Kincai Media ,JAKARTA -- Umat Nabi Muhammad SAW mempunyai kedudukan spesial di sisi Allah SWT. Selain menjadi umat terakhir yang diutus ke dunia, mereka juga mendapat kehormatan besar pada hari kiamat, ialah menjadi saksi atas umat-umat terdahulu bahwa para nabi telah menyampaikan risalah Allah kepada kaumnya. Keistimewaan ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah dan dikaitkan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 143 tentang umat Islam sebagai ummatan wasathan (umat pertengahan).
Imam Abu Laits As-Samarqandi dalam kitab Tanbihul Ghafilin menuliskan bahwa Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berbicara bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Sesungguhnya yang bakal pertama dipanggil kelak pada hari hariakhir adalah Nabi Nuh Alaihissalam dan umatnya. Kemudian ditanyakan kepada Nabi Nuh, 'Apakah Anda telah menyampaikan apa yang telah Aku turunkan kepadamu?' Ia menjawab, 'Sudah, wahai Tuhanku'."
"Kemudian ditanyakan kepada umatnya, 'Apakah Nuh telah menyampaikan kepadamu aliran Allah?' Mereka menjawab, 'Tidak, demi Allah. Seandainya Engkau mengutus seorang utusan kepada kami, niscaya kami mengikuti ajaran-ajaran-Mu dan kami termasuk orang-orang yang beriman. Akan tetapi, dia tidak menyampaikan kepada kami apa yang telah Engkau perintahkan'."
"Kemudian dikatakan kepada Nabi Nuh, 'Mereka menyatakan bahwa Anda tidak menyampaikan apa-apa kepada mereka. Maka, apakah Anda mempunyai saksi untuk menyangkal mereka?' Ia menjawab, 'Ya'."
"Ditanyakan, 'Siapakah mereka (yang jadi saksi) itu?' Ia menjawab, 'Umat Muhammad SAW'."
"Kemudian umat Muhammad dipanggil dan ditanya, dan mereka menyatakan, 'Benar, kami bersaksi bahwa Nuh Alaihissalam telah menyampaikan risalah kepada kaumnya'."
English (US) ·
Indonesian (ID) ·