Hukum Suami Tidak Memberi Nafkah Batin Ke Istri

May 24, 2026 04:10 PM - 8 jam yang lalu 59

Suami wajib memberikan nafkah lahir dan jiwa kepada istri. Bagaimana jika tidak dilakukan? Mari pahami norma suami tidak memberi nafkah jiwa ke istri.

Kesibukan pekerjaan dan kegiatan sehari-hari sering kali membikin pasangan suami-istri lupa menjaga keselarasan rumah tangga. Salah satu perihal yang sering terabaikan adalah nafkah batin.

Dalam aliran Islam, nafkah jiwa bukan sekadar pelengkap, melainkan tanggungjawab yang kudu dipenuhi oleh pasangan, khususnya suami kepada istri. Jika kebutuhan ini terus diabaikan, hubungan rumah tangga bisa menjadi renggang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Bahkan dalam kondisi tertentu, istri diperbolehkan mengusulkan perceraian andaikan haknya tidak terpenuhi, termasuk nafkah batin. Mari telaah di sini yuk, Bunda.

Hukum suami tidak memberi nafkah jiwa ke iistri

Nafkah jiwa sering dipahami hanya sebatas hubungan suami-istri di ranjang. Namun sebenarnya, maknanya jauh lebih luas.

Dalam kitab Hari-Hari Bersama Rasulullah karya Genta Hidayah dijelaskan bahwa nafkah jiwa juga mencakup perhatian emosional, kasih sayang, menemani pasangan, menghibur istri, menjaga perasaannya, hingga memberikan rasa kondusif dan nyaman.

Ini berfaedah suami tidak hanya wajib memenuhi kebutuhan bentuk keluarga, tapi juga kebutuhan emosional dan psikologis istrinya.

Penjelasan ustaz soal pentingnya nafkah batin

Mengutip detikcom, Ustaz Maulana menjelaskan bahwa wanita juga mempunyai kebutuhan jiwa yang kudu diperhatikan oleh suami. Ia mengisahkan gimana Sayyidina Umar pernah bertanya kepada putrinya, Hafsah, mengenai kebutuhan wanita dalam rumah tangga.

Dari kisah tersebut dipahami bahwa jika kebutuhan jiwa istri tidak terpenuhi dalam waktu lama, perihal itu bisa memicu keretakan rumah tangga. Menurutnya, sikap menolak alias mengabaikan pasangan dalam urusan jiwa dapat menjadi corak kezaliman dalam rumah tangga.

Tidak hanya istri yang dilarang menolak suami tanpa argumen yang jelas, suami pun tak boleh mengabaikan kebutuhan istrinya. Ustaz Maulana juga mengingatkan bahwa pasangan perlu menjaga keseimbangan dalam hubungan rumah tangga. Ia menilai keselarasan bisa terjaga jika pasangan saling memenuhi kebutuhan lahir dan batin.

Istri boleh mengusulkan pisah jika nafkah tak terpenuhi

Ketua Majelis Ulama Indonesia DKI Jakarta, KH Muhammad Faiz Syukron Makmun, pernah menjelaskan bahwa nafkah merupakan tanggungjawab suami dan kewenangan istri.

"Jika seorang istri tidak mendapatkan hak-haknya, dia boleh meminta pisah pada suami. Tapi jika dia (istri) ridha rela untuk tidak mendapatkan haknya maka pernikahan itu tetap sah dan bisa dilanjutkan,” papar Faiz, dikutip dari CNN Indonesia.

Faiz juga menerangkan jika suami mempunyai penyakit tertentu yang membuatnya kesulitan memenuhi nafkah batin, pasangan sebaiknya berupaya mencari pengobatan bersama. Akan tetapi, jika suami sengaja tidak mau menjalankan kewajibannya dan istri merasa tak sanggup mempertahankan rumah tangga maka istri dibolehkan mengusulkan gugatan pisah ke pengadilan agama.

Dalil tentang tanggungjawab nafkah

Kewajiban suami memberi nafkah kepada family telah dijelaskan dalam Al Quran lewat surat Al Baqarah ayat 233 yang berbunyi;

وَعَلَى ٱلْمَوْلُودِ لَهُۥ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ

Artinya:

“Dan tanggungjawab ayah memberi nafkah dan busana kepada para ibu dengan baik.”

Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:

“Engkau tidak membelanjakan nafkah yang dengannya engkau mencari ridha Allah, selain engkau bakal diberi jawaban karenanya. Begitu pula nafkah yang kau berikan kepada istrimu.” (HR. Bukhari)

Hadist tersebut menegaskan bahwa setiap nafkah yang diberikan kepada istri mempunyai nilai ibadah di sisi Allah SWT.

Dampak jika nafkah jiwa diabaikan

Kurangnya perhatian terhadap nafkah jiwa dapat memunculkan beragam persoalan dalam rumah tangga. Pasangan bisa merasa kecewa, tidak dihargai, kesepian, hingga kehilangan keharmonisan.

Dalam penjelasannya, Ustaz Maulana juga mengingatkan bahwa kebutuhan emosional dan jiwa yang tidak terpenuhi dapat memengaruhi suasana hati maupun hubungan sehari-hari pasangan. Untuk itu, komunikasi dan perhatian menjadi perihal krusial demi menjaga kebahagiaan keluarga.

Jenis nafkah yang wajib dipenuhi suami

Selain nafkah batin, ada beberapa tanggungjawab lain yang kudu dipenuhi suami kepada istri dan keluarga.

1. Nafkah keluarga

Nafkah family meliputi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Selain itu, suami juga bertanggung jawab memenuhi biaya pendidikan anak dan kebutuhan kesehatan keluarga.

2. Nafkah pribadi istri

Suami juga dianjurkan memenuhi kebutuhan pribadi istrinya, mulai dari pakaian, perawatan diri, hingga kebutuhan penunjang lainnya sesuai keahlian dan kondisi ekonomi keluarga.

3. Nafkah batin

Nafkah jiwa mencakup kasih sayang, perhatian, hubungan intim, komunikasi yang baik, serta pendampingan emosional agar pasangan merasa dicintai dan dihargai.

Pada akhirnya, rumah tangga yang selaras tidak hanya dibangun dari kecukupan materi, tapi juga perhatian dan kasih sayang antara suami dan istri.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya