Investor Siap-siap, 72 Jam Ke Depan Pasar Kripto Diselimuti Agenda Panas

Jan 28, 2026 10:14 AM - 4 bulan yang lalu 136908

Kincai Media – Memasuki akhir bulan Januari, pasar mata duit digital semakin tampak memanas dengan banyaknya agenda dari pemerintahan Amerika. Salah satunya disampaikan oleh influencer mata duit digital di media sosial X, dengan nama samaran Crypto Rover.

Berdasarkan salah satu postingan terbarunya, Rover memperingatkan bahwa 72 jam ke depan bakal berpotensi menjadi periode penentu bagi pasar aset digital, ketika serangkaian agenda makro dan korporasi beresiko memicu volatilitas tajam.

“Pekan ini menghadirkan salah satu setup paling rawan dalam beberapa bulan, lantaran pasar kudu mencerna beberapa katalis sekaligus dalam waktu yang sangat sempit,” ungkap Rover.

Ia menjelaskan, perhatian utama tertuju pada pidato Donald Trump yang dijadwalkan berjalan hari ini pukul 16.00 ET, dengan konsentrasi pada kondisi ekonomi Amerika dan nilai energi. Rover menilai arah pernyataan Trump mengenai daya dapat berakibat pada narasi inflasi, yang selama ini menjadi aspek dominan dalam ekspektasi kebijakan moneter.

Keesokan harinya, pasar menghadapi keputusan The Fed. Dalam perihal ini, Rover menjelaskan bahwa meski tidak ada ekspektasi kenaikan alias pemangkasan suku bunga, reaksi utama justru diperkirakan muncul dari konvensi pers Jerome Powell.

“Dengan parameter inflasi tetap belum menunjukkan pelambatan resiko, Powell berpotensi mempertahankan nada hawkish,” ujarnya.

Dalam skenario hawkish tersebut, lanjutnya, pasar mata duit digital berpotensi kembali mengalami ‘bart’ alias reli singkat yang sigap dibalikkan oleh tekanan jual.

Baca Juga: Harga Bitcoin Hari Ini: Terkurung di Kisaran $88rb, Para Trader Tunggu Petunjuk dari Fed

Volatilitas juga dapat bertambah lantaran pada hari yang sama, sejumlah saham teknologi terbesar bakal merilis laporan kinerja, termasuk Tesla, Meta, dan Microsoft. Dirinya juga menyatakan bahwa emiten-emiten ini menjadi barometer sentimen risk-on di pasar saham.

“Jika hasilnya mengecewakan, sentimen bisa memburuk dan menekan aset beresiko, termasuk kripto. Sebaliknya, laporan yang kuat dapat memicu relief rally, meski tetap rentan lantaran waktunya berdekatan dengan agenda The Fed,” kata Rover.

Pada hari Kamis, sorotan beranjak ke informasi inflasi Producer Price Index (PPI) Amerika yang sering dipantau sebagai sinyal tekanan nilai dari sisi produsen. Crypto Rover menilai nomor PPI yang ‘panas’ bakal memperkecil kesempatan pemangkasan suku bunga, menekan ekspektasi likuiditas dan memperbesar tekanan pada aset kripto.

“Di hari yang sama, Apple juga dijadwalkan merilis laporan kinerja, yang menurutnya dapat memengaruhi sentimen pasar lebih luas lantaran bobotnya yang besar di indeks saham,” paparnya.

Rangkaian agenda tersebut kemudian ditutup dengan tenggat deadline potensi shutdown pemerintah Amerika pada Jumat mendatang. Rover mengingatkan bahwa bagian serupa sebelumnya diikuti tekanan berat di pasar mata duit digital lantaran likuiditas mengering.

“Kondisi saat ini bisa lebih rentan jika ketidakpastian fiskal kembali memicu risk-off,” pungkas Rover.

🚨BIG WARNING: THE NEXT 72 HOURS CAN MAKE OR BREAK CRYPTO.

This week has one of the most dangerous macro setups we’ve seen in months.

In the next 3 days, six major events are hitting the market.

1) Trump speaks today at 4 PM ET.

He will talk about the US economy and energy… pic.twitter.com/IbJLJNJekq

— Crypto Rover (@cryptorover) January 27, 2026

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Kincai Media ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan yang telah tayang di Kincai Media bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata duit digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincai Media tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya