USG. Sheree menyatakan bahwa seorang perawat mengatakan kepadanya bahwa tidak ada tanda-tanda masalah dan bayinya tampak sehat.

"Mereka tidak menemukan bukti penyebab perdarahan saya. Dia bilang bayi saya baik-baik saja, bernapas, dan tampak sehat," katanya.

Dua hari kemudian, Sheree mengatakan dia menelepon kembali rumah sakit untuk memberi tahu bahwa perdarahannya semakin parah. Dia diberitahu bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan disuruh menunggu hingga pemeriksaan USG 12 minggu pada tanggal 29 April.

Namun pada tanggal 13 April, keadaan memburuk, dan Sheree mulai merasa tidak lezat badan. "Saya sedang berebahan berbareng putra bungsu saya, dan saya merasakan sakit yang sangat hebat," ungkapnya.

"Saya sadar dan pingsan bergantian, dan saya nyaris tidak bisa berjalan. Saat itu saya mengalami perdarahan hebat, sampai-sampai dua handuk besar, kain lap, dan tisu dapur basah. Darah saya ada di mana-mana."

Sheree dan pasangannya menyatakan telah menelepon ambulans sebanyak tiga kali dan menghubungi nomor darurat beberapa kali, tetapi mengatakan tidak ada support yang datang. Pada pukul 3.30 pagi, Sheree mengalami keguguran di usia kehamilan sekitar dua bulan melahirkan bayinya di rumah.

Diminta untuk menyimpan janinnya di kulkas

Saat itu, Sheree tak hanya kesulitan mendapatkan support medis. Perempuan asal Inggris ini juga menyatakan bahwa petugas jasa menyuruhnya untuk menempatkan janin di kulkas, sampai dia bisa membawanya ke rumah sakit.

Pasangan itu diberitahu bahwa rumah sakit tidak mempunyai tempat untuk menyimpan janin hingga 22 April. Sheree lantas menuruti saran dari petugas dan menyimpan janinnya di kulkas. Namun, keputusan itu rupanya meninggalkan trauma yang mendalam bagi Sheree, Bunda.

"Ketika kami pergi membawa bayi saya ke rumah sakit, saya membuka lemari es dan mencium aroma busuk. Sejak saat itu, saya mencium aroma itu setiap kali saya membuka kulkas," kata Sheree.

"Sekeras apa pun saya membersihkan, setiap kali membukanya, saya mencium aroma bayi yang membusuk. Saya tidak pernah sama lagi sejak hari itu, saya trauma," sambungnya.

Pada tanggal 22 April, Sheree pergi ke rumah sakit dan membawa bayi mereka, yang telah ditempatkan di dalam kotak di kulkas. Di rumah sakit, Sheree menjalani pemindaian dan tes kehamilan, yang mengkonfirmasi bahwa dia mengalami keguguran.

"Saya menangis tersedu-sedu saat menyerahkan kotak itu kepada perawat. Berapa banyak ibu dan ayah yang kudu mengalami perihal yang sama? Saya tidak mau orang tua lain mencium aroma yang saya hirup," katanya.

"Kami bisa memandang lengan dan kaki mini bayi kami. Terlepas dari berapa usia kehamilan, semestinya saya tidak perlu mengalami perihal itu."

Klarifikasi pihak NHS terkait kasus keguguran

Melansir dari The Sun, Sheree secara spesifik mengungkap kekecewaannya pada NHS (National Health Service) alias jasa kesehatan di Inggris mengenai penanganan kegugurannya. Ia kecewa lantaran support tak kunjung datang, Bunda.

"Kami sudah menelepon rumah sakit berkali-kali, kami juga menelepon ambulans, tetapi tidak ada yang mau membantu. Kami trauma, NHS tidak mau membantu kami saat kami membutuhkannya," ujar Sheree.

Pihak NHS Trust menyampaikan ucapan duka atas kejadian yang menimpa Sheree. Mereka lantas mendorong pihak-pihak yang merasa dirugikan untuk menghubungi jasa konsultasi dan mengajukan pengaduan resmi untuk diselidiki.

Pihak NHS Trust juga menjelaskan bahwa semua pasien yang mengalami keguguran memang ditawari janji jumpa untuk membawa jaringan kehamilan mereka untuk diperiksa kapan pun pasien merasa siap. Menurut mereka, perihal itu adalah standar di seluruh NHS. Pasien disarankan untuk menyimpan jaringan ke dalam wadah bersih dan menjauhkannya dari sumber panas.

Terlepas dari patokan tersebut, Department of Health and Social Care (DHSC) menerbitkan makalah kebijakan pada Juli 2023 yang menyoroti 'kurangnya rasa empati dan support secara total' mengenai penanganan janin yang meninggal di dalam NHS.

Laporan tersebut memberikan beberapa rekomendasi tentang gimana NHS dapat berkomunikasi dengan lebih baik mengenai langkah menangani situasi tersebut secara lebih sensitif, misalnya menyarankan langkah untuk menjaga agar jenazah tetap dingin di luar lemari es, alias menyediakan perlengkapan perawatan kepada para ibu, sehingga mereka tidak perlu menggunakan wadah makanan plastik alias peralatan dapur lainnya.

Demikian buletin mengenai kisah Bunda yang mengalami keguguran namun tidak mendapatkan support medis dan disarankan untuk menyimpan janinnya dalam kulkas.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya