Jangan langsung dipakai, ini cara menentukan sutil kayu berjamur masih layak digunakan atau tidak

Aug 08, 2026 09:00 AM - 1 hari yang lalu 48
Jangan langsung dipakai, ini langkah menentukan sutil kayu berjamur tetap layak digunakan alias tidak

foto ilustrasi: Gemini AI

Kincai Media - Sutil kayu banyak dipakai lantaran kondusif untuk wajan anti lengket dan nyaman digunakan saat memasak. Namun, berbeda dengan sutil berbahan silikon alias stainless steel, kayu mempunyai pori-pori yang dapat menyerap air, minyak, hingga sisa makanan jika tidak segera dibersihkan.

Kondisi tersebut membikin sutil kayu lebih mudah ditumbuhi jamur, terutama jika sering disimpan dalam keadaan lembap. Meski begitu, tidak semua sutil kayu yang berjamur kudu langsung dibuang. Ada beberapa tanda yang bisa membantu menentukan apakah perangkat masak tersebut tetap layak digunakan alias sebaiknya diganti.

Kenapa sutil kayu bisa berjamur?

Jamur biasanya tumbuh ketika permukaan kayu sering lembap dalam waktu lama. Karena mempunyai pori-pori alami, kayu lebih mudah menyerap air dibandingkan bahan lain sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk betul-betul kering.

Beberapa kondisi yang dapat memicu munculnya jamur antara lain:

- Sutil tidak dikeringkan hingga tuntas setelah dicuci.
- Disimpan di tempat yang lembap dan minim sirkulasi udara.
- Masih terdapat sisa minyak alias makanan pada permukaannya.
- Terlalu lama disimpan tanpa digunakan alias diperiksa kondisinya.
- Sering direndam dalam air dalam waktu lama.

Semakin sering kondisi tersebut terjadi, kesempatan jamur tumbuh pada permukaan kayu juga meningkat.

Apakah semua jamur pada sutil kayu tetap bisa dibersihkan?

Tidak selalu. Bila jamur hanya tampak tipis di permukaan, tidak disertai aroma menyengat, dan kondisi kayu tetap utuh, sutil tetap mungkin dibersihkan sebelum digunakan kembali.

Sebaliknya, jika jamur sudah menyebar luas, muncul berulang setelah dibersihkan, disertai aroma apek yang tidak hilang, alias kayu mulai retak dan lapuk, sebaiknya sutil diganti. Kondisi tersebut menunjukkan kebersihan dan kualitas kayu sudah menurun sehingga kurang ideal untuk bergesekan dengan makanan.

Ciri sutil kayu yang sebaiknya dibuang

Perhatikan beberapa tanda berikut sebelum memutuskan tetap memakai sutil kayu.

- Jamur hitam alias hijau menyebar di beberapa bagian.
- Bau apek tetap muncul meski sudah dicuci.
- Permukaan kayu retak alias pecah.
- Kayu mulai lapuk alias terasa lunak.
- Serabut kayu mudah terlepas saat digunakan.
- Jamur kembali muncul dalam waktu singkat setelah dibersihkan.

Jika menemukan satu alias beberapa tanda tersebut, mengganti sutil menjadi pilihan yang lebih bijak.

Jika jamurnya tetap tipis, begini langkah membersihkannya

Apabila jamur baru muncul di permukaan dan kondisi kayu tetap baik, sutil dapat dibersihkan terlebih dahulu.

Bahan/alat

- Air mengalir
- Sabun cuci piring
- Sikat berbulu lembut
- Kain bersih alias tisu dapur

Langkah

1. Bilas sutil menggunakan air mengalir.
2. Oleskan sabun cuci piring secukupnya.
3. Gosok seluruh permukaan memakai sikat lembut hingga bersih.
4. Bilas kembali sampai tidak ada sisa sabun.
5. Keringkan menggunakan kain bersih.
6. Jemur sejenak di tempat yang mendapat sinar mentari dan mempunyai sirkulasi udara baik.
7. Simpan setelah betul-betul kering.

Hindari merendam sutil kayu terlalu lama lantaran dapat membikin kayu menyerap lebih banyak air.

Cara menyimpan sutil kayu agar tidak mudah berjamur

Penyimpanan yang tepat membantu menjaga sutil tetap kering dan mengurangi akibat tumbuhnya jamur.

Beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan antara lain:

- Cuci segera setelah selesai memasak.
- Keringkan sampai betul-betul tidak lembap.
- Simpan di tempat terbuka dengan sirkulasi udara baik.
- Jangan langsung memasukkan ke laci saat tetap basah.
- Hindari merendam sutil terlalu lama.
- Periksa kondisi permukaan secara berkala.

Tabel: Kapan sutil kayu tetap bisa dipakai?

Kondisi Masih Aman Dipakai? Keterangan
Jamur tipis di permukaan Bisa dipertimbangkan setelah dibersihkan Pastikan jamur sudah betul-betul hilang, tidak ada aroma yang menetap, dan permukaan kayu tetap utuh tanpa kerusakan.
Bau normal Ya Tidak menunjukkan tanda kelembapan yang menetap alias pertumbuhan jamur pada kayu.
Permukaan tetap halus Ya Menandakan struktur kayu tetap baik dan belum mengalami kerusakan yang berarti.
Hanya terdapat noda Ya Bersihkan terlebih dulu sebelum digunakan kembali dan pastikan noda bukan berasal dari jamur.

Tabel: Tanda sutil kayu sebaiknya dibuang

Tanda Alasan
Jamur hitam alias hijau menyebar Sulit dipastikan hanya berada di permukaan lantaran jamur dapat masuk ke dalam pori-pori kayu.
Bau apek menetap Menunjukkan adanya kelembapan yang berjalan lama alias pertumbuhan mikroorganisme pada kayu.
Kayu retak Celah pada kayu dapat menjadi tempat menumpuknya sisa makanan, kotoran, dan kelembapan yang susah dibersihkan.
Kayu lapuk Menandakan struktur kayu telah melemah sehingga daya tahan dan kebersihannya menurun.
Serabut mudah lepas Berisiko ikut tercampur ke dalam makanan dan menandakan permukaan kayu mulai mengalami kerusakan.

Kapan waktu yang tepat mengganti sutil kayu?

Tidak ada patokan pasti mengenai berapa lama sutil kayu kudu diganti. Yang lebih krusial adalah rutin memeriksa kondisinya.

Jika permukaan tetap utuh, tidak berbau, dan selalu dibersihkan serta dikeringkan dengan baik, sutil dapat terus digunakan. Namun, jika sudah muncul jamur berulang, retakan, alias tanda kerusakan lain, menggantinya menjadi langkah yang lebih kondusif untuk menjaga kebersihan peralatan masak.

FAQ

1. Apakah sutil kayu boleh dicuci menggunakan mesin pencuci piring?

Sebagian besar sutil kayu tidak disarankan dicuci di mesin pencuci piring lantaran paparan air panas dan kelembapan dalam waktu lama dapat mempercepat kerusakan kayu.

2. Apakah sutil kayu perlu dijemur setiap selesai dicuci?

Tidak harus. Yang terpenting, sutil betul-betul kering sebelum disimpan. Menjemur sesekali dapat membantu mengurangi kelembapan jika cuaca memungkinkan.

3. Mana yang lebih tahan terhadap jamur, sutil kayu alias silikon?

Sutil silikon umumnya lebih tahan terhadap kelembapan lantaran tidak mempunyai pori-pori seperti kayu.

4. Apakah noda gelap pada sutil kayu selalu berfaedah jamur?

Tidak. Sebagian noda bisa berasal dari warna ramuan alias proses pemakaian. Perlu diperhatikan apakah noda disertai bau, tekstur berubah, alias muncul lapisan berbulu.

5. Bagaimana langkah memperpanjang usia pakai sutil kayu?

Cuci segera setelah digunakan, hindari merendam terlalu lama, keringkan hingga tuntas, dan simpan di tempat yang mempunyai sirkulasi udara baik.

(brl/tin)

Selengkapnya