Jakarta -
Banyak pasangan suami istri (pasutri) yang mengenal bahwa program bayi tabung alias in vitro fertilization (IVF) berkesempatan lebih besar menghasilkan kehamilan kembar. Bahkan tidak sedikit pasutri yang datang berambisi mengandung kembar. Yuk, ketahui kesempatan dan risikonya.
Ada banyak perihal yang perlu pasutri pahami sebelum melakukan program bayi tabung. Sebab, kehamilan kembar lewat IVF bukan hanya soal kesempatan yang lebih besar, tetapi juga mempunyai akibat medis yang berbeda dibanding kehamilan tunggal.
Apakah IVF bisa membikin mengandung bayi kembar?
Fertilisasi in vitro adalah jenis perawatan kesuburan paling efektif yang melibatkan penanganan sel telur alias embrio dan sperma. Kelompok perawatan ini disebut teknologi reproduksi berbantuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir MayoClinic, kesempatan seseorang untuk mempunyai bayi yang sehat melalui IVF berjuntai pada banyak faktor, seperti usia dan penyebab infertilitas. Terlebih lagi, IVF melibatkan prosedur yang menyantap waktu, mahal, dan invasif.
Selain itu IVF juga berangkaian dengan meningkatnya kesempatan kehamilan kembar jika lebih dari satu embrio ditempatkan di rahim. Ini disebut kehamilan ganda. Namun menurut Herald Sun, saat ini banyak klinik fertilitas mulai menerapkan metode single embryo transfer alias transfer satu embrio demi menekan akibat kehamilan kembar yang berisiko tinggi.
Seberapa besar kesempatan mengandung kembar lewat IVF?
Peluang Bunda mengandung kembar lewat IVF dipengaruhi banyak faktor, seperti:
- Usia ibu
- Jumlah embrio yang ditransfer
- Kualitas embrio
- Kondisi kesehatan reproduksi
- Riwayat kehamilan sebelumnya
Penelitian dalam jurnal BMC Pregnancy and Childbirth menyebut bahwa transfer dua embrio meningkatkan kemungkinan kehamilan kembar dibanding transfer satu embrio.
Namun, banyak mahir yang sekarang lebih berhati-hati lantaran kehamilan kembar berisiko lebih tinggi untuk ibu dan bayi.
Sebenarnya, sasaran utama program IVF bukan hanya 'berhasil hamil', tetapi mendapatkan satu bayi sehat dan ibu yang juga sehat. Dan pendekatan IVF modern sekarang lebih menekankan keamanan kehamilan dibanding mengejar jumlah janin lebih banyak dalam satu waktu.
Risiko mengandung bayi kembar lewat IVF
Hamil lebih dari satu bayi memang menyenangkan tapi kehamilan ini meningkatkan akibat komplikasi. Komplikasi yang paling umum antara lain:
1. Persalinan dan kelahiran prematur
Lebih dari 60 persen bayi kembar dan nyaris semua bayi kembar lebih dari satu lahir prematur (lahir sebelum 37 minggu). Risiko kelahiran awal semakin tinggi jika jumlah janin dalam kehamilan semakin banyak.
Bayi prematur lahir sebelum tubuh dan sistem organnya sepenuhnya matang. Bayi-bayi ini sering kali kecil, dengan berat lahir rendah (kurang dari 2.500 gram alias 5,5 pon), dan bayi ini mungkin memerlukan support pernapasan, makan, melawan infeksi, dan tetap hangat.
2. Hipertensi gestasional
Perempuan dengan kehamilan kembar mempunyai kemungkinan lebih dari dua kali lipat mengalami tekanan hipertensi selama kehamilan. Kondisi ini seringkali berkembang lebih awal dan lebih parah daripada kehamilan dengan satu bayi. Hal ini juga dapat meningkatkan kemungkinan abrupsio plasenta (pelepasan plasenta dini).
3. Sindrom transfusi kembar ke kembar
Sindrom transfusi kembar ke kembar (TTTS) adalah kondisi plasenta yang hanya berkembang pada kembar identik yang berbagi plasenta. Pembuluh darah terhubung di dalam plasenta dan mengalihkan darah dari satu janin ke janin lainnya. Kondisi ini terjadi pada sekitar 15 persen bayi kembar dengan plasenta bersama.
Pada TTTS, darah dialihkan dari satu janin ke janin lainnya melalui hubungan pembuluh darah di plasenta bersama. Seiring waktu, janin penerima menerima terlalu banyak darah, yang dapat membebani sistem kardiovaskular dan menyebabkan terlalu banyak cairan amnion terbentuk. Janin donor yang lebih mini tidak mendapatkan cukup darah dan mempunyai jumlah cairan amnion yang rendah.
4. Risiko bayi lahir dengan berat badan rendah
IVF dan kehamilan multiple berangkaian dengan meningkatnya akibat bayi lahir dengan berat badan rendah.
5. Risiko operasi caesar lebih besar
Posisi janin pada kehamilan kembar sering kali membikin lebih susah melakukan persalinan normal. Karena itu, operasi caesar lebih sering diperlukan pada ibu mengandung kembar.
Apakah semua kehamilan kembar lewat IVF berbahaya?
Kehamilan lewat IVF tidak selalu berbahaya. Banyak ibu dengan kehamilan kembar IVF tetap dapat menjalani kehamilan dengan sehat hingga persalinan.
Namun memang, kehamilan kembar memerlukan:
- Lebih rutin kontrol.
- Pemantauan tumbuh kembang janin
- Lebih perhatian terhadap tekanan darah dan gula darah
- Kesiapan menghadapi persalinan prematur
Karena itu, sebaiknya selalu membicarakan keputusan jumlah embrio yang ditransfer berbareng master ahli fertilitas.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·