Do And Donts Prenatal Yoga, Kunci Olahraga Aman Selama Kehamilan

Jun 27, 2026 08:20 AM - 2 jam yang lalu 104

Jakarta -

Kehamilan bukan argumen untuk berakhir berolahraga ya, Bunda. Aktivitas bentuk di masa kehamilan justru disarankan lantaran dapat menjaga kebugaran tubuh.

Salah satu pilihan olahraga yang banyak direkomendasikan adalah prenatal yoga. Jenis olahraga ini tak hanya bisa menjaga kebugaran, tapi juga dapat mengatasi beberapa keluhan bentuk selama hamil.

"Prenatal yoga juga bisa membantu mengurangi tekanan darah, memperbaiki kualitas tidur dan sistem pencernaan dan memperkuat otot dan sendi," ujar pembimbing yoga Jo Grooms, dikutip dari Essential Baby.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Sebelum mengikuti kelas prenatal yoga, Bunda perlu mengetahui dulu do and don'ts kegiatan ini ya. Lantas, apa saja perihal yang perlu dilakukan dan dihindari saat melakukan prenatal yoga?

Simak penjelasan komplit dari Bubun berikut ini!

Hal yang perlu dilakukan dalam prenatal yoga

Dilansir laman NDTV Life Line, berikut beberapa perihal yang perlu dilakukan saat mengikuti yoga selama hamil, yang perlu Bunda ketahui:

1. Mendapat persetujuan dari dokter

Sebelum memulai program olahraga apa pun selama kehamilan, Bunda kudu berkonsultasi dengan master ya. Hal ini sangat krusial terutama bagi Bunda dengan kehamilan berisiko tinggi, termasuk mempunyai kondisi hipertensi, komplikasi mengenai plasenta, alias riwayat persalinan prematur.

"Disarankan bagi semua ibu mengandung untuk berkonsultasi dengan master perawatan primer sebelum memulai program olahraga baru," kata konsultan obstetri dan ginekologi di Motherhood Hospitals, Dr. Rituparna Bera.

2. Pilih kelas unik kehamilan

Para mahir merekomendasikan untuk mengikuti kelas prenatal yoga yang dipimpin oleh pembimbing bersertifikat dan terlatih dalam modifikasi untuk kehamilan. Saat ini, sudah banyak tempat menyediakan kelas yoga unik bagi ibu hamil.

"Ibu mengandung kudu memastikan mereka berlatih yoga di kelas yang dirancang unik dan dipimpin oleh pembimbing yang berkualitas," ungkap Bera.

3. Fokus pada pernapasan

Pernapasan yang terkontrol adalah landasan dari latihan prenatal yoga. Penelitian menunjukkan bahwa latihan pernapasan dapat mengurangi kekhawatiran dan meningkatkan kesejahteraan emosional selama kehamilan.

"Pernapasan berirama melalui diafragma dapat membantu mengelola stres, menurunkan tekanan darah, dan juga dapat berfaedah selama persalinan," ujar Bera.

4. Gunakan perangkat bantu penopang selama yoga

Ada beragam perangkat bantu yang dapat digunakan untuk menopang tubuh saat menjalani prenatal yoga, seperti balok dan kursi. Sediakan alat-alat ini guna meningkatkan kenyamanan dan stabilitas tubuh.

"Alat bantu penopang membantu memastikan stabilitas dan mengurangi tekanan pada persendian saat tubuh berubah selama kehamilan," kata Bera.

5. Jaga tubuh tetap terhidrasi

Tips terakhir adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi selama prenatal yoga. Ingat ya, ibu mengandung lebih rentan terhadap dehidrasi, yang dapat meningkatkan akibat pusing dan kepanasan saat berolahraga.

Sediakan tempat minum unik di samping Bunda selama menjalani sesi yoga. Jangan lupa sediakan handuk yang dapat digunakan untuk mengelap keringat.

Hal-hal yang kudu dihindari dalam prenatal yoga

Nah, berikut 4 perihal yang perlu dihindari dalam prenatal yoga:

1. Hindari aktivitas deep closed twists

Gerakan deep closed twists adalah pose memutar tubuh di mana bagian dada diputar ke arah kaki yang menyilang. Gerakan ini perlu dihindari lantaran bisa membikin perut tertekan

"Putaran dalam di mana perut tertekan kudu diganti dengan putaran terbuka yang memungkinkan aktivitas melalui bahu tanpa menekan perut," ujar Bera.

2. Hindari berebahan telentang setelah trimester pertama

Setelah sekitar 20 minggu kehamilan, posisi telentang yang berkepanjangan sebaiknya dihindari dalam yoga. Posisi ini dapat menekan vena cava inferior, pembuluh darah utama yang mengembalikan darah ke jantung. Tekanan dari rahim yang dapat mengurangi aliran darah juga bisa menyebabkan pusing.

3. Hindari hot yoga

Hot yoga merupakan ragam latihan yang dilakukan di ruangan bersuhu tinggi. Melakukan latihan olahraga apa pun dengan dengan suhu lingkungan yang tinggi umumnya tidak dianjurkan selama kehamilan.

Beta mengatakan bahwa hot yoga bisa meningkatkan akibat hipertermia. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), peningkatan suhu tubuh ibu dapat menimbulkan akibat selama kehamilan, terutama pada trimester awal.

4. Hindari menggunakan tenaga secara berlebihan

Kehamilan bukanlah waktu untuk berolahraga berat alias memaksakan diri saat merasa tidak nyaman. Para mahir menyarankan untuk segera berakhir olahraga jika muncul indikasi seperti pusing, perdarahan vagina, nyeri dada, kontraksi, alias penurunan aktivitas janin.

Demikian do and don'ts prenatal yoga, yang perlu Bunda ketahui. Semoga info ini berfaedah ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya