Bunda sering merawat mertua saat sakit? Ketika ibu mertua sakit, apa menjadi tanggungjawab menantu? Simak hukumnya dalam Islam.
Ketika orang tua pasangan jatuh sakit, tidak sedikit family yang dihadapkan pada pertanyaan sensitif, siapakah yang sebenarnya bertanggung jawab untuk merawat mereka, anak kandung alias menantu? Dalam kehidupan rumah tangga, persoalan ini sering memicu perbedaan pandangan, terutama jika kondisi kesehatan orang tua memerlukan perhatian dan perawatan yang intensif.
Dalam aliran Islam, hubungan antara menantu dan mertua mempunyai kedudukan istimewa. Seorang menantu wanita dan ayah mertuanya, maupun menantu laki-laki dan ibu mertuanya, termasuk mahram secara permanen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Islam mengajarkan pentingnya menjaga adab, menghormati dan memperlakukan mertua dengan baik sebagaimana menghormati orang tua sendiri. Namun apakah perihal tersebut berfaedah menantu wajib menjadi pihak yang mengurus mertua ketika sakit?
Ketika mertua sakit, siapa yang wajib merawatnya?
Para ustadz menjelaskan bahwa tanggungjawab utama berkhidmat dan merawat orang tua berada pada anak kandung. Dalam konteks keluarga, suami mempunyai tanggung jawab syari untuk memperhatikan kebutuhan ayah dan ibunya, termasuk ketika mereka sakit alias memerlukan bantuan.
Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam surat Luqman ayat 14 yang berbunyi;
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
Artinya:
"Kami mewasiatkan kepada manusia (agar melakukan baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun.598) (Wasiat Kami,) "Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu." Hanya kepada-Ku (kamu) kembali."
memerintahkan manusia untuk melakukan baik kepada kedua orang tua sebagai corak rasa syukur kepada Allah. Oleh lantaran itu, secara norma fikih, tugas merawat orang tua bukanlah tanggungjawab yang dibebankan kepada menantu.
Meski demikian, para ulama, termasuk Syekh Mustofa Al Adawi, menegaskan bahwa membantu merawat mertua merupakan perbuatan mulia yang sangat dianjurkan. Tindakan tersebut termasuk bagian dari perbuatan yang baik dan menjadi sarana memperoleh pahala serta keridaan Allah SWT.
Menantu tidak wajib, tapi dianjurkan membantu
Dalam Islam, tanggungjawab utama seorang istri menaati suami selama tidak bertentangan dengan syariat. Ketika suami berupaya menjalankan kewajibannya kepada orang tua, istri dianjurkan untuk mendukung dan memudahkan langkah tersebut.
Dengan membantu menjaga alias merawat mertua yang sakit maka bisa menjadi corak support nyata kepada suami. Selain meringankan beban pasangan, sikap tersebut juga mencerminkan keselarasan dan kerja sama dalam rumah tangga.
Rasulullah SAW juga menjelaskan keistimewaan seorang istri yang bisa menyenangkan hati suaminya dan mendukungnya dalam kebaikan. Oleh karena itu, meski bukan tanggungjawab mutlak, membantu mertua yang sedang sakit dapat menjadi kebaikan saleh yang berbobot besar di sisi Allah SWT.
أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ. قَالَ: كَيْفَ أَنْتِ لَهُ؟ قَالَتْ: مَا آلُوْهُ إِلاَّ مَا عَجَزْتُ عَنْهُ. قَالَ: فَانْظُرِيْ أينَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ
Artinya:
"Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Siapakah wanita yang paling baik?" Jawab beliau, "Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membikin suami tidak suka " (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251)
Sikap yang dianjurkan menantu wanita terhadap mertuanya
Berikut sikap yang dianjurkan menantu wanita terhadap mertua.
1. Jaga sikap dan tutur kata
Hubungan yang selaras dengan mertua berasal dari sikap santun. Menantu dianjurkan berbincang dengan lembut, menghormati pendapat mereka, dan menghindari ucapan yang dapat melukai perasaan.
Perhatian sederhana seperti menyapa dengan ramah, mendengarkan cerita mereka, alias menawarkan support saat diperlukan sering kali mempunyai akibat besar dalam membangun kedekatan emosional di dalam keluarga.
2. Dukung suami agar berkhidmat kepada orang tuanya
Setelah menikah, seorang laki-laki tetap mempunyai tanggungjawab untuk berkhidmat kepada kedua orang tuanya. Oleh karena itu, istri sebaiknya memberikan support ketika suami mau membantu, mengunjungi, alias merawat orang tuanya.
Sikap mendukung ini bukan hanya mempererat hubungan suami-istri, melainkan juga menunjukkan kedewasaan dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Sebaliknya, menghalangi suami melakukan baik kepada orang tuanya dapat memicu bentrok yang tidak perlu.
3. Menjalin silaturahmi dengan baik
Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menjaga tali silaturahmi. Menantu dapat menunjukkan perhatian kepada mertua dengan rutin menanyakan kabar, mengunjungi mereka, alias sekadar menghubungi melalui telepon dan pesan singkat.
Hubungan yang tetap terjaga meski berjauhan menunjukkan kepedulian dan rasa hormat. Kebiasaan sederhana ini juga dapat memperkuat ikatan family besar.
4. Menghormati mertua seperti orang tua sendiri
Memandang mertua sebagai bagian dari family inti dapat membantu menciptakan hubungan yang lebih hangat. Sikap menghormati, mendengarkan nasihat, serta menunjukkan perhatian yang tulus bakal membikin mertua merasa dihargai dan diterima.
Ketika hubungan dengan mertua melangkah baik, suasana rumah tangga biasanya menjadi lebih nyaman dan minim konflik. Bahkan keberadaan mertua dapat menjadi sumber support moral bagi pasangan suami-istri.
5. Hindari prasangka buruk
Banyak persoalan family berasal dari kesalahpahaman dan prasangka. Oleh lantaran itu, menantu dianjurkan untuk tidak terburu-buru menilai negatif setiap perkataan alias tindakan mertua.
Dengan mengedepankan sikap husnuzan alias berprasangka baik, hubungan family dapat terjaga dengan lebih harmonis. Nasihat alias kritik yang disampaikan mertua pun dapat diterima sebagai corak perhatian, bukan serangan pribadi.
Jadi, dalam Islam tanggung jawab utama merawat orang tua yang sakit tetap berada di tangan anak kandung. Menantu tidak mempunyai tanggungjawab hukum untuk mengurus mertua secara langsung.
Meski demikian, membantu merawat dan memperhatikan mertua merupakan perbuatan yang sangat dianjurkan lantaran termasuk corak adab mulia dan support kepada pasangan. Ketika suami dan istri saling bekerja sama dalam merawat orang tua maupun mertua, hubungan family bakal menjadi lebih selaras dan penuh keberkahan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·