Jakarta -
Fimosis pada anak laki-laki menjadi salah satu perihal yang cukup umum dialami, jika anak belum disunat. Bagaimana langkah pengobatannya? Apakah ini berbahaya?
Sebenarnya fimosis merupakan kondisi yang normal terjadi pada anak laki-laki. Namun, perihal ini perlu mendapat perhatian unik segera jika mulai menimbulkan gangguan bagi keseharian anak. Termasuk jika sampai menimbulkan keluhan seperti demam, nyeri alias susah buang air kecil.
Fimosis yang umum terjadi pada bayi dan anak-anak adalah fimosis fisiologis, ialah kondisi pelepasan kulit yang belum sempurna. Sementara itu, fimosis patologis disebabkan oleh jaringan parut, infeksi, alias peradangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu fimosis?
Dikutip dari Web MD, fimosis adalah kondisi ketika kulup (foreskin) tidak dapat ditarik ke belakang dari kepala penis. Kondisi ini biasanya terjadi pada laki-laki yang belum disunat.
Kulup sendiri merupakan jaringan kulit yang menutupi kepala penis. Bayi laki-laki terlahir dengan kulup yang tetap rapat, sehingga perlu 'diangkat' melalui prosedur sirkumsisi alias sunat.
Jika dibiarkan tetap ada, seiring pertumbuhan anak nantinya kulup bakal secara berjenjang menjadi lebih longgar.
Biasanya, sekitar usia 6 tahun kulup sudah dapat ditarik ke belakang sepenuhnya untuk buang air mini dan membersihkan area di bawahnya. Namun dalam kasus yang jarang terjadi, kulup dapat tetap rapat hingga masa remaja.
Apa perbedaan fimosis dan parafimosis?
Fimosis terkadang dapat menyebabkan kondisi rawan yang disebut parafimosis. Kondisi ini terjadi ketika kulup tersangkut di belakang kepala penis, sehingga tidak dapat dikembalikan ke posisi semula.
Hal ini dapat terjadi ketika kulup yang ketat dipaksa untuk ditarik ke belakang. Jika dibiarkan, parafimosis dapat menghalang aliran darah ke penis dan memerlukan penanganan medis segera.
Penyebab fimosis pada anak laki-laki
Pada bayi dan anak-anak, fimosis merupakan kondisi bawaan yang umumnya bakal membaik dengan sendirinya seiring pertumbuhan. Kondisi ini disebut fimosis fisiologis.
Sementara itu, ada jenis lain ialah fimosis patologis, yang muncul disebabkan oleh aspek lain seperti:
1. Jaringan parut
Infeksi dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada kulup, sehingga kulit menjadi kurang elastis. Jaringan yang mengeras tersebut juga dapat menyulitkan kulup untuk ditarik ke belakang.
2. Cedera
Jangan menarik alias menggerakkan kulup secara paksa. Menarik alias meregangkan kulup berlebihan dapat menyebabkan robekan mini dan peradangan, yang pada akhirnya memicu fimosis.
Selain itu, ada beberapa aspek akibat fimosis pada bayi dan anak laki-laki, seperti:
- Eksim: Kondisi jangka panjang yang menyebabkan kulit menjadi gatal, merah, kering, dan pecah-pecah.
- Psoriasis: Kondisi kulit yang menyebabkan munculnya bercak kulit berwarna merah, bersisik, dan berkerak.
- Lichen planus: Ruam gatal yang dapat memengaruhi beragam area tubuh.
- Lichen sclerosus: Kondisi yang dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada kulup sehingga meningkatkan akibat terjadinya fimosis.
Tanda dan indikasi fimosis pada anak
Dikutip dari Children's Health, indikasi utama fimosis adalah tampilan bentuk kulup yang tidak dapat ditarik sepenuhnya dari kepala penis.
Gejala lainnya dapat meliputi:
- Perdarahan alias jangkitan di sekitar kulup
- Nyeri saat buang air kecil
- Pembengkakan di sekitar kulup
- Muncul reaksi jangkitan seperti demam
Pemeriksaan dan pemeriksaan fimosis pada anak
Dokter biasanya bakal menanyakan indikasi yang dialami anak, beserta riwayat kesehatannya. Anak juga bakal menjalani pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan pada penis dan kulup.
Bagaimana pengobatan fimosis?
Penanganan bakal berjuntai pada indikasi yang dialami anak, usia, kondisi kesehatan secara umum, serta tingkat keparahan kondisi yang dialami.
Pengobatan fimosis fisiologis
Jenis fimosis ini biasanya dapat membaik dengan sendirinya, Bunda. Seiring bertambahnya usia anak, kulup bakal perlahan terlepas dari kepala penis. Oleh lantaran itu, kondisi ini umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus.
Pengobatan fimosis patologis
Untuk menangani kasus fimosis patologis, beberapa langkah yang dapat dilakukan yakni:
1. Steroid topikal
Penggunaan steroid topikal pada kulup merupakan salah satu metode pengobatan yang efektif. Tapi penggunaannya hanya boleh dilakukan atas resep dokter. Efek pengobatan ini juga berkarakter sementara.
Dalam beberapa kasus, kondisi fimosis dapat muncul kembali beberapa bulan setelah pengobatan selesai.
2. Sirkumsisi (sunat)
Jika kulup tetap tidak dapat ditarik ke belakang setelah penggunaan steroid topikal, master mungkin bakal menyarankan prosedur sirkumsisi alias sunat.
Sirkumsisi adalah prosedur pengangkatan kulup yang bermaksud menghilangkan bagian kulup yang menyempit.
Bagaimana langkah mencegah fimosis?
Pastikan perawatan kulup dilakukan dengan betul untuk membantu mencegah fimosis patologis. Biasanya kulup dapat mulai dapat ditarik ke belakang secara alami pada usia yang berbeda-beda pada setiap anak.
Menarik kulup secara rutin tidak dianjurkan sebelum kulup dapat diretraksi secara alami. Jika ditarik secara paksa, ini dapat memperburuk fimosis.
Tips membersihkan kulup
Sebelum kulup dapat ditarik ke belakang secara alami, bersihkan kulup dan penis anak menggunakan sabun serta air hangat saat mandi. Setelah itu, keringkan area tersebut secara menyeluruh menggunakan handuk.
Nantinya setelah kulup dapat ditarik ke belakang secara alami, langkah membersihkannya yakni:
- Tarik kulup ke belakang dengan lembut dan ditarik secara paksa, lantaran bisa menyebabkan nyeri dan apalagi luka.
- Bersihkan bagian bawah kulup menggunakan sabun dan air saat mandi.
- Bilas dan keringkan area di bawah kulup sampai bersih dan kering.
- Tarik kembali kulup secara perlahan hingga menutupi kepala penis. Kulup tidak boleh dibiarkan dalam posisi tertarik ke belakang.
Seiring bertambahnya usia anak, ajarkan kebiasaan untuk merawat dan menjaga kebersihan kulupnya dengan baik.
Perawatan kulup yang tepat merupakan bagian krusial dari kebersihan dan kesehatan diri bagi anak laki-laki.
Itulah penjelasan tentang fimosis pada anak laki-laki, mulai dari gejala, penyebab, dan pengobatannya. Semoga berfaedah ya, Bunda!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·