5 Kalimat Sederhana Yang Bikin Anak Merasa Berharga Dan Dicintai

Jul 09, 2026 06:20 PM - 7 jam yang lalu 315

Jakarta -

Setiap anak mau merasa diterima dan dicintai tanpa syarat oleh orang tuanya. Salah satu langkah untuk membikin anak merasa berbobot dan dicintai adalah mengucapkan kalimat positif, Bunda.

Ucapan yang penuh perhatian dapat memperkuat rasa percaya diri, memberikan rasa aman, serta membantu anak memahami bahwa dirinya berharga. Melalui kata-kata yang tulus, orang tua juga dapat menciptakan ikatan emosional yang kuat dengan anaknya.

Para psikolog telah lama mengawasi bahwa bahasa sehari-hari di rumah menjadi 'suara batin' untuk anak. Ketika orang dewasa konsentrasi untuk memvalidasi emosi dan menawarkan kasih sayang tanpa syarat, anak-anak mulai merasa kondusif dengan diri mereka sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Membantu anak merasa dicintai dan spesial terpisah dari kerabat kandungnya dapat membentuk identitas mereka dan mempersiapkan kepercayaan diri mereka yang lebih baik di masa depan. Sebaliknya, anak-anak yang tidak merasakan ikatan unik dengan orang tua mungkin bakal berperilaku jelek di kemudian hari," kata psikolog anak berlisensi di Menlo Park, California, Laura Kauffman, PhD.

"Pada akhirnya, tujuan kita sebagai orang tua adalah untuk menyampaikan cinta tanpa syarat melalui perhatian yang terfokus dengan batas dan patokan yang jelas, yang memungkinkan anak untuk mentolerir jarak yang tak terhindarkan dalam perhatian kita," sambungnya dilansir laman Parents.

Kalimat sederhana yang bikin anak merasa berbobot dan dicintai

Ada beberapa kalimat positif yang dapat Bunda ucapkan ke anak agar dia merasa berbobot dan dicintai. Simak 5 kalimatnya, seperti dikutip dari Times of India:

1. "Bunda memperhatikan sungguh kerasnya Anda terus berusaha"

Kalimat pujian seperti ini cukup efektif untuk membikin anak merasa berbobot dan dicintai. Kalimat ini dapat menggambarkan perilaku, bukan identitas.

Studi yang diterbitkan di American Psychological Association menunjukkan bahwa pujian terhadap proses, termasuk pujian atas usaha, strategi, dan ketekunan, condong memberikan motivasi pada anak.

Sebaliknya, pujian yang terlalu berfokus pada sifat dapat menjadi bumerang, terutama setelah mengalami kemunduran. Pasalnya, perihal itu sama saja mengaitkan nilai seorang anak dengan kinerja.

Seorang anak yang terus-menerus mendengar "kamu sangat pintar" mungkin mulai takut menghadapi situasi di mana mereka mungkin gagal, lantaran kegagalan tidak lagi terasa seperti bagian normal dari pembelajaran. Hal itu mulai terasa seperti bukti bahwa identitas itu sendiri tidak pernah benar.

2. "Perasaan yang Anda rasakan itu masuk akal"

Anak-anak tidak memerlukan orang dewasa untuk memperbaiki setiap emosi. Mereka memerlukan orang dewasa untuk memahaminya terlebih dahulu.

Ketika seorang anak mendengar kata-kata seperti "Saya mengerti kenapa Anda merasa sedih" alias "Itu terdengar sangat sulit," maka sistem saraf mereka sering kali mulai tenang. Mereka belajar bahwa emosi bukanlah perihal yang rawan alias memalukan, tetapi pengalaman yang dapat dikelola dan berkarakter sementara.

Perlu dicatat, pengesahan adalah perangkat yang efektif lantaran agar anak merasa dilihat dan diterima. Validasi dengan kalimat sederhana ini dapat membantu anak-anak menenangkan diri dan merasa tidak terlalu sendirian di tengah emosi yang besar.

3. "Kamu punya kewenangan untuk beranggapan dalam perihal ini"

Rasa percaya diri tumbuh ketika anak-anak merasakan diri mereka sebagai 'individu' yang mampu, bukan hanya orang yang selalu menerima instruksi. Penelitian tentang support otonomi menunjukkan bahwa ketika orang tua mengambil perspektif anak, meminta masukan, dan memberikan beberapa pilihan nyata, anak-anak lebih condong merasa dianggap dan berharga.

Anak yang dipercaya untuk membikin keputusan yang sesuai dengan usianya, dapat terbiasa mengungkapkan pendapat. Ia juga bisa berkontribusi pada kehidupan family dengan memandang diri mereka sebagai seseorang yang penting.

Tapi perlu diingat, perihal itu tidak berfaedah anak-anak kudu mengendalikan setiap keputusan di rumah tangga. Sebaliknya, ini berfaedah menciptakan ruang di mana pemikiran mereka diakui, bukan diabaikan oleh orang tuanya.

4. "Tidak apa-apa membikin kesalahan"

Ungkapan ini krusial lantaran banyak anak belajar memperlakukan kesalahan sebagai bukti kegagalan pribadi. Mereka mulai menginternalisasi tekanan untuk melakukan semuanya dengan betul tanpa kudu menyalahkan diri terus.

Anak yang terus-menerus dikoreksi, dibandingkan, alias dikritik mungkin perlahan-lahan berakhir bereksperimen sama sekali. Alih-alih mengeksplorasi secara bebas, mereka mulai menghitung setiap langkah secara emosional, mencoba menghindari rasa malu dan kekecewaan, apalagi sebelum itu terjadi.

Beberapa anak menjadi terlalu berhati-hati, sementara yang lain berakhir berperan-serta sama sekali lantaran kegagalan membikin mereka merasa tidak kondusif secara emosional. Bahkan pujian pun dapat mulai terasa menegangkan ketika tampaknya hanya mengenai dengan pencapaian.

5. "Bunda mencintai kamu, apalagi saat keadaan sulit"

Kalimat ini mungkin ungkapan yang paling efektif untuk menenangkan anak ketika merasa jatuh. Penelitian tentang penghargaan tanpa syarat menunjukkan bahwa anak-anak yang merasa dihargai meskipun mengalami kemunduran bakal terlindungi dari emosi negatif terhadap diri sendiri. Pasalnya, apa yang mereka serap bukan hanya kasih sayang, tetapi juga stabilitas, di mana nilai diri anak tidak lenyap ketika mereka berjuang.

Ungkapan-ungkapan itu juga sukses lantaran membangun 'suara batin' anak. Seiring waktu, anak mulai mendengar apa yang telah diulang-ulang oleh orang tua. Melalui kalimat tersebut, anak dapat mengelola perasaannya dengan baik, bisa mengatasi kesalahan, dan tidak menganggap cinta sebagai hadiah.

Kalimat "Bunda mencintai kamu, apalagi saat keadaan sulit" dapat menunjukkan nilai diri menjadi sesuatu yang lebih dalam daripada pujian. Itu menjadi tempat di mana anak dapat berdiri sendiri dengan kuat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

Selengkapnya