Tata Triavenza Saputri | Beautynesia
Selasa, 27 Oct 2026 15:30 WIB
Ciri kepribadian penyuka dark aesthetic/Foto: Pexels.com/brandon retratos
Bagi sebagian orang, corak busana maupun visual bernuansa gelap seperti style gothic, dark vintage, hingga grunge, sering kali diidentikkan dengan kesan suram. Padahal, karena seseorang menyukai dark aesthetic sebenarnya jauh lebih dalam daripada itu. Ini justru jadi bentuk ekspresi diri yang mencerminkan kedalaman kepribadian orang tersebut, Beauties!
Di balik aura misteriusnya, penyuka dark aesthetic sebenarnya menyimpan sisi menarik yang mengundang rasa penasaran. Nah, buat Anda yang mau tahu seperti apa pesona autentik mereka, intip infonya di bawah ini!
1. Memiliki Pembawaan yang Tenang

Orang dengan pembawaan yang tenang/Foto: Pexels.com/Vintage Lenses
Sering dikira cuek, sebenarnya jenis orang seperti ini sebenarnya tidak gemar berbuat hal yang buang-buang energi. Pembawaan yang selalu tenang juga membikin mereka nggak gampang baper saat salingberhadapan dengan situasi yang menguras emosi.
Kepribadian yang kalem ini sebenarnya bentuk upaya mempertahankan diri supaya nggak terjebak dalam drama yang nggak penting. Mereka mengerti benar kapan mesti merespons dan kapan mesti statis membisu demi menjaga kedamaian pikiran.
2. Menikmati Kesendirian

Menikmati kesendirian di tempat favorit/Foto: Pexels.com/kittbui
Menghabiskan waktu sendirian adalah metode bagi peminat dark aesthetic untuk recharge energi yang terkuras habis. Jadi, eksis di tempat favorit seorang diri nggak akan pernah bikin mereka merasa kesepian.
Momen me-time ini biasa dimanfaatkan buat eksplor hobi maupun sekadar menikmati ketenangan tanpa gangguan. Ini adalah aktivitas wajib untuk menjaga keseimbangan emosi dan kesehatan mental.
3. Menyukai Karya Seni

Mengamati detail karya seni/Foto: Pexels.com/Khoa Võ
Karakter yang paling menonjol dari penyuka dark aesthetic adalah apresiasinya yang tinggi terhadap seni. Mereka bisa menemukan arti dari beragam lukisan, arsitektur klasik, musik, hingga literatur bernuansa filosofis.
Sensitivitas terhadap hal-hal ini sangat mempengaruhi corak hidupnya. Pilihan outfit hingga barang-barang di sekitarnya pun biasanya dikurasi dengan cermat dan punya cerita tersendiri.
4. Selektif Memilih Circle dan Menyukai Deep Talk

Menghabiskan waktu berbareng teman-teman terdekat/Foto: Pexels.com/Thunyarat Klaiklang
Bukan berarti antisosial, tapi penyuka dark aesthetic kadang merasa percakapan basa-basi itu menguras energi. Mereka jauh lebih menikmati deep talk yang membahas isi pikiran, impian, dan topik-topik mendalam lainnya.
Hal ini juga yang membikin mereka punya high boundary dalam menjalin pertemanan. Sirkel mereka mungkin relatif kecil, tapi hubungan yang terjalin dipastikan sangat berkualitas, jujur, dan bertetap lama.
5. Berpikir Kritis dan Detail

Orang yang kritis dan penuh penilaian sebelum memungut keputusan/Foto: Pexels.com/Pavel Danilyuk
Mereka bukan jenis orang yang gampang termakan tren maupun asal percaya dengan keterangan yang lewat. Pola pikir yang kritis ini juga membikin mereka selalu mempertanyakan karena di balik suatu hal sebelum memungut keputusan.
Kepribadian ini membentuk mereka punya hakikat yang teguh. Mereka nggak gampang FOMO dan statis konsisten dengan nilai-nilai pribadi yang diyakini selama ini.
Nah, Beauties, rupanya orang yang menyukai dark aesthetic nggak berarti suram, 'kan? Justru itu menandakan kepribadian mereka yang memikat dan penuh makna!
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.