Jakarta -
Media sosial dihebohkan dengan kisah pilu seorang wanita di Bandung yang diduga menjadi korban penyekapan dan kekerasan oleh kekasihnya sendiri. Kasus ini menyita perhatian publik setelah beragam kebenaran mengenai kondisi korban mulai terungkap.
Korban berinisial YTT diduga disekap selama tiga tahun di sebuah bilik indekos di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Selama itu, dia mengalami beragam tindakan kekerasan yang menyebabkan kondisi bentuk dan mentalnya memburuk.
Kasus ini semakin menjadi sorotan lantaran terduga pelaku berinisial YTR hingga sekarang tetap dalam pencarian, Bunda. Lantas, gimana kronologi kasus tersebut? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Korban menghilang tanpa berita usai menjalin hubungan dengan pelaku
Dilansir detikcom, adik korban, Syahrul Ulum, mengungkap bahwa kakak perempuannya itu pertama kali mengenal pelaku saat kegiatan konser musik pada 2023.
“Awal mula ceritanya itu mau menjalin hubungan lah pertamanya, di Tritan Point, pas udah konser gitu. Sekitar tahun 2023 mah ada,” ujar Syahrul.
Pelaku pun sempat berjamu ke rumah orang tua korban di Rancaekek. Namun setelah kunjungan tersebut, kakaknya langsung tidak bisa dihubungi oleh keluarga.
“Iya, langsung semenjak saat itu langsung lost contact aja sama Teteh. Padahal sebelum pacaran, biasanya seminggu sekali itu pulang ke sini,” ungkapnya.
2. Keluarga sempat diancam pelaku
Syahrul mengatakan pihak family pernah mengumumkan berita kakaknya lenyap di media sosial dan sempat viral. Namun, tiba-tiba mereka mendapat ancaman dari nomor tak dikenal dan meminta untuk menghapus unggahan tersebut.
“Iya pas ada lah setahun lebih hilang, kami sekeluarga sempat memviralkan pencarian sang kakak di sosmed. Tapi, tiba-tiba ada yang ancam dan minta postingan itu dihapus. Kami curiganya itu mah Si Pelaku,” ujar Syahrul.
3. Kasus penyekapan terbongkar via WhatsApp
Kasus penyekapan itu kemudian terbongkar setelah pihak family mendapat pesan WA dari seseorang tak dikenal. Orang tersebut menunjukkan bahwa korban tengah berada di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
“Kami dapat info ada telepon bahwa kakak kami ada di RSHS katanya korban kecelakaan. Kami mendengar itu kaget lah, terus kami meluncur ke sana. Ternyata itu yang mengantar adalah pelaku dan penjaga kos yang di Cileunyi. Tapi pas saya sampai ke sana kakak saya sudah di IGD sendirian,” ujar Syahrul.
4. Kondisi pilu korban akibat mendapat kekerasan selama 3 tahun
Syahrul pun mengungkap bahwa kondisi sang kakak sangat memprihatinkan lantaran wajahnya sudah hancur.
“Jadi kedua mata, yang mata sebelah kanannya sudah infeksi, yang sebelah kirinya udah mengecil dan sudah enggak bisa ngelihat. Terus mulut bagian ini (bibir atas) udah enggak ada. Terus kaki sebelah sininya jejak bacokan katanya,” ujar Syahrul.
Tak hanya itu, ketika master melakukan operasi pada bagian kepala, terdapat banyak gumpalan nanah akibat tumbukan barang tumpul.
5. Pelaku mengambil kekayaan korban
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol, Hendra Rochmawan, juga menyebut korban dianiaya pelaku menggunakan barang tumpul hingga senjata tajam.
“Diduga selama rentang waktu tersebut mendaptkan perlakuan penganiayaan dari terlapor dengan menggunakan tangan, barang tumpul, senjata tajam, serta peralatan berbobot milik korban hilang,” ungkap Hendra.
Pelaku diduga melanggar Pasal 466 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengenai penganiayaan berat.
“Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka berat di antaranya tidak bisa memandang secara normal, bibir sumbing, susah berbicara, tidak bisa melangkah serta mengalami kerugian materiil sebesar kurang Rp52.000.000,” ujarnya.
6. Polisi tetap mencari pelaku
Hingga kini, pelaku tetap dalam pengejaran Tim Dirtorat PPA dan PPO Polda Jawa Barat. Informasi ini disampaikan juga oleh Direktur PPA dan PPO Polda Jabar Kombes Pol Rumi Untari.
“Masih proses (pengejaran),” ujar Rumi.
Hendra mengatakan pihaknya terus berupaya mencari keberadaan pelaku yang kabur saat petugas mau menangkapnya.
“Memang dari beberapa hasil mapping kita ini, tersangka berpindah-pindah. Dan nyaris beberapa waktu kita gerebek, tetapi yang berkepentingan tetap bisa meloloskan diri,” ungkapnya.
7. Sejumlah pesohor Tanah Air turut menyuarakan keadilan korban
Bukan hanya pihak kepolisian, para pesohor Tanah Air pun ikut menyuarakan keadilan bagi korban dengan menyebarkan foto pelaku di media sosial agar segera ditemukan.
“Probably foto ini udah pake filter, kalu mau lihat aslinya lihat aja di medsos-medsos lain alias jika Anda punya sebar ya. Setidaknya lo ada gambaran kalo dia oplas. Anyway, wanitanya sudah dipotong bibirnya, buta, disundut selama 3 tahun…entah apalagi. Kalian yang DIAM liat satu ini sama dengan SETUJU. Repost tiap hari . Share tiap hari sampe dapet. BERSUARA lah. Nah Kalau Anda pernah jadi korban alias mengalami yang mirip , bersuaralah, cari bantuan,” tulis Melanie Subono, dikutip dari laman Instagram @melaniesubono.
Sementara itu, Pengacara Hotman Paris juga memperlihatkan wajah pelaku hingga kondisi bilik kos yang menjadi tempat penyekapan korban selama tiga tahun.
Aktor Denny Sumargo juga membantu dengan membagikan cerita dari kakak ipar korban. Ia turut menyampaikan kondisi korban yang memilukan.
“Matanya tak lagi melihat, wajahnya tidak lagi sama, dan tubuhnya penuh luka yg membikin gw Sulit membayangkan apa yang telah dia lalui selama ini.Tolong bantu cari pelakunya @humaspoldajabar Netizen pleasee do your magic!” tulis Denny, dikutip dari laman Instagram @sumargodenny.
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·