Ghost In The Cell Review: Horor Komedi Berbalut Kalut Dan Carut-marut Indonesia

Apr 17, 2026 02:16 AM - 1 minggu yang lalu 15079

Indonesia sejatinya adalah negara yang kaya. Kaya dari tanah yang dimiliki. Kaya dari jumlah masyarakat yang mewarnai setiap tanah airnya. Kaya bakal keragaman yang ditawarkan. Dan yang terpenting, kaya bakal segala persoalan yang dapat direnungi sekaligus ditertawakan secara bersamaan. Singkatnya, perihal inilah yang mau direpresentasikan dalam ‘Ghost in the Cell’, movie terbaru pengarahan Joko Anwar di bawah naungan Come and See Pictures.

‘Ghost in the Cell’ bercerita tentang satu penjara di antah berantah Indonesia dengan ragam tahanan yang mempunyai latar belakangnya sendiri. Suatu ketika, ada satu tahanan yang baru masuk lantaran didakwa membunuh bos di kantornya secara keji. Tak lama setelah dia masuk, satu per satu tahanan meninggal dengan langkah mengenaskan oleh satu sosok tak kasat mata, membikin para tahanan yang tersisa kudu bahu membahu mempertahankan hidup mereka melalui ragam kegiatan positif untuk menjaga diri mereka dari sasaran sosok mencekam tersebut.

Secara premis cerita, movie ini membawa kisah yang terasa paling absurd, utamanya jika mengingat bahwa Joko Anwar adalah salah satu sineas yang terlihat berupaya mengedepankan realisme dalam ragam karyanya. Dengan konsentrasi cerita mengenai satu blok penjara yang diteror sosok tak kasat mata dan akhirnya memaksa para narapidana menjaga good vibes adalah suatu yang membikin karya terbarunya ini terasa jadi angin segar dari segala karyanya yang condong kelam dan depressing.

ghost in the cell review

Satu perihal menarik yang jadi highlight dalam ‘Ghost in the Cell’ adalah segala satir yang disajikan sebagai ramuan komedi. Alih-alih menyajikan satir dalam satu bidang, satir yang diusung oleh Joko Anwar pada movie seram komedi ini secara spesifik membawa jiwa Indonesia di dalamnya. Kita bakal tergelitik dengan gimana tingkah para authority yang terlewat semena-mena namun tetap mempunyai agendanya sendiri. Tahanan yang mempunyai latar belakang unik seperti selebritas dengan kasus yang disorot media seantero Indonesia yang jelas-jelas itu pengalihan rumor yang lebih besar, dan perihal lain yang sekilas sangat merepresentasikan Indonesia.

Seperti pepatah yang sudah-sudah, mentertawakan tragedi adalah salah satu corak untuk menerima realita yang dihadapi, dan itulah yang sukses di-deliver oleh Joko Anwar dan tim dalam movie ini meski tidak terang-terangan menampilkan Indonesia secara fisik.

Segala satir yang mau dihadirkan tersebut tentunya didukung dan ditampilkan dengan menawan oleh beragam cast yang mewarnai ‘Ghost in the Cell’ ini. Aktor-aktor kawakan yang sepertinya jadi langganan di movie Joko Anwar di movie yang sudah-sudah ini tidak hanya dituntut untuk beraksi, namun juga berkomedi dengan segala gestur dan perbincangan yang mengundang gelak tawa terlepas dari segala profanity dan ugly truth-nya. Di kembali gemilangnya Abimana Aryasatya sebagai tahanan penuh karisma, Yoga Pratama yang menjadi semi-psychic, ada Aming yang menjadi pencuri spotlight.

ghost in the cell review

Terlepas dari segala satir yang terasa sangat maksimal menyoroti kalutnya Indonesia, Joko Anwar tetap berpegang dengan style sinematik yang sudah dia usung pada beberapa karya terbarunya. Membawa nuansa warna yang condong kekuningan, setting yang terasa gritty, kengerian yang berpusat pada violence dan body horror, serta didukung dengan pengambilan gambar yang banyak bergerak membikin movie ini tetap terasa seperti karya sang sineas yang mengawali kariernya menjadi penulis skenario pada ‘Arisan!’ 23 tahun lalu.

Akhir kata, ‘Ghost in the Cell’ adalah karya Joko Anwar yang tidak hanya menjadi angin segar baginya, tapi juga menegaskan bahwa sang sutradara juga merupakan orang Indonesia yang meletakkan empati pada negara ini.

Film ini seakan menegaskan bahwa negara ini tidak baik-baik saja, dan terlepas dari segala kekalutan yang penduduk Indonesia rasakan, mentertawakan apa yang terjadi di sekitar kita melalui movie ini adalah salah satu corak ekspresi sejati dalam menjaga kewarasan di tengah negara yang semakin gila.

Selengkapnya