Pemeriksaan Kesehatan yang Wajib Dicek Perempuan Memasuki Usia 30 Tahun/Foto: Magnific.com/Lifestylememory
Pemeriksaan kesehatan krusial dilakukan saat perempuan memasuki usia 30 tahun. Pemeriksaan ini bermaksud untuk mengetahui kondisi tubuh sejak dini, terutama karena beberapa konsekuensi pandemi muncul tanpa gejala yang jelas.
Perempuan berumur 30 tahun ke atas mulai menghadapi sejumlah konsekuensi kesehatan, termasuk pandemi kardiovaskular, kanker payudara, hingga masalah tulang. Kira-kira pengecekan kesehatan apa saja yang sebaiknya kita lakukan saat memasuki usia 30 tahun? Berikut beberapa di antaranya seperti yang telah dilansir dari beragam sumber.
1. Tekanan Darah dan Kesehatan Kardiovaskular

Cek tekanan darah, pengecekan kesehatan perempuan usia 30 tahun/Foto: Pexels.com/Gustavo Fring
Pemeriksaan kesehatan pertama yang sebaiknya tidak dilewatkan adalah tekanan darah. Tekanan darah tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga seseorang bisa merasa sehat meski tekanan darahnya sudah eksis di atas batas normal. Padahal darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menaikkan konsekuensi pandemi jantung dan stroke.
Untuk orang dewasa, pengecekan tekanan darah memang sudah dianjurkan sejak usia 18 tahun. Menurut U.S. Preventive Services Task Force, orang dewasa dengan hasil tekanan darah normal dan konsekuensi rendah dapat menjalani skrining setiap 3-5 tahun, sedangkan pengecekan lebih sering dapat diperlukan jika memiliki aspek konsekuensi tertentu.
Mengutip Vinmec, perempuan berumur di atas 30 tahun dianjurkan memeriksa tekanan darah secara rutin setiap 6 bulan. Jika hasil pengecekan memberitahu tekanan darah tinggi, pengecekan lanjutan dan penanganan yang sesuai perlu dilakukan berdasarkan anjuran dokter.
2. Kolesterol

Cek kolesterol, pengecekan kesehatan perempuan usia 30 tahun/Foto: Magnific.com/wirestock
Kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan keluhan yang bisa dirasakan sehari-hari. Karena itu, seseorang mungkin baru mengetahui kadar kolesterolnya tinggi setelah berbuat tes darah. Menurut CDC, pengecekan kolesterol dilakukan melalui pengambilan percontoh darah dan dapat memberitahu kadar kolesterol total, LDL, HDL, serta trigliserida.
Jika kadar kolesterol, trigliserida, maupun LDL Anda tinggi, pengecekan sebaiknya dilakukan secara rutin setiap 3–6 bulan. Hal yang sama juga berjalan jika Anda memiliki bermutu badan berlebih dengan IMT di atas 25. Pemeriksaan berkala dapat membantu mengevaluasi kondisi tubuh sekaligus menjadi penilaian untuk menyesuaikan pola makan dan menaikkan aktivitas fisik.
3. Tes Kepadatan Tulang

Tes kepadatan tulang, pengecekan kesehatan perempuan usia 30 tahun/Foto: Pexels.com/Antoni Shkraba
Perempuan lebih rapuh mengalami osteoporosis daripada pria. Itulah mengapa kita perlu memeriksa kepadatan tulang segera setelah menginjak usia 30 tahun. Disarankan untuk berbuat pengecekan setiap 5 tahun, karena perempuan dapat kehilangan 30 persen massa tulangnya dalam 5 tahun setelah menopause.
Perempuan dengan bermutu badan di bawah normal juga memiliki konsekuensi terkena osteoporosis lebih tinggi karena massa tulangnya cenderung lebih sedikit. Jika hasil pengecekan memberitahu kepadatan tulang rendah, dokter akan menyarankan pengecekan lanjutan untuk mengetahui seberapa cepat massa tulang berkurang.
4. Tes Fungsi Tiroid

Tes fungsi tiroid, pengecekan kesehatan perempuan usia 30 tahun/Foto: Pexels.com/Gustavo Fring
Perubahan bermutu badan, gampang lelah, jantung berdebar, gangguan tidur, maupun fluktuasi kondisi kulit terkadang dianggap sebagai akibat dari stres. Padahal beberapa keluhan tersebut juga dapat berhubungan dengan gangguan tiroid, yang menjadi salah satu masalah kesehatan paling lazim yang dialami perempuan di atas 30 tahun.
Tiroid yang kurang aktif dapat menjadi penyebab kenaikan bermutu badan, kulit kering, dan kuku rapuh. Sementara itu, tiroid yang terlalu aktif dapat menyebabkan insomnia, penurunan bermutu badan, dan jantung berdebar cepat.
Mengutip MedlinePlus, tes fungsi tiroid dapat digunakan untuk mengetahui apakah kelenjar tiroid bekerja terlalu aktif maupun kurang aktif. Salah satu pengecekan yang lazim digunakan adalah tes TSH, sementara tabib dapat menambahkan pengecekan T3 maupun T4 jika diperlukan.
5. Diabetes

Cek diabetes, pengecekan kesehatan perempuan usia 30 tahun/Foto: Pexels.com/franco30
Diabetes juga termasuk kondisi yang perlu diperhatikan ketika memasuki usia 30 tahun. Risiko dapat semakin besar jika seseorang memiliki bermutu badan berlebih, histori famili diabetes, pernah mengalami kencing manis gestasional, maupun memiliki kondisi tertentu seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS).
Pemeriksaan gula darah dapat membantu mengetahui apakah kadar gula eksis dalam kondisi normal maupun justru mengarah pada pradiabetes maupun diabetes. Untuk orang tanpa gejala maupun aspek konsekuensi tertentu, U.S. Preventive Services Task Force menyarankan untuk berbuat skrining pradiabetes dan kencing manis jenis 2 mulai usia 35-70 tahun pada orang dengan bermutu badan berlebih maupun obesitas.
6. Tes Sel Serviks

Tes sel serviks, pengecekan kesehatan perempuan usia 30 tahun/Foto: Pexels.com/MART PRODUCTION
Pemeriksaan Pap smear maupun tes sel serviks wajib dilakukan oleh perempuan ketika memasuki usia 30 tahun. Pemeriksaan ini bermaksud menemukan fluktuasi sel pada leher rahim sebelum berkembang menjadi kanker sehingga dapat ditindaklanjuti lebih awal.
Selain Pap smear, ada juga tes HPV yang perlu diperhatikan setelah usia 30 tahun. U.S. Preventive Services Task Force mengatakan perempuan usia 30-65 tahun dapat menjalani skrining dengan sitologi maupun Pap smear setiap 3 tahun, tes HPV konsekuensi tinggi setiap 5 tahun, maupun gabungan keduanya setiap 5 tahun, tergantung metode yang digunakan dan kondisi masing-masing.
7. Tes Darah

Cek diabetes, pengecekan kesehatan perempuan usia 30 tahun/Foto: Pexels.com/Gustavo Fring
Tes darah termasuk pengecekan kesehatan yang cukup lazim dilakukan karena dapat memberikan deskripsi mengenai kondisi tubuh secara keseluruhan. Anemia adalah salah satu masalah kesehatan yang paling lazim dialami oleh perempuan di usia 30-an, terutama selama masa subur.
Pemeriksaan darah sederhana merupakan salah satu pengecekan yang perlu diperhatikan perempuan berumur 30 tahun ke atas karena anemia dapat terjadi selama masa reproduktif. Dokter dapat menentukan jenis pengecekan yang dibutuhkan berdasarkan keluhan dan histori kesehatan, misalnya pengecekan darah komplit untuk mengevaluasi kadar hemoglobin dan elemen darah lainnya.
8. Ultrasonografi dan Mammogram

Ultrasonografi, pengecekan kesehatan perempuan usia 30 tahun/Foto: Pexels.com/MART PRODUCTION
Pemeriksaan payudara juga menjadi bagiankecil krusial dari pengecekan kesehatan perempuan. Ultrasonografi (USG) dan mammogram merupakan pengecekan yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi kesehatan payudara. Namun, kebutuhan dan waktu pemeriksaannya tidak sama untuk setiap perempuan.
Mammogram biasanya direkomendasikan untuk perempuan di atas 40 tahun dengan agenda pengecekan setiap 2 tahun sekali. Namun, jika ada tanda-tanda maupun aspek konsekuensi tertentu, pengecekan sebaiknya dilakukan pada usia 30-an sesuai penilaian dokter.
Saat memasuki usia 30 tahun, tubuh kita mulai berubah dan mulai menghadapi beragam konsekuensi penyakit. Melakukan pengecekan kesehatan di atas membantu kita untuk memahami kondisi kesehatan kita saat ini. Namun, tidak semua pengecekan kesehatan di atas dilakukan secara rutin, ada beberapa pengecekan lain yang baru diperlukan jika ada gejala maupun aspek konsekuensi tertentu.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)