Jakarta -
Influencer sekaligus pembuat konten parenting Maia Knight membagikan pengalaman emosional setelah mengalami chemical pregnancy alias kehamilan kimia, hanya 9 bulan setelah melahirkan anak ketiganya.
Lewat video di TikTok, Maia mengaku sempat berprasangka dirinya kembali mengandung lantaran merasakan tanda-tanda tertentu. Ia kemudian melakukan tes kehamilan saat usia ovulasi tetap sangat awal dan mendapatkan beberapa hasil positif dari merek test pack berbeda. Namun sehari kemudian, garis pada test pack mulai memudar.
“Aku melakukan tes dan hasilnya positif. Tapi keesokan harinya garisnya mulai memudar,” ungkap Maia dalam videonya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut kisahnya dikutip dari People.
Maia Knight sadari chemical pregnancy sangat dini
Maia akhirnya menyadari bahwa dirinya mengalami chemical pregnancy, ialah keguguran yang terjadi sangat awal sebelum usia kehamilan mencapai 5 minggu. Ia apalagi mengatakan jika tidak melakukan tes terlalu cepat, kemungkinan dirinya tidak bakal pernah tahu sempat hamil.
Influencer berumur 29 tahun itu juga mengaku kondisi hormonalnya terasa sangat acak-acakan setelah melahirkan dan mengalami kehilangan kehamilan.
Sebelumnya, Maia juga pernah mengungkap bahwa dirinya mengalami keguguran pada Februari 2026 saat usia kandungan sekitar 6 minggu. Saat itu, dia baru sekitar lima bulan postpartum setelah melahirkan putranya pada Juli 2025.
"Saya melakukan tes, dan hasilnya positif. Dan saya melakukan tes lain, merek yang berbeda, dan hasilnya positif. Dan saya melakukan tes lain, merek yang berbeda, dan hasilnya positif. Kemudian keesokan harinya, hasilnya memudar,” kata Knight
Ia akhirnya menyimpulkan bahwa dia mendeteksi kehamilan kimiawi sangat, sangat dini. Dilansir dari Cleveland Clinic, istilah kehamilan kimiawi menggambarkan keguguran yang terjadi sebelum minggu kelima kehamilan, dan sering ditunjukkan oleh tes awal yang positif diikuti oleh hasil negatif beberapa minggu kemudian.
Kehamilan kimiawi sering terjadi tanpa disadari, dan sebagian besar yang mengalaminya tetap dapat mempunyai kehamilan yang sehat.
"Jika saya tidak terlalu cemas dan tidak melakukan tes pada hari ke-8 setelah ovulasi (DPO), saya apalagi tidak bakal tahu. Ini agak menyedihkan," kata Knight.
Ia menunjukkan deretan perangkat tes kehamilannya kepada kamera, dan mencatat bahwa hasilnya positif. Namun, pembuat konten tersebut menegaskan bahwa dia baru saja selesai menstruasi, jadi dia percaya bahwa dia tidak sedang hamil.
Lima bulan setelah melahirkan putranya musim panas lalu, Knight mengungkapkan bahwa dia mengalami keguguran dalam sebuah video IG Reel yang diunggah pada 25 Februari. Video tersebut dimulai dengan cuplikan Knight melakukan tes kehamilan sebelum perjalanannya ke Islandia, tetapi kemudian beranjak ke cuplikan suram yang direkam di dalam mobilnya.
"Saat ini saya mengalami keguguran," kata Knight dalam video tersebut.
"Itu adalah kata-kata yang saya minta tidak pernah kudu saya ucapkan, tetapi inilah yang terjadi. Saya mengandung enam minggu dan dua hari, saya mulai mengalami pendarahan, pergi ke UGD, dan itu dua hari yang lalu," tutupnya.
Apa itu chemical pregnancy?
Chemical pregnancy adalah kondisi ketika sel telur yang telah dibuahi sukses menempel di rahim dan menghasilkan hormon kehamilan (hCG), tetapi embrio berakhir berkembang di tahap sangat awal.
Karena tes kehamilan modern sekarang sangat sensitif, banyak wanita jadi mengetahui kehamilan lebih cepat, termasuk mendeteksi chemical pregnancy.
Menurut penjelasan dari Cleveland Clinic yang dikutip dalam laporan tersebut, kondisi ini sering ditandai dengan hasil test pack positif yang kemudian berubah negatif beberapa hari alias minggu setelahnya.
Tanda-tanda chemical pregnancy
Beberapa indikasi yang umum terjadi antara lain:
- Test pack menunjukkan garis positif samar
- Garis test pack memudar
- Perdarahan seperti menstruasi
- Kram perut ringan
- Haid datang lebih terlambat dari biasanya
Sebagian wanita apalagi tidak menyadari dirinya mengalami kondisi ini lantaran gejalanya mirip menstruasi biasa.
Apakah tetap bisa mengandung lagi?
Kabar baiknya, sebagian besar wanita yang mengalami chemical pregnancy tetap bisa mempunyai kehamilan sehat di kemudian hari. Dalam banyak kasus, kondisi ini terjadi akibat kelainan kromosom pada embrio sehingga tubuh menghentikan perkembangan kehamilan secara alami.
Meski terjadi di usia kehamilan yang sangat dini, chemical pregnancy tetap bisa meninggalkan rasa sedih dan kehilangan mendalam bagi sebagian perempuan. Kisah Maia Knight pun membikin banyak ibu merasa tidak sendirian lantaran rupanya pengalaman kehilangan kehamilan awal cukup sering terjadi, meski jarang dibicarakan secara terbuka
Bila kondisi ini terjadi berulang kali, Bunda disarankan berkonsultasi dengan master kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·