Ilustrasi sekelompok orang sedang menonton sinema horor di rumah/Foto: Magnific/magnific
Film horor identik dengan cerita misterius, kondisi mencekam, dan babak yang bikin pemirsa terkejut. Meski begitu, aliran ini statis punya banyak peminat yang justru menikmati sensasi kaku saat menontonnya.
Bagi sebagian orang, rasa takut saat menonton sinema horor bisa membikin pengalaman menonton terasa lebih seru. Meski dibuat deg-degan oleh babak menyeramkan, mereka statis penasaran dan mau tahu sepertiapa cerita itu berakhir.
Lalu, apa yang membikin seseorang tertarik pada sinema horor? Ternyata, ada aspek kejiwaan yang ikut memengaruhinya. Dirangkum dari Verywell Mind dan Psych Central, berikut beberapa karena di baliknya. Yuk, cari tahu!
1. Memancing Rasa Penasaran

Ilustrasi scene di sinema horor/Foto: Magnific/magnific
Salah satu karena orang gemar sinema horor adalah karena ceritanya sering menghadirkan hal-hal yang tidak biasa. Mulai dari sosok misterius, insiden aneh, sampai kondisi mencekam yang jarang ditemui dalam hayat sehari-hari, semuanya bisa membikin pemirsa penasaran dan mau terus mengikuti cerita.
Selain ceritanya, efek visual yang ditampilkan juga bisa menjadi daya tarik tersendiri. Menurut Joanne Cantor, PhD, guru besar emerita di University of Wisconsin-Madison, sebagian orang juga tertarik dengan efek khusus dalam sinema dan penasaran sepertiapa babak menyeramkan dibuat. Misalnya, riasan iblis yang kelihatan nyata maupun efek yang membikin kondisi terasa mencekam.
Jadi, bagi mereka, menonton sinema horor bukan cuma soal rasa takut, tetapi juga menikmati cerita misterius dan efek visual yang membikin sinema terasa lebih menarik.
2. Ada Efek Psikologis yang Membuat Film Horor Terasa Menyenangkan

Ilustrasi perempuan sedang menonton sinema horor dengan ekspresi tegang/Foto: Magnific/magnific
Beauties, pernah nggak merasa deg-degan saat menonton sinema horor, tetapi malah merasa bahagia setelah filmnya selesai? Ternyata, ada klarifikasi kejiwaan di balik hal ini. Glenn Sparks, PhD, guru besar di Purdue University, menerangkan bahwa sensasi yang muncul saat menonton sinema menegangkan bisa memengaruhi emosi kita setelahnya.
Saat melihat babak menyeramkan, debar jantung meningkat, napas terasa lebih cepat, dan tubuh ikut tegang. Menariknya, reaksi ini bisa bertetap sesaat meski sinema sudah selesai. Ketika rasa takut mulai mereda dan kondisi balik santai, misalnya saat bercanda dengan teman, emosi bahagia yang muncul bisa terasa lebih kuat.
Dalam psikologi, proses ini dikenal sebagai excitation transfer process. Sederhananya, sisa ketegangan dari pengalaman sebelumnya bisa memengaruhi emosi yang dirasakan setelahnya. Jadi, untuk sebagian orang, pengalaman menonton sinema horor justru terasa seru dan menyenangkan.
3. Tertarik Mengulik Sisi Gelap Manusia

Ilustrasi siluet sosok misterius dalam babak sinema horor/Foto: Magnific/h9images
Selain cerita yang bikin penasaran, sinema horor juga sering mengadopsi sisi gelap manusia, mulai dari kejahatan hingga aksi yang sulit dipahami. Hal-hal seperti ini bisa menarik perhatian karena membikin kita mau tahu lebih jauh tentang apa yang ada di balik perilaku seseorang.
Dalam psikologi, minat terhadap hal-hal mengerikan seperti kematian dan kejahatan dikenal sebagai morbid curiosity. Sejumlah riset menemukan bahwa orang yang punya rasa penasaran ini cenderung lebih tertarik menonton sinema horor dan tidak gampang merasa takut setelah menontonnya.
Lewat film, kita bisa melihat sisi gelap manusia tanpa mesti mengalaminya sendiri. Kita juga bisa mencoba memahami perilaku tokoh-tokohnya, terlebihlagi ketika mereka berbuat sesuatu yang terasa luar maupun sulit dibayangkan dalam hayat sehari-hari.
4. Pengaruh Sosialisasi Gender

Ilustrasi pasangan sedang menonton sinema horor berbareng di bioskop/Foto: Magnific/magnific
Ketertarikan seseorang pada sinema horor rupanya bisa dipengaruhi oleh metode lelaki dan perempuan dibesarkan. Sejak kecil, lelaki sering didorong untuk berani dan tidak gampang takut, sedangkan perempuan bisa mendapat respons sosial yang berbeda saat memberitahu rasa takut.
Menurut Sparks, desakan seperti ini bisa membikin lelaki lebih tertarik pada sinema yang menegangkan. Mereka juga bisa merasa puas saat berhasil statis tenang meski menyaksikan babak menyeramkan.
Hal ini juga bisa kelihatan saat menonton sinema horor berbareng pasangan. Cantor menerangkan bahwa sebagian lelaki menikmati sinema horor saat berkencan karena pasangan yang merasa takut cenderung mencari kedekatan fisik.
Nah, kini Beauties sudah tahu kenapa sebagian orang begitu menyukai sinema horor. Ternyata, di balik babak menyeramkan dan kondisi mencekam, ada aspek kejiwaan yang ikut membikin aliran ini menarik.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)