Ternyata Cara Menggenggam Tangan Bisa Ungkap Risiko Bahaya Saat Hamil

May 02, 2026 12:40 PM - 50 menit yang lalu 3

Jakarta -

Risiko ancaman saat mengandung umumnya dapat diketahui dari pemeriksaan medis. Namun, studi terbaru menemukan bahwa akibat ini rupanya dapat dilihat dari langkah menggenggam tangan ibu hamil, Bunda.

Beberapa studi prospektif pada populasi umum telah menunjukkan bahwa kekuatan genggaman yang lebih rendah dikaitkan dengan peningkatan akibat penyakit kardiovaskular hingga kematian. Namun, hubungan antara kekuatan genggaman dan gangguan hipertensi di kehamilan tetap belum diketahui dengan jelas pada ibu hamil.

Selain itu, studi sebelumnya telah melaporkan temuan yang tidak konsisten mengenai kekuatan genggaman absolut dan kekuatan genggaman relatif (yaitu, kekuatan genggaman berasas berat badan) dalam kaitannya dengan hasil kesehatan. Padahal, baik ukuran absolut maupun relatif kudu dipertimbangkan ketika memahami hubungan antara kekuatan genggaman dan hasil kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, sebuah studi yang diterbitkan di Chinese Medical Journal pada awal April 2026 mencoba mengungkap kaitan genggaman ibu mengandung dan akibat kesehatan. Studi yang dipimpin oleh Profesor An Pan dan Dr. Yuxiang Wang ini meneliti hubungan antara kekuatan genggaman absolut dan relatif pada awal kehamilan dengan akibat gangguan hipertensi pada kehamilan.

Dilansir laman News Medical, studi ini melibatkan 6.802 ibu mengandung dari Tongji-Huaxi-Shuangliu Birth Cohort, dengan usia rata-rata peserta adalah 26,6 tahun. Selama masa tindak lanjut, 180 peserta didiagnosis menderita gangguan hipertensi pada kehamilan.

Dalam studi ini, kekuatan genggaman diukur pada awal kehamilan dan dinilai dengan tiga cara, ialah kekuatan genggaman absolut dan dua indeks relatif alias kekuatan genggaman berasas indeks massa tubuh (IMT) alias berat badan.

Hasil penelitian tantang genggaman tangan dan akibat pada kehamilan

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan terbalik antara kekuatan genggaman dan akibat penyakit hipertensi. Analisis juga menunjukkan hubungan nonlinier antara kekuatan genggaman absolut dan akibat hipertensi.

Sementara itu, akibat ditemukan tetap stabil pada tingkat kekuatan genggaman absolut yang lebih rendah tetapi menurun secara setelah mencapai periode pemisah tertentu. Sebaliknya, kedua ukuran kekuatan genggaman relatif menunjukkan adanya hubungan dengan akibat hipertensi. Menurut An Pan, sebagian perbedaan ini mungkin dapat dijelaskan oleh hubungan antara kekuatan genggaman dan berat badan, Bunda.

"Kekuatan genggaman absolut condong lebih tinggi pada perseorangan dengan massa tubuh yang lebih besar, tetapi berat badan yang lebih tinggi itu sendiri merupakan aspek akibat hipertensi pada kehamilan," katanya.

"Sedangkan, peningkatan mini dalam kekuatan otot mungkin tidak mengimbangi pengaruh rawan dari kelebihan massa lemak, yang sebagian menjelaskan hubungan non-linier yang diamati," sambungnya.

Ahn Pan menambahkan bahwa beberapa sistem biologis dapat menghubungkan kekuatan otot dengan hipertensi pada kehamilan. Oleh lantaran itu, melatih genggaman disebut bisa menurunkan akibat yang berangkaian dengan hipertensi, Bunda.

"Latihan genggaman tangan telah terbukti mengurangi stres oksidatif dan peradangan, dua jalur utama dalam perkembangan hipertensi pada kehamilan. Miokin yang dilepaskan dari otot yang berkontraksi, seperti irisin, juga dapat memberikan pengaruh anti-hipertensi," ungkap Ahn Pan.

"Studi pada hewan menunjukkan bahwa peningkatan kadar irisin dapat memperbaiki preeklamsia dengan meningkatkan remodeling vaskular dan implantasi embrio. Studi kohort dan uji klinis lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan apakah peningkatan kekuatan genggaman dapat membantu mengurangi akibat hipertensi pada kehamilan," sambungnya.

Kesimpulan dari studi ini secara komprehensif menyelidiki hubungan antara kekuatan genggaman absolut dan relatif dengan kejadian hipertensi pada kehamilan. Hubungan yang kuat antara kekuatan genggaman relatif dan hipertensi di seluruh subkelompok menunjukkan potensinya sebagai perangkat sederhana untuk mengelompokkan akibat hipertensi.

Perlu diketahui, gangguan hipertensi pada kehamilan menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu dan janin mengenai kehamilan di seluruh dunia. Menurut ulasan di American Hearth Association (AHA), gangguan hipertensi ini meliputi hipertensi kronis, hipertensi gestasional, preeklamsia atau eklampsia, dan preeklamsia yang tumpang tindih dengan hipertensi kronis.

Demikian hasil studi yang menemukan kaitan antara langkah menggenggam tangan dengan gangguan hipertensi pada kehamilan. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Selengkapnya