Kenali 4 Posisi Plasenta dan Pengaruhnya pada Kehamilan

Jun 04, 2026 11:30 AM - 2 bulan yang lalu 66469

Plasenta berkedudukan besar dalam menyalurkan oksigen dan nutrisi dan kehamilan. Dan posisi plasenta juga berbeda-beda di setiap ibu hamil. Lantas, apa pengaruh posisi plasenta pada kehamilan?

Posisi plasenta biasanya baru diketahui saat USG di trimester kedua alias sekitar usia kehamilan 18-22 minggu.

Berdasarkan penjelasan Nebraska Medicine dalam lamannya, posisi plasenta umumnya normal, tapi bisa memengaruhi sensasi aktivitas bayi hingga langkah pemantauan kehamilan dilakukan.


Apa itu posisi plasenta?

Posisi plasenta adalah letak menempelnya plasenta pada tembok rahim setelah terjadi proses implantasi. Dokter biasanya mengetahuinya lewat USG kehamilan. Ini biasanya pemindaian transabdominal yang dilakukan pada janji jumpa anatomi pada usia kehamilan 20 minggu.

Ada beberapa posisi plasenta yang umum dan semuanya bisa dianggap normal, tergantung kondisi kehamilan.

1. Anterior

Posisi ini cukup sering ditemukan. Pada posisi ini, plasenta menempel di bagian depan rahim sehingga berada di antara bayi dan tembok perut ibu. 

Karena terletak di tembok depan rahim, plasenta ini dapat bertindak sebagai penyangga antara bayi dan bagian luar perut Anda.

"Biasanya, ibu-ibu tersebut merasakan aktivitas lebih di sisi, atas, dan bawah perut mereka dibandingkan tepat di tengah,” kata Bidan bersertifikat Diane Johnson, APRN-CNM. 

Dampak jika posisi plasenta anterior adalah: 

  • Gerakan bayi bisa terasa lebih lembut.
  • Tendangan bayi mungkin terasa teredam.
  • Ibu terkadang merasa lebih lama merasakan aktivitas bayi.

Menurut perawat bersertifikat yang dikutip Nebraska Medicine, plasenta anterior bisa membikin sensasi aktivitas bayi terasa berbeda, tetapi tetap normal selama perkembangan janin baik.

2. Posterior

Plasenta posterior berada di bagian belakang rahim, dekat dengan tulang punggung ibu. Dengan plasenta posterior, tidak ada penyangga, sehingga aktivitas condong terasa lebih langsung. Posisi ini sering membikin ibu lebih sigap menyadari aktivitas janin.

Dampaknya posisi posterior:

  • Gerakan bayi biasanya lebih jelas terasa.
  • Tendangan terasa lebih 'langsung'.

3. Fundal 

Plasenta fundal menempel di bagian atas rahim.

Dampaknya:

  • Posisi plasenta umumnya tidak mengganggu aktivitas bayi.
  • Termasuk posisi yang paling netral.
  • Tidak banyak memengaruhi proses persalinan.

Posisi ini juga dianggap sebagai salah satu ragam normal plasenta.

4. Lateral 

Pada posisi ini, plasenta berada di salah satu sisi rahim ialah kiri alias kanan rahim.

Dampaknya:

  • Gerakan bayi bisa terasa berbeda tergantung posisi plasenta.
  • Posisi ini biasanya tidak menimbulkan komplikasi.
  • Tetap termasuk posisi normal.

Plasenta letak rendah dan plasenta previa

Selain empat posisi utama, ada juga kondisi yang perlu mendapat perhatian khusus:

1. Plasenta letak rendah

Plasenta letak rendah berfaedah tepi plasenta berada dalam jarak 2 sentimeter dari ostium serviks internal, ialah bukaan serviks. Johnson mengatakan ini adalah sesuatu yang dipantau oleh penyedia jasa kesehatan, tetapi seringkali bakal sembuh dengan sendirinya.

"Saat rahim membesar, plasenta, lantaran melekat pada tembok rahim, bakal semakin menjauh dari serviks," katanya.

Dengan kata lain, plasenta tidak terlepas dan menempel kembali, plasenta hanya bergerak berbareng rahim yang membesar. Plasenta letak rendah biasanya dievaluasi ulang antara minggu ke-28 dan ke-32 untuk memandang apakah plasenta telah bergeser cukup jauh.

2. Plasenta previa

Plasenta previa terjadi ketika plasenta menutupi sebagian alias seluruh ostium serviks bagian dalam. Plasenta previa dievaluasi lebih menyeluruh dengan USG transvaginal untuk menentukan seberapa banyak serviks yang terlibat.

Tidak seperti plasenta letak rendah, plasenta previa berisiko perdarahan yang lebih tinggi selama kehamilan dan memerlukan pemantauan yang lebih ketat.

USG lanjutan dapat dijadwalkan setiap empat hingga delapan minggu, tergantung pada penyedia jasa kesehatan dan situasi ibu hamil.

Pasien dengan plasenta previa alias plasenta letak rendah mungkin diminta untuk beristirahat total. Ini artinya tidak ada kegiatan di dalam memek untuk mengurangi akibat perdarahan.

Apakah posisi plasenta berbahaya?

Sebagian besar posisi plasenta tidak rawan dan tidak memengaruhi kehamilan secara signifikan. Namun, master biasanya bakal memantau lebih ketat jika ditemukan:

  • Plasenta letak rendah
  • Plasenta previa
  • Perubahan aktivitas janin

Posisi plasenta memengaruhi persalinan?

Untuk empat posisi normal, letak plasenta biasanya tidak mengubah langkah melahirkan. Namun, orang dengan plasenta anterior mungkin lebih condong mempunyai bayi posterior, ialah bayi yang menghadap ke atas daripada ke arah tulang belakang. Ini lantaran posisi tali pusar dan plasenta. Hal ini dapat membikin persalinan terasa berbeda, meskipun tidak selalu mengubah langkah persalinan.

Untuk plasenta previa, berbeda. "Anda tidak dapat melahirkan bayi Anda melalui plasenta, jelas, itu tidak aman," kata Johnson.

Jika previa tetap ada pada usia kehamilan 36 minggu alias lebih maka memerlukan operasi caesar. Plasenta yang letaknya rendah dan belum cukup jauh dari serviks pada trimester ketiga juga kemungkinan bakal mengakibatkan operasi caesar.

Singkatnya, sebagian besar posisi plasenta sepenuhnya normal dan tidak memerlukan penanganan khusus. Jika penyedia jasa kesehatan menyebut plasenta letak rendah alias plasenta previa pada pemeriksaan USG anatomi, maka memerlukan lanjutan. Dan kebanyakan temuan ini bakal lenyap sebelum persalinan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya