Kulit Tiba-Tiba Sensitif Padahal Dulu Tidak. Apa Penyebabnya?

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 3 menit 510x dilihat
Kulit Tiba-Tiba Sensitif Padahal Dulu Tidak. Apa Penyebabnya?

Bagikan Postingan

Tak ada angin, tak ada hujan, kulit tiba-tiba jadi sensitif. Padahal dulu dihajar panas, hujan, hingga sabun apa pun baik-baik saja. Ada apakah gerangan?

Siapa yang dulu merasa punya ‘kulit badak’? Hahaha…ini bukan artinya kulit sekasar dan setebal badak, ya. Tapi lebih kepada, kulit yang tambeng. Sangat handal di beragam sikon, termasuk cuaca, bahan aktif skincare, hingga kandungan make-up. 

Tapi belakangan, kok, rasanya beda? Nggak lagi friendly dengan semua jenis kandungan skincare. Kulit jadi baperan banget, mudah terasa perih, kemerahan, gatal, alias tiba-tiba mengelupas hanya lantaran perihal sepele. Aduh, aduh, apa ini lantaran umur? Ah, rasaan belum tua-tua banget, deh. 

Mengapa kulit tiba-tiba menjadi sensitif?

Kalau menurut Dr. Jack L. Arbiser, MD, PhD, FAAD dalam pemaparannya di American Academy of Dermatology (AAD), sensitivitas kulit yang muncul tiba-tiba, alias dalam istilah medis sering dikaitkan dengan damaged skin barrier, terjadi bukan tanpa sebab. Biasanya kulit yang tadinya tangguh, jadi mudah baperan namalain jadi sensitif lantaran lapisan pelindung terluar kulit mengalami kerusakan (barrier breach). Nah, akibatnya, kelembapan alami kulit mudah menguap dan bahan iritan luar lebih mudah menembus masuk.”Fungsi utama kulit adalah sebagai pelindung terluar yang menjaga kelembapan tubuh dan menghalau kuman. Ketika lapisan pelindung ini terganggu, kulit bakal secara otomatis memicu respon peradangan untuk memihak diri, itulah kenapa kulit mendadak terasa gatal, perih, dan kemerahan,” jelas dr. Jack lagi.

Apa saja, sih, yang menyebabkan kulit sensitif tiba-tiba?

Apakah salah satunya lantaran usia? Sadly, yes! Berikut ini penyebab yang menjadikan kulit yang tadinya normal jadi sensitif.

Eksfoliasi berlebihan

Ini disebabkan lantaran Mommies terlalu sering menggunakan chemical exfoliator (AHA, BHA, Retinol) alias scrub bentuk sehingga mengikis pelindung alami kulit.

Perubahan hormon

Penurunan kadar hormon estrogen (misalnya saat menjelang menstruasi, pascamelahirkan, alias memasuki masa perimenopause) dapat menurunkan produksi minyak alami kulit (sebum), sehingga kulit menjadi lebih kering dan rentan iritasi. Hiks…

Penggunaan active ingredients berlebihan

Siapa yang suka layering perawatan kulitnya dengan mencampur beberapa bahan aktif sekaligus? Nah, ini dia salah satu penyebabnya, apalagi jika dilakukan tanpa jarak Vitamin C, Retinol, dan Niacinamide dosis tinggi yang digunakan berbarengan dapat memicu irritant contact dermatitis.

Faktor lingkungan dan stres

Yah, yang namanya hidup di kota-kota besar, ya. Paparan polusi, perubahan cuaca, sinar mentari terik, ruangan ber-AC dingin, hingga stres dapat menguras kelembapan alami kulit.

Apa yang kudu dilakukan saat kulit tiba-tiba sensitif?

  1. Hentikan penggunaan produk dengan kandungan bahan aktif seperti Retinol, AHA/BHA, alias Vitamin C selama 2–4 minggu.
  2. Gunakan 3 skincare dasar ialah pembersih wajah alias facial wash yang lembut. Jangan lupa selalu gunakan sunscreen sebelum beraktivitas di luar ruangan. 
  3. Pilih pembersih wajah dengan kandungan Low pH, non-foaming, sulfate-free (SLS/SLES free). Untuk pelembap, kandungan ceramides, hyaluronic acid, centella asiatica, panthenol, hingga fatty acids, bakal lebih baik untuk digunakan.
  4. Gunakan air suhu ruang saat mencuci wajah. Hindari air panas agar tidak makin mengikis kelembapan alami kulit.
  5. Gunakan handuk lembut, dan tekan-tekan ke wajah saat mengeringkannya agar tidak menggeser kulit.
  6. Jika kulit sensitif terjadi lantaran perubahan hormon, konsultasikan dengan master ahli kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Jadi, siapa di sini yang belakangan merasa kulitnya jadi lebih mudah gatal, iritasi, dan kemerahan? Cek dulu penyebabnya dan langkah menanganinya. Jika kemudian kondisi sensitivitas kulit ini terus berjalan padahal sudah melakukan penanganan awal di atas, saatnya Mommies berkonsultasi lebih lanjut ke master ahli kulit, ya.

Cover photo by Envato

Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads