Jakarta -
Cuaca panas yang terik bisa memicu masalah kesehatan serius, seperti kelelahan hingga kekurangan cairan alias dehidrasi. Dalam beberapa waktu terakhir, sebagian daerah Indonesia juga dilanda kondisi suhu panas yang terik, Bunda.
Menanggapi kejadian ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa suhu udara di Jabodetabek memang mengalami peningkatan signifikan. Prakirawan Cuaca BMKG, Rira Damanik, menuturkan bahwa suhu maksimum terpantau mencapai 35 hingga 36 derajat Celsius, terutama di daerah Jakarta Utara dan sekitarnya.
"Dalam beberapa hari terakhir, kondisi cuaca cerah mendominasi sejak pagi hingga siang hari, sehingga suhu terasa cukup terik," ujar Rira kepada detikcom Senin (27/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut dia menjelaskan, kondisi panas dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya adalah posisi semu mentari yang berada di sekitar khatulistiwa, sehingga intensitas penyinaran mentari di daerah Indonesia sedang berada pada titik maksimum.
Selain itu, minimnya tutupan awan turut memperparah kondisi. Langit yang condong cerah membikin radiasi mentari langsung mencapai permukaan bumi tanpa hambatan.
Faktor lain adalah kekuasaan angin timuran yang berasal dari Australia. Angin ini berkarakter kering dan menghalang pembentukan awan, khususnya di daerah selatan ekuator, termasuk Jabodetabek.
Penyakit akibat cuaca panas
Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, cuaca panas yang ekstrem dapat meningkatkan beberapa penyakit tertentu. Berikut di antaranya:
- Dehidrasi, heatstroke dan iritasi kulit yang ditandai dengan kelelahan, kulit kering serta warna air kencing yang keruh.
- Sakit Kepala Sebelah (Migrain) akibat terpapar panas mentari ataupun terpapar polusi yang berlebihan.
- Panas dalam akibat kondisi cuaca yang panas dan diperparah dengan asupan makanan yang kurang tepat, seperti gorengan alias makanan pedas.
- Demam tinggi akibat paparan sinar matahari, sehingga menyebabkan suhu tubuh meningkat. Apabila tidak mendapatkan penanganan, bakal rawan dan merusak otak serta organ-organ vital di dalam tubuh.
Gejala yang perlu diwaspadai
Adapun beberapa indikasi akibat cuaca panas yang perlu Bunda waspadai agar segera memberikan penanganan yang tepat. Berikut di antaranya:
- Keringat berlebih
- Kulit terasa panas dan kering
- Rasa berdebar alias jantung terasa berdebar lebih cepat
- Kulit terlihat pucat
- Kram pada kaki maupun abdomen
- Mual, muntah, pusing
- Urine yang sedikit dan berwarna kuning pekat
9 Tips menjaga kesehatan tubuh agar tidak tumbang dan tubuh tetap fit
Di tengah cuaca panas yang ekstrem, Bunda tetap bisa menjalani kegiatan dengan menjaga kesehatan tubuh. Berikut beberapa langkah pencegahan dari Kemenkes RI yang dapat dilakukan agar tubuh tidak tumbang dan tetap fit sepanjang hari:
- Cegah dehidrasi dengan minum air yang banyak. Jangan menunggu haus
- Hindari minuman berkafein, minuman berenergi, alkohol, dan minuman manis
- Hindari kontak dengan sinar mentari secara langsung, gunakan topi alias payung
- Memakai baju yang berbahan ringan dan longgar
- Hindari menggunakan baju berwarna gelap agar tidak menyerap panas
- Sebisa mungkin berlindung di antara jam 11 pagi – 3 siang
- Jangan meninggalkan siapapun di dalam kendaraan dalam kondisi parkir baik dengan jendela terbuka maupun tertutup
- Gunakan sunscreen minimal 30 SPF pada kulit yang tidak tertutup oleh baju sebelum keluar rumah
- Sediakan botol semprot air yang dingin di dalam kendaraan.
Nah, itulah beberapa perihal yang dapat Bunda ketahui mengenai kejadian cuaca panas yang terik belakangan ini hingga langkah pencegahan yang dapat dilakukan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·