Akhir-akhir ini banyak pemberitaan di media sosial yang semakin menunjukkan darurat empati. Orang-orang mulai seenaknya berbicara dan berkelakuan tanpa memikirkan akibat ke depannya terhadap orang lain maupun diri sendiri.
Apa sih itu empati? Empati adalah keahlian untuk peka terhadap emosi dan emosi orang lain, apalagi ketika orang tersebut tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ketidakmampuan untuk menunjukkan empati dapat menandakan kurangnya rasa kepedulian.
Orang yang nirempati dalam situasi apa pun dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya kepribadian. Ciri kepribadian tertentu dapat menyulitkan seseorang untuk berempati terhadap emosi dan kebutuhan orang lain.
Berikut ini empat karakter kepribadian orang yang umumnya kurang mempunyai rasa empati terhadap orang lain, merujuk YourTango dan Psych Central.
1. Cenderung Suka Menghakimi
Kepribadian orang yang nirempati/Foto: Pexels.com/Kaboompic.com
Orang nirempati suka berlebihan dalam menghakimi dan mengkritik, hanya lantaran orang lain mengungkapkan emosi dalam situasi tertentu. Tak hanya itu, mereka juga condong menyalahkan orang tersebut atas apa yang dialami.
Kalimat jagoan yang sering dilontarkan oleh orang yang nirempati adalah “Salahmu sendiri. Kalau saja Anda tidak melakukan perihal itu, Anda tidak bakal berada dalam masalah sekarang.” Alih-alih memberikan ruang yang kondusif dan tenang, mereka justru memperkeruh suasana.
2. Egois
Kepribadian orang yang nirempati/Foto: Pexels.com/Polina Zimmerman
Yes, sifat egois adalah salah satu karakter kepribadian paling umum yang ditemukan pada orang-orang yang tidak memahami makna empati. Orang egois tidak memedulikan siapa pun selain dirinya sendiri.
Mereka tidak hanya tidak bisa berempati, tetapi apalagi tidak tertarik untuk mencoba bersikap empatik sama sekali. Orang nirempati bisa tega mengorbankan kesejahteraan orang lain demi kepuasan dirinya.
| Baca Juga : 3 Kalimat yang Bikin Obrolan Jadi Canggung, Biasanya Dihindari Orang Bijaksana! |
3. Punya Perasaan Insecure
Kepribadian orang yang nirempati/Foto: Pexels.com/Mikhail Nilov
Terkadang, orang yang tidak memahami makna empati adalah mereka yang pada dasarnya tidak mempunyai rasa kondusif (insecure). Orang yang insecure cenderung susah untuk terhubung dengan emosi orang lain. Kok bisa? Itu lantaran mereka tidak percaya bakal jati dirinya sendiri.
Orang yang merasa tidak kondusif dengan dirinya sendiri sering bergulat dengan masalah nilai diri dan keraguan bakal validitas emosinya. Akibatnya, nyaris mustahil bagi mereka untuk memahami dan turut merasakan emosi orang lain.
4. Kebiasaan Mengalihkan Pembicaraan ke Diri Sendiri
Kepribadian orang yang nirempati/Foto: Pexels.com/Jonathan Borba
Suka mendominasi percakapan bisa menjadi tanda orang yang nirempati. Mereka merasa perlu membuktikan bahwa apa pun yang sedang musuh bicara alami, pengalamannya jauh lebih dahsyat alias justru jauh lebih parah.
Mereka terus-menerus berupaya mengungguli orang lain. Hal ini bisa menjadi pengalaman jelek yang membikin musuh bicara frustrasi dan menciptakan emosi seolah tidak dianggap penting.
Itu dia empat kepribadian orang yang diam-diam mempunyai empati yang rendah. Empati bukan bawaan lahir. Kemampuan ini bisa dilatih dan diasah jika Beauties punya kemauan untuk terus belajar memahami orang lain. Jadilah manusia yang berempati agar hidup lebih bermakna!
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
| Pilihan Redaksi
|