Jakarta -
Menjelang persalinan, banyak Bunda mulai mencari metode melahirkan yang terasa lebih nyaman dan minim stres. Salah satu metode yang sekarang semakin terkenal adalah hydrotherapy. Namun, tak sedikit juga yang tetap bingung membedakannya dengan waterbirth.
Sekilas keduanya memang mirip lantaran sama-sama menggunakan air hangat selama proses persalinan. Padahal, hydrotherapy dan waterbirth mempunyai tujuan yang berbeda, lho, Bunda.
Hydrotherapy lebih berfaedah sebagai terapi relaksasi untuk membantu mengurangi nyeri kontraksi, sedangkan waterbirth adalah proses melahirkan bayi langsung di dalam air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuk simak perbedaan antara hydrotherapy dengan waterbirth berikut ini, Bunda.
Apa itu hydrotherapy saat persalinan?
Hydrotherapy adalah metode terapi menggunakan air hangat untuk membantu ibu merasa lebih rileks selama proses persalinan. Biasanya Bunda bakal berendam di bathtub alias kolam unik saat kontraksi mulai terasa intens.
Metode ini umumnya dilakukan pada fase awal hingga fase aktif persalinan. Jadi, ibu tidak kudu melahirkan bayi di dalam air. Air hangat dipercaya membantu tubuh lebih nyaman, mengurangi ketegangan otot, sekaligus membikin pikiran lebih tenang selama kontraksi berlangsung.
Menurut penelitian dalam jurnal Cochrane Database of Systematic Reviews, penggunaan air hangat pada tahap pertama persalinan dapat membantu mengurangi penggunaan epidural dan meningkatkan kenyamanan ibu saat melahirkan.
Manfaat hydrotherapy untuk ibu melahirkan
Banyak ibu merasa hydrotherapy membantu proses persalinan terasa lebih ringan. Berikut beberapa manfaatnya:
1. Membantu mengurangi nyeri kontraksi
Air hangat dapat membantu tubuh lebih rileks sehingga rasa nyeri kontraksi terasa lebih ringan. Sensasi hangat juga membantu meredakan tekanan di area punggung dan pinggul.
2. Membuat Bunda lebih tenang
Saat tubuh masuk ke air hangat, hormon stres bisa menurun sehingga Bunda merasa lebih nyaman dan tidak terlalu resah menghadapi persalinan.
3. Membantu otot tubuh lebih rileks
Hydrotherapy membantu otot panggul dan tubuh menjadi lebih rileks. Hal ini dapat membantu proses pembukaan terasa lebih nyaman.
4. Mempermudah bergerak saat kontraksi
Air membantu menopang berat tubuh sehingga ibu lebih mudah bergerak dan mencari posisi nyaman selama kontraksi.
5. Mengurangi kebutuhan obat pereda nyeri
Beberapa penelitian menunjukkan hydrotherapy dapat membantu mengurangi kebutuhan intervensi medis tertentu, termasuk penggunaan obat pereda nyeri.
Apa itu metode waterbirth?
Berbeda dengan hydrotherapy, waterbirth adalah metode persalinan di mana bayi dilahirkan langsung di dalam air hangat.
Pada metode ini, ibu tetap berada di kolam hingga proses melahirkan selesai. Waterbirth dipercaya dapat membantu ibu merasa lebih rileks sekaligus memberikan transisi yang lebih lembut bagi bayi dari rahim ke bumi luar.
Meski begitu, waterbirth tidak bisa dilakukan oleh semua ibu hamil. Biasanya metode ini hanya dianjurkan untuk kehamilan akibat rendah dan kudu didampingi tenaga medis yang berpengalaman.
Perbedaan hydrotherapy dan waterbirth
Meski sama-sama menggunakan air hangat selama persalinan, hydrotherapy dan waterbirth mempunyai proses serta tujuan yang berbeda, Bunda.
Hydrotherapy adalah metode terapi air hangat yang digunakan untuk membantu ibu lebih rileks selama kontraksi. Pada metode ini, Bunda biasanya hanya berendam saat fase awal alias fase aktif persalinan untuk membantu mengurangi nyeri dan membikin tubuh lebih nyaman. Setelah itu, ibu bisa keluar dari kolam sebelum proses melahirkan berlangsung.
Sementara itu, waterbirth adalah metode persalinan di mana ibu tetap berada di dalam kolam air hangat hingga bayi lahir. Jadi, proses melahirkan dilakukan langsung di dalam air.
Perbedaan lainnya terletak pada tujuan penggunaannya. Hydrotherapy lebih konsentrasi membantu relaksasi, mengurangi stres, dan meredakan rasa sakit saat kontraksi. Sedangkan waterbirth digunakan sebagai metode melahirkan alami yang dipercaya dapat membikin ibu lebih nyaman selama proses persalinan.
Hydrotherapy juga umumnya lebih mudah ditemukan di rumah sakit alias klinik bersalin. Sedangkan waterbirth memerlukan akomodasi unik dan pendampingan tenaga medis yang memang berilmu menangani persalinan di air.
Selain itu, hydrotherapy biasanya mempunyai akibat yang lebih rendah lantaran ibu tidak melahirkan di dalam air. Sementara pada waterbirth, kondisi ibu dan bayi perlu dipantau lebih ketat untuk memastikan proses persalinan melangkah aman.
Apakah hydrotherapy kondusif untuk ibu hamil?
Secara umum, hydrotherapy tergolong kondusif untuk ibu mengandung dengan kondisi kehamilan normal dan sehat, Bunda. Metode ini apalagi cukup sering digunakan untuk membantu ibu merasa lebih rileks selama proses persalinan.
Berendam di air hangat dapat membantu mengurangi ketegangan otot, meredakan nyeri kontraksi, hingga membikin tubuh lebih nyaman. Selain itu, pengaruh relaksasi dari air hangat juga bisa membantu menurunkan stres dan kekhawatiran menjelang melahirkan.
Meski begitu, hydrotherapy tetap perlu dilakukan dengan pengawasan tenaga medis seperti master alias bidan, terutama saat persalinan berlangsung. Suhu air juga kudu diperhatikan agar tidak terlalu panas, biasanya sekitar 36–37°C, agar kondusif bagi ibu dan janin.
Namun, tidak semua ibu mengandung disarankan menjalani hydrotherapy. Pada beberapa kondisi tertentu, metode ini mungkin tidak dianjurkan, seperti:
- Kehamilan berisiko tinggi
- Perdarahan saat persalinan
- Tekanan darah tidak stabil
- Infeksi tertentu
- Kondisi janin yang memerlukan pemantauan ketat
- Ketuban pecah terlalu awal dengan akibat infeksi
Tips jika mau mencoba hydrotherapy saat persalinan
Jika Bunda tertarik mencoba hydrotherapy saat persalinan, ada beberapa perihal krusial yang perlu diperhatikan agar prosesnya tetap kondusif dan nyaman.
1. Konsultasikan dulu dengan master alias bidan
Sebelum memilih hydrotherapy, pastikan kondisi kehamilan Bunda memang kondusif untuk metode ini. Dokter alias perawat biasanya bakal mengecek apakah kehamilan termasuk akibat rendah dan tidak mempunyai komplikasi tertentu.
2. Pilih akomodasi kesehatan yang menyediakan hydrotherapy
Tidak semua rumah sakit alias klinik bersalin mempunyai akomodasi hydrotherapy. Karena itu, sebaiknya cari tahu terlebih dulu apakah tempat persalinan menyediakan bathtub alias kolam unik untuk terapi air saat melahirkan.
3. Pastikan suhu air tetap aman
Air yang digunakan sebaiknya hangat, bukan panas. Suhu ideal biasanya sekitar 36–37°C agar tubuh tetap nyaman dan tidak meningkatkan akibat overheating pada ibu maupun janin.
4. Tetap minum air putih
Meski berada di dalam air, tubuh tetap bisa kehilangan cairan selama persalinan. Karena itu, jangan lupa tetap minum cukup air agar Bunda tidak mengalami dehidrasi.
5. Dengarkan kondisi tubuh
Jika Bunda mulai merasa pusing, lemas, mual, alias tidak nyaman saat berendam, segera beri tahu tenaga medis dan keluar dari air.
6. Jangan berendam terlalu lama
Berendam terlalu lama bisa membikin tubuh kelelahan alias suhu tubuh meningkat. Biasanya tenaga medis bakal membantu mengatur kapan waktu terbaik untuk masuk dan keluar dari kolam.
7. Pastikan selalu didampingi tenaga medis
Hydrotherapy tetap kudu dilakukan dengan pengawasan master alias perawat untuk memastikan kondisi ibu dan bayi tetap kondusif selama persalinan berlangsung.
Demikian Bunda, penjelasan mengenai metode persalinan hydrobirth dan perbedaannya dengan waterbirth. Semoga kehamilan Bunda selalu diberi kesehatan, kelancaran, dan kebahagiaan hingga hari persalinan tiba.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·