Jakarta -
Mengatasi kebiasaan bayi melepeh makanan bisa dilakukan dengan langkah yang tepat. Salah satunya adalah melalui stimulasi oromotor untuk membantu agar Si Kecil mau makan.
Tidak hanya itu, stimulasi ini juga disebut-sebut bisa mencegah speech delay alias keterlambatan bicara. Latihan oromotor bermaksud untuk meningkatkan kekuatan, koordinasi, serta pergerakan lidah, rahang, bibir, dan mulut.
Lebih dari itu, stimulasi ini membantu anak dalam mengucapkan bunyi dan kata dengan lebih jelas, Bunda. Berbagai jenis latihan ini juga dapat meningkatkan keahlian seperti mengolah makanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan keahlian oromotor yang baik, Si Kecil bakal lebih mudah mengontrol makanannya di dalam mulut. Lalu, kapan bayi bisa mulai melakukan stimulasi oromotor untuk mencegah kebiasaan melepeh makanan?
Kapan bayi mulai stimulasi oromotor untuk cegah melepeh makanan?
Ketika memasuki usia 6 bulan ke atas, bayi mulai dikenalkan dengan makanan pendamping ASI alias MPASI, Bunda. Menilik dari jurnal yang dipublikasikan di laman University of California, Berkeley, stimulasi oromotor direkomendasikan sekitar usia 4 hingga 6 bulan, terutama jika ada masalah mengenai pemberian makan.
Dikutip dari Journal of Clinical Chiropractic Pediatrics, memasuki usia 7 hingga 9 bulan, bayi sudah mulai menunjukkan perkembangan motorik yang cukup baik. Si Kecil juga mulai bisa mengolah makanan dengan tekstur yang lebih kasar.
Selain itu, dia juga belajar menggigit dan mengunyah makanan yang mudah hancur di mulut. Pada tahap ini, ada beberapa keahlian oromotor yang mulai terlihat, Bunda:
- Menutup bibir
- Mengikis makanan dari sendok dengan bibir atas (Kepala tetap dalam posisi netral dan bibir atas membersihkan sendok)
- Menggerakkan makanan dari sisi ke sisi di antara gusi dan ke pipi
- Gerakan lidah semakin aktif ke samping
Kemampuan tersebut biasanya mulai terlihat sekitar di usia 9 hingga 10 bulan. Di fase ini, bayi juga mulai lebih berdikari saat makan, Bunda.
Memasuki usia 12 bulan, keahlian oromotor alias keahlian makan anak sudah semakin terbentuk dengan baik. Mereka mulai lebih rapi saat makan dan bisa mengonsumsi beragam jenis makanan.
Pentingnya stimulasi oromotor untuk perkembangan bayi
Stimulasi oromotor tentu saja krusial dalam mendukung tumbuh kembang anak. Kemampuan ini tidak hanya berangkaian dengan makan saja, tetapi juga perkembangan bicaranya.
Hal ini dibuktikan langsung oleh penelitian dari Journal of Speech, Language, and Hearing Research bahwa keahlian motorik awal seperti gestur, motorik kasar dan lembut berangkaian dengan keahlian bahasa anak. Artinya, perkembangan di area ini saling berhubungan, ya.
Selain itu, latihan oromotor juga bagus untuk meningkatkan keahlian mengunyah dan mengontrol air liur. Dikutip dari laman Springer Nature Link, latihan seperti ini disarankan untuk dilakukan sedini mungkin.
Melalui latihan tersebut, kekuatan dan koordinasi otot Si Kecil bakal meningkat, Bunda. Meski begitu, ada beberapa tanda bahwa anak mungkin perlu jarak sejenak dari stimulasi oromotor seperti:
- Jika anak telah menguasai latihan.
- Jika anak terlihat jenuh, lelah, alias mulai menghindari kegiatan stimulasi.
Bunda juga perlu memantau perkembangan anak dan menyesuaikan latihan yang diberikan, ya. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan mahir agar stimulasi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan Si Kecil.
Aktivitas stimulasi oromotor yang bisa dicoba di rumah
Berikut ini ada beberapa langkah stimulasi oromotor bayi yang bisa Bunda lakukan di rumah. Simak selengkapnya:
1. Bermain tiup gelembung
Bunda bisa gunakan perangkat kreator gelembung lampau ajak Si Kecil meniup bersama. Kegiatan ini dapat melatih kekuatan otot mulut sekaligus mengatur napas dan membentuk aktivitas bibir anak.
2. Minum menggunakan sedotan
Cobalah berikan minuman dengan tingkat kekentalan berbeda seperti susu alias smoothie menggunakan sedotan. Cara ini bisa melatih kekuatan bibir dan otot pipi Si Kecil.
3. Meniru aktivitas lidah
Selanjutnya, Bunda bisa ajak anak bermain dengan menggerakkan lidah ke atas menyentuh langit-langit mulut, lampau menahannya sampai beberapa detik. Lakukan berulang agar otot lidah mereka semakin terlatih.
4. Mengenalkan beragam tekstur makanan
Berikan ragam makanan dengan tekstur yang berbeda agar anak terbiasa. Aktivitas ini dapat melatih otot tenggorokan dan membantu anak lebih terkoordinasi saat menelan makanan.
5. Bermain ekspresi di depan cermin
Berikutnya, ajak Si Kecil bermain sembari tunjukkan beragam ekspresi wajah di depan cermin. Cara ini bisa bikin mereka lebih tertarik sekaligus melatih otot wajahnya, Bunda.
Itulah penjelasan mengenai kapan bayi mulai stimulasi oromotor untuk mencegah kebiasaan melepeh makanan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·