Jakarta -
Tak sedikit Bunda yang menyadari tubuhnya tidak seperti dulu lagi setelah melahirkan. Perut dan tetek mungkin terasa membesar. Namun, pernahkah Bunda bertanya-tanya kenapa pinggul setelah melahirkan justru tampak lebih rata?
Perubahan ini sering disebut sebagai mom butt alias 'bokong ibu'. Meski bukan istilah medis, kondisi ini rupanya cukup umum terjadi setelah kehamilan dan persalinan.
Para mahir menyebut perubahan postur tubuh, melemahnya otot bokong, hingga kebiasaan menggendong bayi dapat membikin pinggul setelah melahirkan tampak lebih rata.
Mengapa pinggul setelah melahirkan bisa menjadi lebih rata?
Bokong setelah melahirkan dapat terlihat lebih rata lantaran beberapa perubahan yang terjadi selama kehamilan dan masa nifas. Mulai dari perubahan postur tubuh, melemahnya otot inti (core), hingga perubahan langkah tubuh menggunakan otot pinggul untuk menjaga keseimbangan.
Dokter ahli obstetri dan ginekologi Dr Kimberlee Coleman mengatakan bahwa berkurangnya tonus otot pinggul selama kehamilan umum terjadi.
"Meskipun 'mom butt' bukan istilah medis, kondisi ini cukup sering dikeluhkan oleh ibu setelah melahirkan," katanya, dikutip dari Parents.
Selain kegiatan fisik, usia, dan aspek genetik, beberapa mahir juga menyebut perubahan hormonal selama kehamilan ikut memengaruhi kondisi tersebut.
Perubahan postur menjadi salah satu penyebab utamanya
Menurut fisioterapis dasar panggul yang juga sebagai pendiri Connect Pelvic Floor Fitness di Grand Rapids, Michigan, Dr Caroline Packard, salah satu penyebab terbesar pinggul menjadi lebih rata setelah melahirkan adalah perubahan postur tubuh.
Selama kehamilan, tubuh melepaskan hormon relaksin yang membantu melonggarkan ligamen di sekitar panggul sebagai persiapan persalinan. Seiring janin bertambah besar dan lebih berat, pusat gravitasi tubuh ikut bergeser sehingga banyak ibu tanpa sadar mendorong panggul ke depan dan melengkungkan punggung untuk menjaga keseimbangan.
"Untuk mengimbanginya, banyak wanita akhirnya mengencangkan otot pinggul mereka dan mendorong pinggul mereka ke depan hanya untuk merasa stabil di atas kaki mereka," jelas Dr Packard.
Akibatnya, banyak wanita dengan postur kehamilan klasik dengan perut terdorong ke depan dan punggung yang melengkung. Alhasil pinggul tampak lebih datar dibandingkan sebelum hamil.
Dr Packard bilang, ketika otot pinggul terus-menerus bekerja untuk membantu menjaga keseimbangan tubuh, otot tersebut dapat menjadi terlalu tegang sehingga fungsinya menjadi kurang optimal.
Kebiasaan menggendong bayi juga ikut berpengaruh
Perubahan postur sering bersambung setelah melahirkan. Menurut Dr Packard, kebiasaan menggendong bayi dalam waktu lama juga dapat membikin tubuh Bunda kembali menyesuaikan posisi agar tetap seimbang.
Jika otot inti tetap lemah setelah melahirkan, tubuh condong mengandalkan punggung bawah dan otot pinggul untuk menopang beban.
"Jadi, tubuh Anda mendorong pinggul Anda ke bawah dan memiringkan punggung atas Anda ke belakang untuk menyeimbangkan berat di lengan Anda. Otot pinggul akhirnya melakukan pekerjaan yang sama seperti sebelumnya," kata Dr Packard.
Dalam jangka panjang, perubahan pola mobilitas dan berkurangnya aktivasi otot pinggul diduga dapat membikin pinggul tampak lebih rata pada sebagian perempuan. Bahkan, sebagian ibu juga mulai merasakan nyeri punggung bawah akibat perubahan pola kerja otot tersebut.
Apakah pinggul setelah melahirkan bisa kembali seperti semula?
Kabar baiknya, perubahan ini umumnya bukan berkarakter permanen. Dr Coleman mengatakan, ibu dapat membantu menjaga kekuatan otot selama kehamilan dengan tetap aktif bergerak sesuai rekomendasi master serta menggunakan penyangga kehamilan jika diperlukan untuk membantu menjaga postur.
Sementara setelah melahirkan, ada beberapa latihan yang menargetkan otot bokong, seperti glute bridge, squat, hip thrust, lunge, maupun donkey kick. Latihan ini dapat membantu membangun kembali kekuatan otot secara bertahap.
Namun, Dr Packard mengingatkan bahwa sebelum mulai memperkuat otot bokong, krusial untuk terlebih dulu mengurangi ketegangan otot melalui peregangan ringan. Dengan begitu, otot dapat kembali bekerja sesuai fungsinya.
Ada banyak latihan mengenai yoga untuk membantu melepaskan ketegangan di pinggul (seperti seated twist, pigeon pose, downward-facing dog) tetapi dia paling sering merekomendasikan peregangan engsel sederhana.
"Terkadang itu berfaedah hanya membungkuk, membiarkan tulang belakang memanjang dan lurus, dan betul-betul membiarkan bagian belakang panggul dan pinggul terbuka," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai. "Tubuh merespons dengan baik terhadap aktivitas yang tepat, apalagi beberapa tahun setelah melahirkan," katanya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·