Kincai Media – Harga Bitcoin (BTC) melonjak tajam setelah informasi inflasi produsen Amerika Serikat (PPI) menunjukkan nomor yang lebih rendah dari ekspektasi pasar. Kondisi ini memicu optimisme bahwa tekanan inflasi mulai mereda dan membuka peluag kebijakan moneter yang lebih longgar.
Berdasarkan informasi terbaru, inflasi PPI Amerika untuk Maret 2026 tercatat sebesar 4 persen secara tahunan. Angka ini memang lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang berada di 3,6 persen, tetapi tetap jauh di bawah perkiraan pasar yang mencapai 4,7 persen.

Secara bulanan, kenaikan PPI hanya 0,5 persen jauh lebih rendah dari ekspektasi 1,1 persen. Sementara itu, core PPI tercatat stabil di 3,8 persen yang menjadi level tertinggi sejak awal 2023.
Sinyal inflasi Mulai Mendingin
Meski secara tahunan meningkat, informasi ini dianggap sebagai sinyal bahwa tekanan inflasi tidak sekuat yang dikhawatirkan. Dalam konteks kebijakan moneter, kondisi ini membuka kesempatan bagi bank sentral AS untuk mengambil pendekatan yang lebih dovish.
Jika inflasi terus melandai, Federal Reserve berpotensi menahan alias apalagi menurunkan suku kembang ke depan. Kebijakan seperti ini biasanya memberikan dorongan positif bagi aset berisiko, termasuk kripto.
Baca Juga: Michael Saylor Hampir Miliki 800.000 BTC, Segini Harganya!
Tak lama setelah rilis data, Bitcoin langsung mencatat kenaikan signifikan dan diperdagangkan di kisaran US$ 75.000, naik lebih dari 5 persen dalam sehari.
Kenaikan ini juga diikuti oleh Ethereum yang melonjak lebih dari 8 persen, serta XRP yang turut menguat.
Selain aspek inflasi, sentimen pasar juga didorong oleh angan kembalinya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, yang berpotensi meredakan ketegangan geopolitik global.
Target US$ 80.000 Mulai Dibicarakan
Salah satu analis mata duit digital populer, ialah Michael van de Poppe menilai bahwa jika momentum ini bersambung maka Bitcoin berpotensi naik ke kisaran US$ 80.000 hingga US$ 85.000 dalam jangka menengah.
Akan tetapi, arah selanjutnya tetap bakal sangat dipengaruhi oleh kebijakan moneter Amerika, khususnya keputusan dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) berikutnya.
Jika The Fed memberi sinyal pelonggaran, pasar mata duit digital berpotensi mendapatkan dorongan tambahan.
Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Kincai Media ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan yang telah tayang di Kincai Media bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata duit digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincai Media tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·