Kisah Bunda Tangguh, Semangat Ikut Serta Lari Maraton Saat Hamil 30 Minggu

Apr 26, 2026 11:00 AM - 1 hari yang lalu 1769

Jakarta -

Menjalani kehamilan di trimester ketiga, kebanyakan Bunda mungkin lebih memilih banyak beristirahat lantaran beban perut yang semakin besar dan nafas yang sudah suka ngos-ngosan.

Tapi berbeda dengan Bunda satu ini. Bayangkan saja Bunda, sudah masuk kehamilan trimester ketiga, dia sangat aktif, apalagi bersiap mengikuti maraton saat usia kehamilannya sudah 30 minggu!

Lari maraton saat mengandung 7 bulan

Seorang Bunda asal Skotlandia berjulukan Samantha Donaldson memutuskan untuk ikut arena London Marathon saat dia tengah mengandung sekitar 30 minggu alias sekitar 7 bulan. Di usia 33 tahun, Samantha yang sudah mempunyai satu anak ini tetap percaya diri mengikuti lomba lari jarak jauh tersebut.

Ia apalagi menyebut bahwa dirinya sudah terbiasa berlari sejak sebelum hamil, sehingga tubuhnya relatif siap untuk kegiatan bentuk tersebut. "Saya memang selalu menjadi orang yang sangat aktif," kata Samantha.

Samantha mengatakan bahwa dia berterima kasih lantaran kehamilan telah memberinya motivasi untuk tetap aktif. Ia telah mengikuti program latihan yang ketat dengan pelatihnya. Namun, lantaran hamil, sasaran waktu lari yang telah dia tetapkan tak tercapai.

"Biasanya, ketika berlatih, tubuh menjadi lebih sigap dan bugar. Tetapi lantaran hamil, saya menjadi lebih lambat dan kurang bugar," katanya. 

Samantha, mengatakan kelelahan dan perutnya yang mudah sakit membikin training menjadi sulit. Namun, dia berkeinginan untuk membuktikan bahwa perempuan tidak kudu berakhir dari kehidupan hanya lantaran mereka hamil. "Target saya sekarang hanyalah bisa menyelesaikannya," tambahnya.

Sempat mau batal ikut kompetisi

Samantha, mendaftar untuk maraton tahun lalu, setelah menonton semua pelari dahsyat di TV. Kemudian pada Oktober 2025, dia mengandung anak kedua. Hal itu membuatnya terkejut hingga bakal membatalkannya.

"Saya mempertimbangkan untuk membatalkan pendaftaran dan mencoba mendaftar lagi di lain waktu, tetapi sangat susah untuk mendapatkan tempat, dan saya tidak mau melewatkan pengalaman itu. Saya apalagi tidak tahu apakah mungkin untuk lari maraton saat hamil, tetapi menrut bidan, selama tidak ada komplikasi dengan kehamilan, dia tidak keberatan jika saya melakukannya,” ungkapnya.

"Saya sangat menyukai aktivitas ini. Tentu saja, ini sangat berat, ada saat-saat saya sangat capek alias perut saya terasa berat dan sakit, tetapi saya sangat menikmatinya,” sambungnya.

Infografis olahraga ibu hamilOlahraga ibu hamil/ Foto: Novita Rizki/ HaiBunda

Running for two alias lari untuk dua nyawa

Kisah Samantha sering disebut sebagai running for two namalain berlari untuk dua nyawa. Meski terdengar ekstrem, dia melakukannya dengan pendekatan yang lebih santai, bukan mengejar waktu alias rekor, tapi menikmati prosesnya. 

Bagi Samantha, olahraga tetap krusial selama kehamilan, selama dilakukan dengan kondusif dan sesuai keahlian tubuh. Ia pun memberi motivasi untuk para ibu mengandung di luar sana untuk tetap kuat selama menjalani kehamilan dalam segala situasi.

"Saya menyerukan agar wanita tidak berakhir beraktivitas lantaran hamil. Justru, kita bisa menjadi jenis diri yang paling kuat saat hamil," tuturnya.

Olahraga yang kondusif untuk ibu hamil

Menurut beragam studi kesehatan, olahraga ringan hingga sedang selama kehamilan justru dianjurkan bagi ibu yang sehat dan tidak mempunyai komplikasi. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), ibu mengandung disarankan untuk tetap melakukan kegiatan bentuk ringan hingga sedang secara rutin. Bahkan, olahraga bisa membantu Bunda menjalani kehamilan dengan lebih nyaman.

Beberapa faedah olahraga saat mengandung antara lain:

  • Mengurangi nyeri punggung dan pegal-pegal
  • Membantu tidur lebih nyenyak
  • Menjaga suasana hati tetap stabil
  • Mengontrol kenaikan berat badan
  • Mempersiapkan tubuh menghadapi persalinan

Tak hanya itu, studi dalam jurnal Obstetrics & Gynecology juga menunjukkan bahwa olahraga dapat membantu menurunkan akibat komplikasi seperti glukosuria gestasional. Namun, krusial diingat, tidak semua jenis olahraga cocok untuk semua ibu hamil. Apalagi kegiatan berat seperti maraton.

Kisah ini menunjukkan bahwa kehamilan bukan halangan untuk tetap aktif. Bahkan, bagi sebagian wanita, kegiatan bentuk bisa membantu menjaga kesehatan selama masa kehamilan.

Namun, yang paling krusial adalah mendengarkan tubuh sendiri. Kalau terasa lelah, pusing, alias tidak nyaman, sebaiknya segera berakhir dan beristirahat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya