Jakarta -
Kehamilan rupanya mempunyai faedah bagi kesehatan, Bunda. Studi belum lama ini mengungkap bahwa kehamilan bisa menjadi 'obat mujarab' untuk wanita yang menderita radang sendi reumatoid alias rheumatoid arthritis (RA).
Melansir dari laman Healthcare in Europe, sekitar 50 hingga 75 persen wanita bakal mengalami perbaikan penyakit rheumatoid arthritis secara alami selama kehamilan lantaran argumen yang belum diketahui. Sementara yang lain mungkin bakal mengalami perburukan dari kondisi medis ini.
Perlu diketahui, radang sendi reumatoid adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan yang memengaruhi 1 persen populasi dewasa di bumi dan terjadi tiga kali lebih sering pada perempuan. Penyakit ini dapat menyebabkan kecacatan yang signifikan akibat sendi yang meradang serta kerusakan tulang rawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika wanita dengan RA menjalani kehamilan, sering kali terjadi perbaikan secara alami," kata peneliti utama studi dari Northwestern University Feinberg School of Medicine, Damini Jawaheer.
"Mereka menggambarkannya sebagai 'keajaiban'. Tetapi penyebab perbaikan ini tetap menjadi misteri. Jika wanita dengan RA dapat mengetahui perihal ini, maka mereka dapat berakhir minum obat. Beberapa obat RA berkarakter toksik dan memengaruhi janin, sementara yang lain dianggap aman. Tetapi beberapa wanita dengan RA tidak mau minum obat apa pun selama kehamilan, apalagi yang dianggap kondusif sekalipun."
Menurut Jawaheer, keahlian untuk memprediksi siapa yang bakal membaik dan siapa yang bakal memburuk bakal membantu wanita dalam perencanaan kehamilan mereka. Hal tersebut juga bakal membantu memfokuskan pengobatan selama kehamilan pada wanita yang kondisinya diprediksi bakal memburuk.
Jawaheer dan timnya menemukan bahwa, sebelum kehamilan, sekelompok sel darah putih yang disebut neutrofil diekspresikan secara tinggi di antara wanita dengan RA yang membaik selama kehamilan. Sementara itu, beberapa gen yang mengenai dengan sel B diekspresikan secara tinggi di antara wanita dengan RA yang memburuk.
Jawaheer dan rekan-rekannya bisa melakukan penelitian ini lantaran sebelumnya mereka telah membentuk kohort kehamilan unik di Denmark. Studi ini juga melibatkan wanita dengan RA dan wanita sehat sebelum kehamilan, yang kemudian diikuti dari waktu ke waktu untuk menentukan siapa yang membaik dan siapa yang memburuk selama kehamilan.
Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Arthritis Research & Therapy tahun 2023 ini, para intelektual Northwestern Medicine telah mengidentifikasi penanda genetik mengenai kondisi rheumatoid arthritis pada kehamilan. Peneliti menggunakan sampel darah yang dikumpulkan dan memeriksa kadar beragam gen yang diekspresikan dalam darah. Sampel darah dikumpulkan sebelum kehamilan dari 19 wanita dengan RA dan 13 wanita sehat, yang terdaftar dalam kohort kehamilan prospektif.
Selanjutnya, Jawaheer berencana untuk melakukan studi pada golongan wanita yang lebih besar untuk memvalidasi temuan ini. Selain itu, laboratoriumnya juga sedang mencoba mencari tahu kenapa RA membaik selama kehamilan.
"Bagaimana kehamilan membikin penyakit yang tidak dapat disembuhkan ini hilang? Jika kita dapat memahami gimana kehamilan memicu perbaikan secara alami, maka kita dapat menggunakannya sebagai model untuk mengembangkan obat baru yang lebih kondusif dan dapat meningkatkan kehidupan wanita dan laki-laki yang hidup dengan penyakit mengerikan ini," ungkap Jawaheer.
Demikian studi yang mengungkap faedah kehamilan dan penurunan risiko rheumatoid arthritis pada perempuan. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·