Harga Bitcoin Menguat, Tapi Ada Sinyal Bearish Yang Belum Hilang

May 11, 2026 02:01 PM - 1 hari yang lalu 1470

Kincai Media – Bitcoin (BTC) kembali menguat dalam beberapa pekan terakhir dan sekarang diperdagangkan tepat di bawah area resistance krusial yang sudah dipantau analis sejak Februari. Meski reli jangka pendek sukses membawa nilai kembali ke level krusial, BTC dinilai tetap belum menunjukkan breakout yang cukup kuat untuk mengubah struktur market menjadi bullish.

Saat ini, area resisten akhir pekan berada di kisaran US$ 80.600 hingga US$ 82.000, sementara support terdekat berada di rentang US$ 79.640 hingga US$ 76.500.

Jika Bitcoin sukses menembus resistance tersebut, sasaran kenaikan berikutnya diperkirakan berada di area US$ 84.300, yang sekaligus berfaedah menutup CME gap terbuka. Setelah itu, resistance lanjutan berada di sekitar US$ 87.500 dan US$ 90.600.

Meski nilai sukses rebound dari area rendah sebelumnya, sejumlah analis menilai tetap belum ada bukti kuat bahwa Bitcoin betul-betul telah membentuk dasar (bottom) market.

Setidaknya ada tiga argumen utama yang mendasari pandangan tersebut.

Pertama, Bitcoin belum menyentuh level long-term holder realized price berasas model biaya on-chain. Dalam siklus bear market sebelumnya, level ini selalu disentuh, apalagi sering kali ditembus secara tegas sebelum nilai betul-betul membentuk dasar utama.

Baca Juga: Perusahaan Donald Trump Boncos Besar Gara-Gara Kripto

Kedua, penurunan Bitcoin dari all-time high saat ini tetap berada di kisaran 53 persen hingga 54 persen. Secara historis, bear market Bitcoin biasanya mencatat koreksi lebih dalam, ialah sekitar 60 persen hingga 84 persen, sebelum akhirnya menemukan titik bottom.

Ketiga, dari sisi teknikal, kajian Elliott Wave menunjukkan bahwa kenaikan saat ini tetap berpotensi menjadi bagian dari B-wave relief rally, alias pantulan sementara di tengah struktur bearish yang lebih besar. Jika pola ini berlanjut, tetap ada kesempatan terbentuknya C-wave decline alias penurunan lanjutan pada paruh akhir tahun.

Apabila pola bearish berkembang penuh, analis memperkirakan sasaran penurunan berikutnya bisa berada di kisaran US$ 38.000 hingga US$ 39.000.

Area ini mencerminkan koreksi sekitar 70 persen dari puncak nilai tertinggi Bitcoin, sekaligus selaras dengan level Fibonacci retracement yang umum digunakan untuk mengukur besarnya koreksi dalam siklus market sebelumnya.

Meski demikian, analis menegaskan bahwa sasaran tersebut belum bisa dianggap pasti.

Struktur B-wave tetap perlu membentuk puncak terlebih dulu sebelum potensi C-wave dapat diukur dengan lebih akurat.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Kincai Media ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan yang telah tayang di Kincai Media bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata duit digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincai Media tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya