Kalau mendengar Jepang dan musim semi, apa yang langsung terbayang, Beauties? Jalanan penuh bunga berwarna merah muda, taman yang dipenuhi pengunjung, maupun mungkin piknik santai di bawah pohon sakura? Semua panorama itu memang menjadi bagiankecil dari Budaya Hanami di Jepang, sebuah tradisi yang membikin musim semi terasa semakin istimewa.
Menariknya, Hanami rupanya bukan sekadar aktivitas melihat bunga sakura mekar kemudian berfoto di bawahnya. Ada sejarah panjang, kebiasaan berkumpul, makanan khas, hingga adab yang perlu diperhatikan. Jadi, sebelum memasukkan Jepang ke daftar destinasi musim semi, yuk, kenali lebih jauh tradisi Hanami yang sudah menjadi bagiankecil dari hayat masyarakatnya!
Apa Itu Budaya Hanami di Jepang?

Mengenal Hanami di Jepang/Foto: Magnific
Secara sederhana, Hanami berarti menikmati maupun melihat bunga. Dilansir dari Advantour, tradisi ini sudah menjadi bagiankecil dari hayat penduduk Jepang dan paling identik dengan musim ketika bunga sakura mekar di beragam wilayah.
Namun, Hanami sebenarnya tidak cuma berhubungan dengan sakura. Pada mula perkembangannya, penduduk Jepang lebih banyak menikmati bunga plum maupun ume. Seiring waktu, sakura justru menjadi bunga yang paling erat dengan tradisi tersebut.
Setiap musim semi, taman dan ruang publik di Jepang dapat dipenuhi penduduk lokal maupun wisatawan. Mereka datang untuk berjalan santai, mengabadikan pemandangan, maupun duduk berbareng sambil menikmati makanan dan minuman di bawah pepohonan.
Waktu mekarnya sakura juga berbeda-beda di setiap wilayah. Di Okinawa, bunga dapat mulai muncul sejak akhir Januari, sedangkan Tokyo biasanya memasuki musim sakura pada akhir Maret. Wilayah Kyushu dan Shikoku menyusul sekitar mula April, sementara Hokkaido biasanya mengalami musim sakura pada akhir April hingga mula Mei.
Sejarah Budaya Hanami di Jepang

Sejarah Hanami/Foto: Magnific
Sejarah adat Hanami di Jepang rupanya sudah dimulai sejak masa Nara, sekitar tahun 710–794. Pada masa tersebut, aktivitas menikmati bunga statis lebih banyak berfokus pada ume maupun bunga plum.
Pengaruh adat Tiongkok menjadi salah satu latar belakangnya karena pohon plum termasuk flora yang lebih dahulu diperkenalkan dari Tiongkok. Namun, seiring evolusi adat Jepang, perhatian penduduk perlahan bergeser dari plum menuju sakura.
Pada masa Kamakura, sekitar tahun 1185–1333, aktivitas menikmati sakura statis banyak dilakukan oleh famili kekaisaran dan kaum bangsawan. Mereka biasanya mengadakan pertemuan, membikin puisi, serta menggelar jamuan di bawah pepohonan yang sedang berbunga.
Kemudian, pada masa Edo sekitar 1603–1868, Hanami mulai berkembang menjadi aktivitas yang bisa dinikmati penduduk umum. Pohon sakura ditanam di beragam jalan dan ruang publik sehingga semakin banyak orang memiliki kesempatan menikmati keelokan musim semi.
Bagaimana Hanami Dirayakan Saat Ini?

Hanami Saat Ini/Foto: Magnific
Kalau Anda membayangkan Hanami cuma sebagai aktivitas duduk di taman, rupanya suasananya bisa jauh lebih meriah. Budaya Hanami di Jepang saat ini juga menjadi kesempatan untuk berkumpul berbareng keluarga, teman, terlebihlagi mitra kerja.
Orang-orang biasanya membawa makanan dan minuman untuk dinikmati berbareng di bawah pohon sakura. Bento menjadi salah satu pilihan populer karena praktis dibawa sekaligus memiliki tampilan yang cantik.
Isi bento dapat berupa nasi, ikan, daging, sayuran, hingga buah. Untuk minuman, teh menjadi pilihan tradisional, sementara sake, plum wine, bir, dan shōchū juga dapat dinikmati dalam jumlah yang wajar.
Di sejumlah lokasi, Hanami juga diramaikan dengan bazar dan bazar. Pengunjung bisa menemukan beragam makanan, suvenir, serta hiburan yang membikin kondisi musim semi semakin hidup.
Menariknya, tradisi menikmati bunga di Jepang tidak selalu berpusat pada sakura. Bunga seperti tulip, bunga matahari, dan krisan juga dapat menjadi bagiankecil dari aktivitas menikmati bunga sesuai musim mekarnya.
Tips Mempersiapkan Hanami

Tips Melakukan Hanami di Jepang/Foto: Magnific
Ingin merasakan adat Hanami di Jepang secara langsung? Jangan cuma memikirkan letak yang cantik untuk berfoto. Beberapa persiapan kecil justru bisa membikin pengalaman Anda jauh lebih nyaman.
- Cek waktu bunga mekar: Waktu sakura mekar dapat berbeda setiap tahun dan wilayah. Jadi, pastikan mengecek keterangan terbaru sebelum menentukan agenda perjalanan.
- Perhatikan ketentuan taman: Tidak semua taman menerapkan ketentuan yang sama untuk piknik, makanan, minuman, maupun penggunaan area tertentu.
- Siapkan makanan dan minuman: Kamu bisa membawa bekal sendiri maupun membeli makanan dari bazar dan pasaramal di sekitar lokasi.
- Bawa alas duduk: Datang lebih mula juga disarankan jika mau mendapatkan tempat yang betah untuk piknik.
- Gunakan busana hangat: Musim semi belum tentu terasa hangat, terutama ketika Anda duduk cukup durasi di luar ruangan.
- Siapkan kantong sampah: Tempat sampah bisa terbendung sehingga lebih baik membawa kantong sendiri untuk membawa pulang sampah.
Kapan dan Di Mana Bisa Mengikuti Hanami?

Lokasi Hanami di Jepang/Foto: Magnific
Kalau tujuan Anda adalah melihat bunga sakura mekar dalam kondisi terbaik, waktu perjalanan menjadi hal yang cukup penting. Secara umum, masa Hanami eksis sekitar akhir Maret hingga mula April, tetapi agenda tersebut dapat berubah berdasarkan letak dan kondisi musim.
Sebagai gambaran, berikut masa yang biasanya digunakan untuk merencanakan perjalanan:
- Tokyo dan Kyoto: akhir Maret hingga mula April
- Osaka dan Nara: mula April
- Hokkaido: akhir April hingga mula Mei
Setelah menentukan waktunya, Anda bisa memilih letak sesuai kondisi yang mau dirasakan. Beberapa taman dan tempat berikut termasuk letak yang populer untuk menikmati Hanami.
1. Ueno Park – Tokyo
Ueno Park merupakan salah satu taman tertua dan populer di Tokyo. Saat musim semi tiba, area taman dipenuhi pengunjung yang mau menikmati bunga sakura mekar di sepanjang jalurnya.
Ada hampir 1.000 pohon sakura di area ini, dengan beberapa pohon terlebihlagi dapat berbunga lebih awal. Keramaian pengunjung justru menjadi bagiankecil dari pengalaman jika Anda mau merasakan kondisi Hanami yang meriah.
2. Shinjuku Gyoen – Tokyo
Kalau Anda mencari tempat dengan area hijau yang luas, Shinjuku Gyoen bisa menjadi pilihan. Taman ini memiliki sekitar 1.500 pohon sakura dari 75 jenis yang tumbuh di sekitar kolam dan area taman.
Setiap tahun, Hanami Festival juga diselenggarakan di letak ini dan menghadirkan sejumlah figur publik Jepang. Meski begitu, taman statis terbuka untuk penduduk sepanjang musim Hanami sehingga Anda bisa menikmati suasananya dengan lebih santai.
3. Osaka Castle Park – Osaka
Ingin menikmati adat Hanami di Jepang sekaligus melihat bangunan bersejarah? Osaka Castle Park bisa masuk dalam daftar destinasi kamu.
Kawasan taman di sekitar Osaka Castle memiliki lebih dari 4.000 pohon sakura. Ketika bunga bermekaran, warna merah muda dan putih dari pepohonan berhimpun dengan bangunan kastel yang menjadi latar ikonik.
4. Kiyomizu-dera – Kyoto
Kiyomizu-dera merupakan salah satu kuil populer di Kyoto yang dikelilingi pepohonan sakura. Dari veranda kuil yang eksis di sisi bukit, pengunjung dapat melihat bunga sekaligus panorama Kota Kyoto.
Kalau datang menjelang sore, Anda juga bisa menikmati fluktuasi kondisi ketika malam tiba. Pencahayaan di area kuil membikin pengalaman melihat bunga sakura mekar terasa semakin berbeda.
5. Matsumae Park – Hokkaido
Kalau agenda perjalanan Anda tidak memungkinkan datang pada akhir Maret, jangan langsung mencoret Jepang dari daftar. Matsumae Park di Hokkaido menawarkan kesempatan menikmati sakura lebih lama, terutama pada April hingga Mei.
Terdapat lebih dari 10.000 pohon sakura dari sekitar 250 jenis di area ini. Selain panorama bunga, area sekitarnya juga memiliki beragam atraksi berhistoris seperti kuil-kuil tua.
Etika Mengikuti Hanami

Etika Mengikuti Hanami/Foto: Magnific
Serunya menikmati adat Hanami di Jepang tentu bukan berarti Anda bisa bebas berbuat apa saja di taman. Karena banyak orang berkumpul dalam satu lokasi, ada beberapa adab sederhana yang sebaiknya Anda perhatikan.
- Jangan merusak pohon sakura: Mematahkan maupun menarik ranting pohon dilarang. Kalau mau membawa pulang kenang-kenangan, lebih baik membeli suvenir dari bazar maupun toko setempat.
- Jaga kebersihan: Jangan meninggalkan makanan maupun sampah di taman. Bawa kantong sampah sendiri jika tempat sampah di letak terbatas.
- Hormati ruang orang lain: Hindari memungut area yang terlalu luas maupun mengganggu pengunjung lain yang sedang menikmati Hanami.
- Jaga kondisi statis nyaman: Jika membawa minuman beralkohol, konsumsilah dengan bijak dan statis perhatikan kondisi lingkungan sekitar.
Bunga sakura sendiri cuma bertetap dalam waktu yang relatif singkat. Mungkin justru karena itulah Hanami terasa begitu spesial. Ada kesempatan untuk selesai sejenak, menikmati panorama yang cuma datang pada waktu tertentu, kemudian menyimpan momen tersebut sebagai kenangan.
Jadi, jika suatu saat Anda berkesempatan mengunjungi Jepang saat musim semi, jangan buru-buru fokus mencari spot foto. Duduklah sebentar di bawah pepohonan, nikmati makanan yang dibawa, dan rasakan sendiri kondisi yang membikin tradisi Hanami terus bertetap hingga sekarang!
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)