Jogja Financial Festival Ajak Generasi Muda Kenali Aset Digital Dan Waspadai Love Scam

Jun 04, 2026 03:00 PM - 2 hari yang lalu 3175

Jakarta -

Jogja Financial Festival 2026 mendatangkan banyak master dan narasumber dengan beragam pembahasan yang sangat menarik. Para peserta diajak mengelola finansial dan berinvestasi secara bijak, dengan memahami beragam perihal termasuk modus-modus para penipu alias scammer.

Selain menegaskan apa saja tugas lembaganya dalam membantu masyarakat bisa hidup lebih sejahtera melalui beragam kebijakan untuk industri keuangan, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi juga menekankan beberapa perihal kepada para peserta. Terutama adalah jangan pernah jemu untuk belajar tentang finansial kepada generasi muda.

"Apapun cita-citamu. kalian kudu ngerti keuangan. Ada insinyur, ahli hidupnya acak-acakan lantaran enggak bisa kelola keuangan," ujar Friderica dalam Jogja Financial Festival 2026 di JEC, Jumat (22/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ia melanjutkan, perihal berikutnya adalah gimana generasi muda kudu bijak dalam menggunakan teknologi. Mengingat saat ini kemudahan dalam beraktivitas melalui teknologi juga memunculkan ancaman laten andaikan tidak diwaspadai alias dipahami.

"Sekarang kalian dibombardir yang rawan sekali jika kalian enggak tahu apa yang kalian gunakan, akhirnya kalian pencet-pencet lenyap itu ancaman sekali," ucap Friderica.

Tidak ketinggalan, dia juga menegaskan, bahwa sebagai generasi muda kudu berani membangun finansial sejak awal untuk meraih masa depan.

Dalam membangun aset finansial, peserta juga diajak berkenalan lebih mendalam dengan aset finansial digital alias kripto. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (ADK IAKD) OJK, Adi Budiarso membagikan tips memilih instrumen investasi aset digital yang kondusif bagi masyarakat di Indonesia. Pertama adalah mengecek perizinan aset mata duit digital tersebut di laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Mana yang kira-kira punya izin. Jadi yang menyediakan aset mata duit digital ini adalah pedagang, transaksinya di bursa. Pedagang yang punya izin saat ini jumlahnya 25. Tolong pilih itu, dan pilih salah satu dari 1.464 (aset mata duit digital yang dapat diperdagangkan tercatat OJK). Cek dahulu historisnya, baru putuskan," tegasnya.

Di lain sisi, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman menyebut bahwa, BI berbareng OJK telah menginisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) untuk melatih jagoan-jagoan digital Indonesia.

Dirinya mengatakan, sejak melangkah dari awal tahun ini, sudah ada 2.300 proposal yang masuk di PIDI dan tetap bakal terus bertambah.

"Yang dilatih sudah ada 800 proposal, dan setiap tim terdiri dari 2-5 orang. Jadi ada sekitar 3.000 orang yang dilatih selama 187 jam dan 22 hari," ungkap Aida.

Hal lain yang patut diperhatikan peserta Jogja Financial Festival 2026 dan oleh masyarakat pada umumnya, adalah modus penipuan yang bisa merugikan di masa depan. Friderica turut menekankan agar para peserta mewaspadai perihal tersebut.

"Ada impersonation. Terus penipuan investasi hati-hati, love scam hati itu hati-hati, dan mulai banyak, " tuturnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya