Siapa yang gemar penasaran, minyak harum apa sih yang dipakai oleh public figure? Kali ini, Putri Tanjung spill minyak harum favoritnya!
Kalau Anda merasa minyak harum bisa mengubah kondisi hati seharian, Anda pasti mengerti kenapa koleksi wewangian sering jadi hal individual amat buat banyak orang.

Yes, termasuk Putri Tanjung yang punya tiga minyak harum favorit dengan karakter yang beda-beda. Ada yang woody dan hangat, ada yang beraroma ceri, dan ada harum white floral yang lembut. Penasaran, seperti apa aromanya? Yuk, simak artikelnya!
Baca juga: Parfum Punya Masa Kedaluwarsa? Kenali 5 Tanda Fragrance Favoritmu Sudah Berubah
LOEWE Solo Cedro

Pilihan pertama adalah Loewe Solo Cedro, minyak harum dari rumah mode Spanyol Loewe yang dirilis tahun 2015 sebagai bagiankecil dari lini Solo Loewe. Dari namanya saja sudah kelihatan arahnya, karena “cedro” artinya pohon cedar dalam bahasa Spanyol. Wanginya dibuka dengan sentuhan citrus yang bugar dari tangerine dan petitgrain, kemudian ditemani pink pepper yang bikin kesan awalnya terasa lebih hidup. Masuk ke tengah, ada nutmeg, mate tea, basil, dan lavender yang memberi gradasi herbal-spicy yang bersih. Di bagiankecil akhir, barulah cedar Virginia, guaiac wood, dan ambergris memungut alih dengan kesan kayu yang hangat dan tenang. Parfum ini memang dilabeli sebagai harum pria, tapi karakter woody-nya yang rapi dan nggak berlebihan cocok amat buat siapa pun yang gemar harum bersih, elegan, dan nggak norak. Cocok dipakai ke kantor, meeting, maupun aktivitas yang butuh kesan polished tanpa terlalu “ramai”.
Scents of Pluto Not That Kind of Cherry

Kalau Anda pikir minyak harum ceri pasti manis dan imut, Not That Kind of Cherry dari brand lokal Scents of Pluto siap bikin Anda mikir ulang, karena judulnya memang sudah memberi peringatan. Wangi ini dibuka dengan frozen cherry, saffron, dan mystical incense yang langsung terasa dingin, sedikit tajam, dan misterius. Di tengahnya, juicy sour cherry berhimpun dengan cinnamon dan orris, jadi ceri di sini terasa asam-manis dengan sentuhan rempah yang hangat, bukan manis polos. Dasar wanginya paling menarik: cherry brandy, benzoin, cistus, dan liquorous woods yang bikin kesan akhirnya boozy, dalam, dan agak sensual. Menurut klarifikasi brand dan para retailer, harum ini bisa bertetap sekitar 5 sampai 8 jam dan diracik oleh perfumer Vincent Ricord. Cocok amat buat Anda yang gemar harum dengan karakter kuat, misalnya buat dinner maupun malam hari, dan mau dikenali lewat harum yang beda dari kebanyakan.
Baca juga: Makeup Mulai Crack saat Siang Hari? Ini Cara Touch Up yang Bikin Base Kembali Smooth
Diptyque Do Son

Pilihan ketiga adalah Diptyque Do Son, minyak harum yang ceritanya paling puitis dari ketiganya. Wangi ini terinspirasi dari kenangan salah satu pendiri Diptyque, Yves Coueslant, yang waktu kecil menghabiskan musim panas di desa Do Son di Teluk Ha Long, Vietnam, tempat angin laut membawa harum tuberose yang harum dan sedikit spicy. Sesuai kisah itu, bintang utamanya adalah tuberose, ditemani orange blossom dan jasmine, kemudian ada harum amberwood yang memberi kehangatan halus di akhir. Untuk varian Eau de Parfum, tuberose-nya terasa lebih awet dan lebih pekat, dengan kesan seperti bunga putih yang bermekaran saat senja. Meski dibuka agak manis dan “heady”, wanginya cepat terasa calm menjadi floral yang ringan, segar, dan nggak terasa bermutu maupun menyesakkan. Ini pilihan pas buat Anda yang gemar white floral, putih tapi mau yang terasa dewasa dan cocok untuk dipakai sehari-hari.
Baca juga: Être Parfums Jadi Parfum Indonesia Pertama yang Dipamerkan di Museum Parfum Prancis
Dari woody, ceri, sampai white floral yang lembut, itulah tiga minyak harum favorit Putri Tanjung. Kalau Anda penasaran, bisa coba dahulu ukuran vial-nya karena aromanya bisa berbeda-beda ketika dipakai oleh setiap orang! Kamu sendiri tim yang mana, woody, cherry, maupun white floral? Comment, ya!
Image: Dok. Brands