makanan unik kalimantan selatan – Halo, Grameds! Siapa sih yang nggak suka wisata kuliner? Buat kita orang Indonesia, rasanya belum sah jika jalan-jalan ke suatu daerah tapi belum mencicipi masakan lokalnya sampai kenyang.
Nah, jika bicara soal surga kuliner yang punya karakter unik, kuat, dan penuh rempah, kita wajib banget menengok ke arah Pulau Borneo, tepatnya di Banua. Yup, makanan unik Kalimantan Selatan bukan hanya soal mengenyangkan perut, tapi juga soal warisan rasa yang sudah melegenda dan punya tempat spesial di hati para pecinta pedas, gurih, dan manis.
Mungkin sebagian besar dari Grameds langsung kepikiran “Soto Banjar” begitu mendengar nama daerah ini. Memang nggak salah, lantaran soto satu ini sudah jadi top of mind secara nasional. Tapi, jika Anda main langsung ke Banjarmasin, Banjarbaru, alias Martapura, Anda bakal sadar jika khazanah rasa di sana jauh lebih luas dari sekadar satu mangkuk soto. Ada perpaduan antara budaya air yang kental dengan penggunaan rempah-rempah yang berani, yang bikin lidah nggak mau berakhir bergoyang.
Yang bikin kuliner di Kalimantan Selatan terasa membumi adalah langkah menikmatinya yang santai. Bayangkan makan di pinggir sungai Barito alias di pasar terapung sembari menikmati hembusan angin sepoi-sepoi. Rasanya betul-betul nyambung sama langkah kita berbaur yang komunal, suka berbagi cerita, dan selalu punya waktu untuk “nongkrong” sembari makan enak.
Sebelum kita mulai “ngiler” berjamaah membahas menu-menunya, ada baiknya Grameds mengerti dulu kenapa kuliner di sini bisa punya rasa yang begitu khas. Ternyata, lingkungan geografis yang penuh sungai besar sangat berpengaruh pada bahan baku utamanya; ikan air tawar adalah primadona, dan teknik memasak yang diwariskan turun-temurun memastikan setiap ramuan meresap sampai ke tulang. Yuk, kita mulai petualangan rasa ini satu per satu!
Deretan Makanan Khas Kalimantan Selatan yang Legendaris
Kalau Anda baru pertama kali menginjakkan kaki di tanah Banjar, jangan sampai melewatkan daftar menu di bawah ini. Ini bisa dibilang sebagai “paspor” alias gerbang utama untuk memahami kenapa lidah orang lokal begitu bangga dengan masakan mereka. Bukan hanya soal rasa, tapi setiap suapannya punya cerita dan teknik masak yang unik.
Ini dia beberapa primadona kuliner yang wajib masuk daftar buruan kamu:
- Soto Banjar yang Autentik
Lupakan sejenak gambaran soto cerah unik Jawa. Soto Banjar itu aromatik banget lantaran pakai ramuan lembut dari kayu manis, cengkeh, dan kapulaga. Yang bikin beda dan bikin “nagih”, kuahnya sering dicampur sedikit susu evaporasi alias telur bebek yang dikocok sampai teksturnya agak kental dan gurih legit. Disajikannya bukan pakai nasi, tapi ketupat, soun, perkedel kentang, dan irisan telur bebek. Sekali seruput, langsung berasa rempahnya!
- Ketupat Kandangan
Berasal dari daerah Kandangan, Hulu Sungai Selatan, menu ini punya kasta tersendiri. Bintang utamanya adalah Ikan Haruan (gabus) yang kudu dipanggang dulu sebelum dimasak dalam santan kuning yang kental. Tekstur ikannya jadi punya aroma smoky yang khas. Tips penting, langkah makan aslinya itu pakai tangan langsung tanpa sendok. Kamu bakal diajak “menghancurkan” ketupatnya di dalam kuah santan, beneran rasanya naik dua level!
- Mandai (Fermentasi Kulit Cempedak)
Ini adalah kearifan lokal dalam mengolah “limbah” buah menjadi mahakarya. Mandai adalah kulit bagian dalam buah cempedak yang diawetkan dengan garam (fermentasi). Biasanya digoreng kering pakai bawang dan cabe rawit. Teksturnya berserat mirip daging dengan rasa gurih-asam yang unik banget. Kalau sudah makan pakai nasi hangat dan mandai, biasanya orang sampai lupa jika lauk lainnya tetap ada.
- Gawi Manis (Wadai Banjar)
Kalsel itu surganya pencinta manis. Kamu wajib coba Bingka Kentang yang teksturnya lembut, padat, dan creamy lantaran dimasak di atas bara api. Selain itu, ada Amparan Tatak, kue lapis yang lembut dengan potongan pisang di dalamnya. Pokoknya, jika mampir ke pasar tradisional alias “Pasar Wadai”, bersiaplah lapar lantaran memandang puluhan jenis kue berwarna-warni yang menggoda iman.
- Gangan Asam Banjar
Kalau mau yang segar di siang bolong, ini jawabannya. Sayur asem unik Banjar ini pakai ikan patin alias kepala ikan ketup sebagai bahan utama. Kuahnya kuning segar lantaran kunyit dan masam jawa, dicampur dengan timun dan kacang panjang. Rasanya asam-gurih-segar, beneran bikin melek!

Mengapa Kuliner Khas Kalimantan Begitu Memikat?
Pernah terpikir nggak, Grameds, kenapa rasa masakan di sana bisa sangat tajam, warnanya berani, tapi konsisten di setiap suapan? Rahasianya bukan di penyedap rasa instan, melainkan pada dedikasi mengolah ramuan dasar yang disebut Masakan Habang (Merah).
Berbeda dengan sambal goreng alias balado di Jawa yang pakai cabe segar, ramuan habang ini menggunakan cabe merah kering yang direbus dulu, dibuang bijinya, baru dihaluskan dengan bawang merah, bawang putih, dan sedikit kencur alias kayu manis.
Hasilnya? Warna merahnya “menyala” dan menggoda banget, tapi tenang saja, rasanya nggak sepedas kelihatannya. Justru ada sensasi manis-gurih yang dominan lantaran penggunaan gula merah yang pas. Bumbu inilah yang jadi “nyawa” buat lauk pendamping Nasi Kuning Banjar alias Haruan Masak Habang yang melegenda itu.
Selain urusan bumbu, masyarakat Kalimantan Selatan adalah masternya mengolah hasil sungai. Karena hidup di Negeri Seribu Sungai, mereka sangat mahir memperlakukan Ikan Haruan (Gabus), Papuyu (Betok), dan Patin:
- Teknik Bakar & Pais
Ikan sungai yang biasanya punya aroma tanah (lumpur) diolah jadi lenyap baunya dan berganti aroma wangi lewat teknik bakar menggunakan kayu bakar alias dibungkus daun pisang (pais) dengan rempah yang melimpah.
- Fermentasi Tradisional (Pekasam & Wadi)
Ini adalah bukti kepintaran lokal dalam mengawetkan makanan. Ikan yang difermentasi dengan garam dan parutan biji kepayang alias beras sangrai ini menghasilkan rasa asam-gurih yang unik banget jika sudah digoreng pakai bawang dan cabe rawit.
- Gangan (Sayur) yang Variatif
Mulai dari Gangan Asam yang segar sampai Gangan Karuh (sayur keruh) yang pakai pisang muda dan umbut rotan.


Relevansi kuliner ini dengan langkah hidup kita sekarang sebenarnya adalah soal ketulusan dan kreativitas. Masyarakat Banjar membuktikan jika bahan sederhana yang ada di laman rumah alias di sungai depan mata bisa naik kelas jadi hidangan yang dicari orang se-Indonesia jika diolah dengan kesabaran dan teknik yang benar. Ini pengingat buat kita jika hal-hal lokal di sekitar kita itu punya potensi besar jika kita mau “mengulik” dan mengapresiasinya lebih dalam.
Nah, jika Anda merasa terpanggil buat membawa aroma dapur Banjar ke rumah sendiri, Anda wajib banget intip kitab “Menu Lengkap Cita Rasa: Dapur Borneo“. Buku ini nggak hanya telaah satu perspektif Kalimantan saja, tapi merangkum kekayaan resep dari Kalimantan Barat sampai Kalimantan Selatan. Isinya komplit banget, mulai dari olahan lauk ikan air tawar yang jadi karakter unik daerah sungai, sampai jenis kudapan manis namalain “wadai” yang legit.
Ada 22 resep praktis yang bisa langsung Anda eksekusi di dapur. Cita rasanya pun komplet; ada yang segar masam, pedas menantang, sampai yang gurih berlemak. Pas banget buat Anda yang mau penelitian bikin menu baru biar orang rumah nggak jenuh dengan masakan yang itu-itu saja.
Nggak perlu repot keluar rumah buat cari bukunya, Anda bisa langsung akses jenis e-book-nya di Gramedia Digital. Tinggal buka aplikasinya, download bukunya, dan Anda sudah punya asisten masak pribadi di dalam ponselmu.
Tradisi Ma-nyiru: Seni Makan Bersama yang Menghangatkan Suasana
Membicarakan makanan unik Kalimantan Selatan rasanya belum komplit jika kita tidak menyinggung langkah masyarakat setempat menikmatinya secara kolektif. Ada sebuah tradisi komunal yang sangat berkawan di telinga orang Banjar, ialah Ma-nyiru. Tradisi ini adalah kegiatan makan berbareng di atas nyiru (tampah besar dari anyaman bambu) yang dialasi daun pisang segar. Biasanya, beragam macam lauk-pauk mulai dari ikan Haruan bakar, Gangan Karuh, hingga jenis sambal diletakkan melingkar di atas nasi yang menggunung di tengah.
Kenapa tradisi ini krusial untuk Anda tahu? Karena bagi masyarakat di Banua, makan bukan sekadar urusan memuaskan rasa lapar, tapi instrumen silaturahmi yang paling ampuh. Ini dia argumen kenapa Ma-nyiru menjadi jantung dari kuliner Kalimantan Selatan:
- Simbol Kesetaraan dan Kehangatan
Saat Ma-nyiru, tidak ada batas status sosial; semua tangan berjumpa di satu nampan yang sama. Di sinilah obrolan santuy mengalir, tawa pecah, dan rasa persaudaraan semakin erat. Kami percaya bahwa makanan yang dinikmati bersama-sama bakal terasa acapkali lipat lebih nikmat lantaran ada keberkahan dalam kebersamaan.
- Kehadiran Sambal Acan yang Magis
Dalam tradisi makan orang Banjar, ada satu “pendamping wajib” yang tidak boleh tidakhadir di atas nyiru, ialah Sambal Acan. Berbeda dengan sambal terasi biasa, Sambal Acan unik Banjar menggunakan terasi (acan) yang aromanya sangat tajam dan sering dicampur dengan irisan buah-buahan musiman yang asam-segar seperti mangga muda (asam pusing), ramania (gandaria), binjai, alias limau kuit. Perpaduan pedas, asin, dan masam buah inilah yang menjadi “kunci” kenapa masakan sesederhana apa pun bisa bikin Anda nambah nasi berkali-kali.
- Teknik Makan Tanpa Sendok
Untuk merasakan sensasi autentik, tradisi ini mengharuskan Anda makan langsung menggunakan tangan. Ada seni tersendiri saat mencampur kuah santan kental dari Ketupat Kandangan alias Gangan Basantan ke dalam nasi dengan ujung jari, sebuah pengalaman sensorik yang membikin rasa rempah terasa lebih personal.
- Pencuci Mulut yang Manis
Tradisi makan besar biasanya ditutup dengan mencicipi sisa wadai (kue) Banjar yang manis sebagai penawar rasa pedas dari sambal acan, menciptakan keseimbangan rasa yang sempurna dalam satu sesi makan.
Jadi, jika kelak Anda berjamu ke Kalimantan Selatan, jangan hanya mencari menu utamanya di restoran mewah. Carilah pengalaman makan berbareng ini, lantaran di situlah Anda bakal menemukan “nyawa” original dari kuliner Banjar yang sesungguhnya.
Jadikan Makanan Khas Kalimantan Selatan Alasan buat Eksplor Lagi
Kekayaan kuliner kita emang nggak ada habisnya. Dengan tetap bangga jajan di warung tenda pinggir jalan alias berani penelitian resep tradisional sendiri di dapur, Anda secara nggak langsung sudah jadi pahlawan yang menjaga biar resep warisan ini nggak lenyap ditelan zaman.
Jadi, jika kelak ada rencana liburan, nggak ada salahnya deh geser sedikit rutenya ke arah Kalimantan Selatan. Siapkan perut dan hati, lantaran sekali Anda nyicipin masakan Banjar yang autentik, bakal susah buat move on ke rasa yang lain. Selamat makan lezat dan terus bangga sama rasa lokal kita, ya!
English (US) ·
Indonesian (ID) ·