Inflow Bitcoin Ke Binance Turun Ke Level Terendah Sejak 2020

Jan 29, 2026 02:11 PM - 3 bulan yang lalu 111153

Kincai Media – Arus masuk Bitcoin (BTC) ke salah satu bursa mata duit digital terbesar di dunia, ialah Binance turun ke level yang jarang terlihat sejak 2020. Hal ini disampaikan oleh salah satu analis teknikal di media sosial X dengan nama akun ‘Darkfost’, yang menyebut bahwa ini adalah salah satu sinyal positif di tengah konsolidasi nilai dan meningkatnya ketidakpastian makro.

Dalam salah satu postingan terbarunya, Darkfost menjelaskan bahwa rata-rata inflow bulanan sekarang berada di kisaran 5,7 ribu hingga 5,8 ribu BTC, jauh di bawah rata-rata historis yang selama ini berada di kisaran 12 ribu BTC per bulan.

“Penurunan ini terjadi setelah Bitcoin mengalami koreksi lebih dari 30 persen dari puncak nilai terbarunya. Salah satu perihal krusial adalah bukan hanya soal angkanya yang rendah, melainkan pola yang mulai terlihat menetap,” ungkap Darkfost.

Ia menjabarkan, selama beberapa bulan terakhir inflow Binance konsisten berada di bawah rata-rata jangka panjang, sehingga dinamika ini dinilai lebih mirip perubahan struktural dibandingkan anomali sesaat.

Dalam konteks pasar kripto, inflow BTC ke bursa sering dikaitkan dengan potensi tekanan jual, lantaran perpindahan koin dari cold wallet alias on-chain ke exchange biasanya dilakukan untuk mempermudah transaksi, termasuk penjualan. Karena Binance tetap menjadi salah satu pusat arus terbesar di pasar, perubahan tren inflow di platform ini kerap dipakai sebagai proksi untuk membaca niat investor.

“Penggunaan rata-rata bulanan untuk mengurangi ‘noise’ dari transfer besar yang sporadis. Dengan langkah ini, tren yang muncul lebih representatif terhadap perilaku pasar yang sebenarnya,” ujarnya.

🗞️ 5.7k BTC in monthly inflows to Binance, a historically low level since 2020 !

📉 After experiencing a drawdown of more than 30% from BTC’s latest all time high, we can observe a clear contraction in BTC flows toward Binance.

Historically, the average monthly BTC inflow to… pic.twitter.com/oRD8ITnEVi

— Darkfost (@Darkfost_Coc) January 28, 2026

Baca Juga: Ethereum Gagal Pulih Kuat Setelah Jatuh di Bawah US$ 3.000, Apa Kata Para Analis?

Postingan ini pun mendapat respon dari salah satu analis lain dengan nama akun ‘Raster’, yang menjelaskan arus masuk alias inflow yang rendah di bursa dapat berfaedah dua hal.

“Pertama, banyak penanammodal yang memegang aset (bullish). Kedua, pasar sangat lesu sehingga tidak ada yang melakukan transaksi (bearish),” kata Raster.

Dia menilai bahwa perbedaan dua perihal ini sangat krusial dan mendasar.

“Jika volume juga berada pada level terendah tahun 2020, ini bukanlah akumulasi, melainkan sikap apatis. Perhatikan juga volume, bukan hanya inflow,” pungkas Raster.

low exchange inflows can mean two things: 1) strong hands hodling (bullish) or 2) market so dead nobody's trading (bearish). the difference matters. if volume is also at 2020 lows, this isn't "accumulation" – it's apathy. watch the volume, not just the flows.

— raster (@rasterfinance) January 28, 2026

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Kincai Media ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan yang telah tayang di Kincai Media bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata duit digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincai Media tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya