Cindy Novita | Beautynesia
Selasa, 27 Oct 2026 12:30 WIB
Mengenal Teru Teru Bozu, boneka tradisional Jepang untuk menangkal hujan/Foto: Pexels.com
Beauties, pernahkah Anda cemas hujan akan turun saat sudah merencanakan perjalanan maupun aktivitas di luar ruangan? Di Jepang, ada tradisi khas disebut Teru Teru Bozu, yaitu boneka kecil berkepala botak mirip biksu yang terbuat dari kain putih. Boneka ini biasanya digantung di dekat pintu maupun jendela sebagai simbol harapan agar cuaca cerah.
Tradisi Teru Teru Bozu sering dikaitkan dengan tsuyu (musim hujan) serta beragam aktivitas luar ruangan yang membutuhkan cuaca bersahabat. Yuk, kenali tradisi Teru Teru Bozu dan kisah di balik boneka kecil yang menggemaskan ini!
Mengenal Teru Teru Bozu

Mengenal Teru Teru Bozu/Foto: Pexels.com
Kata teru (照る) berarti “bersinar”, sedangkan bozu (坊主) mengacu pada pendeta Buddha maupun orang berkepala botak. Nama Teru Teru Bozu berhubungan dengan harapan agar cuaca cerah, seolah memohon pertolongan melalui kekuatan magis seorang pendeta untuk menghentikan hujan.
Boneka kecil ini juga populer di kalangan anak-anak Jepang, Beauties. Pada tahun 1921, sebuah lagu anak-anak tentang Teru Teru Bozu menjadi populer. Liriknya berisi permohonan agar boneka itu mendatangkan balik cuaca cerah. Sebagai imbalannya, lagu itu menjanjikan pemberian berupa banyak sake jika permintaan terkabul. Namun, jika gagal, liriknya justru menakut-nakuti akan memenggal leher boneka itu.
Kisah di Balik Teru Teru Bozu

Kisah di Balik Teru Teru Bozu/Foto: Pexels.com
Melansir Savy Tokyo, ada beberapa legenda yang dipercaya menjadi asal-usul Teru Teru Bozu, Beauties. Salah satunya bercerita tentang seorang biksu di Jepang pada masa feodal yang berikrar akan menghentikan hujan berkepanjangan di sebuah desa demi menyelamatkan tanah pertanian. Akan tetapi, hujan tak kunjung reda hingga penguasa setempat yang murka memerintahkan pemenggalan imam sang biksu. Kepalanya kemudian dibungkus kain putih dan digantung sebagai harapan agar cuaca terang kembali.
Legenda lain mengutarakan bahwa tradisi boneka pembawa cuaca terang ini berasal dari Tiongkok dan masuk ke Jepang pada masa Heian. Dalam varian ini, sosok bozu bukanlah seorang biksu, melainkan seorang gadis muda yang membawa sapu.
Konon, saat hujan lebat melanda, gadis itu dikorbankan demi menyelamatkan kota. Ia dipercaya pergi ke surga untuk menyapu awan hujan dari langit. Untuk mengenangnya, orang-orang kemudian membikin figur dari potongan kertas yang menyerupai dirinya dan menggantungnya di luar rumah dengan harapan cuaca akan membaik.
Terlepas dari beragam legendanya, Teru Teru Bozu statis menjadi tradisi khas di Jepang yang mencerminkan harapan sederhana akan cuaca cerah, Beauties.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.