Kisah Haru Ibu Yang Tak Bisa Menyusui, Adik Ipar Rela Menjadi Penolong Bayinya

Jun 22, 2026 08:30 AM - 2 jam yang lalu 74

Jakarta -

Bagi sebagian ibu, momen pertama kali menyusui menjadi salah satu kenangan paling berbobot setelah melahirkan. Namun, tidak semua perjalanan menyusui melangkah sesuai harapan. Ada ibu yang kudu menghadapi beragam tantangan, mulai dari kondisi kesehatan, proses persalinan, hingga keadaan tertentu yang membuatnya belum bisa memberikan ASI secara langsung.

Hal itulah yang dialami Abbi Warden setelah melahirkan anak ketiganya. Di tengah rasa senang menyambut personil family baru, Abbi kudu menghadapi realita bahwa dia belum bisa menyusui bayinya lantaran kudu menjalani perawatan medis.

Abbi kudu menghadapi kondisi yang tidak terduga setelah melahirkan melalui operasi caesar keduanya. Ia mengalami masalah kesehatan yang membuatnya kudu menjalani operasi lanjutan dan mengonsumsi obat-obatan tertentu. Akibatnya, Abbi tidak bisa langsung menyusui maupun merawat bayinya seperti yang dia inginkan. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Sebagai seorang ibu, kondisi tersebut tentu tidak mudah. Keinginan untuk memeluk, menenangkan, dan memberi nutrisi terbaik untuk bayi kudu tertunda.  Abbi mengaku merasa sedih dan bersalah lantaran tidak bisa menjadi orang pertama yang memenuhi kebutuhan bayinya. Ia apalagi sudah menyiapkan beragam rencana, mulai dari memompa ASI hingga menyiapkan pengganti lain jika bayinya kesulitan menyusu. 

Namun, di kembali masa susah itu, datang sosok family yang memberikan support penuh kasih. Adik iparnya, Becca Victoria, menjadi orang yang membantu memenuhi kebutuhan bayi Abbi ketika sang ibu tetap dalam proses pemulihan. Sebuah tindakan sederhana, tetapi penuh makna, yang membikin perjalanan menyusui ini menjadi kisah haru tentang support keluarga.

Adik ipar jadi penolong saat masa sulit

Becca yang saat itu juga tetap menyusui bayinya sendiri langsung menawarkan bantuan. Ia rela meninggalkan rencana keluarganya dan datang untuk membantu Abbi. Becca Victoria turun tangan untuk membantu menyusui dan tidur berbareng bayi Abbi yang baru lahir.

"Jujur saja, ketika Becca pertama kali menawarkan, itu melalui pesan teks, dan itu semacam lelucon. Dia mengirim pesan kepada saya, 'Jika Anda membutuhkanku, saya bakal menjadi pengasuh bayimu,'” kenang Abbi dikutip dari People. 

"Kami menghubungi Becca, dan dia langsung meninggalkan semua yang sedang dia lakukan dan segera datang, lampau dia memberi makan putri saya," sambungnya.

Selama beberapa hari, Becca menyusui bayi Abbi sekaligus menemani bayi tersebut tidur agar tetap merasa nyaman seperti berbareng ibunya. Ia melakukan itu selama Abbi tetap dalam masa pemulihan di rumah sakit. 

Bagi Becca, membantu family adalah perihal yang sudah semestinya dilakukan. “Ketika family membutuhkan, kita datang untuk mereka,” ungkap Becca.

Perasaan bersalah yang dialami banyak Bunda

Abbi mengakui awalnya dia merasa berat. Sebagai ibu, dia mau menjadi orang yang memberikan ASI, memeluk, dan menenangkan bayinya sendiri.

Dan meskipun Abbi sangat menghargai tindakan murah hati Becca, dia mengaku bahwa pada awalnya dia tidak menyukai pendapat bahwa kerabat ipar saya memberi makan bayi saya.

"Sebagai seorang ibu, susah untuk dijelaskan, tetapi Anda selalu memikirkan anak-anak Anda. Anda selalu merencanakan makanan mereka. Bahkan di rumah sakit, yang bisa saya pikirkan hanyalah, 'Apakah putri saya makan?' Dan rasanya sangat mengecewakan lantaran tidak bisa meninggalkan segalanya dan pergi menemuinya, memberinya makan, dan merawatnya sendiri. Aku merasa telah mengecewakannya. Aku merasa telah gagal. Aku merasa telah mengecewakannya. Aku terus berpikir, 'Mengapa saya memilih untuk menjalani operasi saat bayiku berumur tujuh bulan? Haruskah saya menunggu lebih lama? Apakah itu egois?'" tuturnya.

Mengenang pengorbanan Becca, Abbi mengaku tidak bakal pernah melupakannya. Abbi mengatakan bahwa Becca dan suaminya berencana pergi ke rumah mertuanya untuk liburan musim semi berbareng anak-anak mereka akhir pekan itu. Dia membatalkan semuanya. Bukan hanya untuk memberi makan putri Abbi, tetapi juga untuk tidur berbareng dengannya, lantaran itulah yang biasa dilakukan putrinya dengan Becca.

"Dia memberi makan dan tidur berbareng putriku, berbareng bayinya sendiri, selama tiga hari saat saya di rumah sakit. Dia betul-betul membiarkanku pulih, lantaran saya tahu begitu saya sampai di rumah berbareng balita kembarku dan bayiku, tidak bakal ada banyak waktu untuk hanya duduk dan tidak melakukan apa-apa dan memulihkan diri. Yang paling membuatku terharu adalah sungguh intuitifnya dia," kata Abbi.

Pengalaman ini mengingatkan bahwa menjadi ibu bukan berfaedah kudu melakukan semuanya sendirian. Dukungan dari pasangan, keluarga, maupun lingkungan sekitar bisa sangat berarti, terutama saat ibu sedang dalam kondisi pemulihan.

Menyusui dan support untuk Bunda

ASI memang menjadi salah satu corak nutrisi terbaik untuk bayi. Namun, perjalanan menyusui setiap ibu berbeda-beda. Ada ibu yang langsung lancar menyusui, ada pula yang memerlukan waktu, bantuan, alias pengganti tertentu.

Yang paling krusial adalah bayi tetap mendapatkan kebutuhan nutrisi dan ibu mendapatkan support tanpa merasa dihakimi.

Kisah Abbi dan Becca menunjukkan bahwa kasih sayang kepada seorang bayi tidak hanya datang dari satu orang. Terkadang, sebuah uluran tangan dari orang terdekat bisa menjadi penyelamat di masa yang penuh tantangan.

Pada akhirnya, Abbi merasa hubungan mereka semakin dekat. Ia memandang Becca bukan hanya sebagai adik ipar, tetapi sebagai sosok yang datang seperti seorang kerabat sekaligus kawan seperjalanan dalam menjadi Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya