Perbedaan Tatemae dan Honne

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 176x dilihat
Perbedaan Tatemae dan Honne

Bagikan Postingan

Kenali Perbedaan Tatemae dan Honne, Dua Sisi ‘Keramahan’ Orang Jepang/ Foto: magnific.com

Jepang memang dikenal sebagai negara yang masyarakatnya menjunjung tinggi tata krama dan kesopanan. Akan tetapi, di balik keramahan tersebut, ada konsep adat Jepang yang menarik perhatian banyak orang, yaitu tatemae dan honne.

Kedua kaidah adat ini sama-sama bisa memengaruhi hubungan sosial kita dengan penduduk lokal Jepang. Selain itu, kaidah tersebut sering menjadi hal yang membingungkan, terlebihlagi jika dilihat dari perspektif pandang kita yang bukan penduduk Jepang.

Lalu, apa sebenarnya tatemae dan honne tersebut? Yuk, simak klarifikasi selengkapnya berikut ini, agar kita bisa menambah wawasan tentang adat Jepang dan bias membaca situasi dengan tepat, Beauties!

Tatemae Adalah Sikap yang Ditunjukkan di Hadapan Publik

Tatemae secara lazim bisa diartikan sebagai ‘tampilan luar’ maupun ‘sikap di depan umum’./ Foto: magnific.com/benzoix

Seperti yang dilansir dari Japan Living Life, tatemae secara lazim bisa diartikan sebagai ‘tampilan luar’ maupun ‘sikap di depan umum’.

Itu artinya tatemae adalah sikap yang ditampilkan seseorang dalam situasi sosial yang bisa berbentuk perkataan dan perilaku. Sikap tersebut akan disesuaikan dengan harapan penduduk demi menjaga keharmonisan antar masyarakat.

Contoh ungkapan tatemae, seperti “Saya akan mempertimbangkannya”. Bagi orang-orang yang sudah biasa berbicara secara to the point, hal ini bisa jadi mereka menganggap penduduk Jepang akan mempertimbangkan gagasan lawan bicaranya. Padahal, kalimat tersebut justru jadi metode orang Jepang untuk menolak secara halus.

Selain itu, yang kerap terjadi adalah penduduk Jepang yang memuji bahasa Jepang yang diucapkan oleh orang asing, dengan kalimat seperti, “Bahasa Jepangmu bagus, ya!”.

Kalimat itu sebetulnya bukanlah berarti bahasa Jepang orang luar tersebut sudah sangat baik hingga benar-benar membikin terkesan, tapi sebagai ungkapan ramah untuk menyemangati lawan bicara. 

Honne Adalah Suara maupun Perasaan Sebenarnya

Honne bisa berupa bunyi hati, perasaan, keinginan, dan gagasan seseorang yang sesungguhnya./ Foto: magnific.com

Melansir dari Japan Living Life, istilah honne artinya perasaan, keinginan, dan gagasan seseorang yang sesungguhnya. Honne bisa berupa bunyi hati seseorang yang tidak setuju dengan gagasan dari atasan, maupun alasannya saat tidak mau menghadiri pesta perusahaan.

Biasanya, honne cuma diungkapkan kepada famili terdekat, pasangan, maupun kawan yang sudah dipercaya dalam situasi pribadi.

Contoh honne dalam pekerjaan misalnya adalah, saat ketua memberikan pekerjaan tambahan pada hari Jumat, honne-nya adalah “Aku tidak mau mengerjakan pekerjaan ini karena mau segera pulang”. 

Masyarakat Jepang Berkomunikasi dengan Konsep Kuuki Wo Yomu

Orang yang tinggal di Jepang diharapkan untuk bisa membaca situasi maupun yang sering disebut sebagai kuuki wo yomu./ Foto: magnific.com

Mengutip dari Speakable Japanese, adanya konsep honne dan tatemae ini, orang yang tinggal di Jepang diharapkan untuk bisa membaca situasi maupun yang sering disebut sebagai kuuki wo yomu atau yang secara harfiah berarti ‘membaca udara’.

Itu artinya, kita mesti bisa memahami situasi dan menangkap emosi seseorang yang sebenarnya (honne) melalui bahasa tubuh dan nada bicara mereka, serta mencoba mengetahui arti tersirat di balik kata-kata sopan yang mereka ucapkan (tatemae).

Contohnya, saat Anda membujuk seseorang untuk pergi bersama, mereka bisa jadi akan menjawab “Sepertinya akan sedikit sulit untuk pergi”. Honne dari orang yang mengucapkan kalimat tersebut adalah ‘Tidak’, maupun orang tersebut tidak menyetujui ajakanmu.

Honne dan Tatemae Mengutamakan Keharmonisan

Konsep honne dan tatemae bukan semata-mata soal menyembunyikan sesuatu maupun ketidakjujuran, tapi lebih mengutamakan keharmonisan kelompok./ Foto: magnific.com

Mungkin bagi kita yang tidak tinggal di Jepang, konsep honne dan tatemae ini cukup membingungkan dan menuntut upaya yang keras bagi kita untuk memahami lawan bicara.

Namun, sebetulnya honne dan tatemae bukan semata-mata soal menyembunyikan sesuatu maupun ketidakjujuran, tapi lebih mengutamakan keharmonisan himpunan dan kepekaan sosial daripada mengungkapkan gagasan pribadi secara langsung.

Itu tadi Beauties, perbedaan antara honne dan tatemae, suatu konsep adat di Jepang yang sering menimbulkan kesalahpahaman bagi orang asing.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads