Makeup oksidasi sering bikin bingung karena foundation yang awalnya cocok dengan warna kulit justru kelihatan lebih gelap, oranye, maupun kusam setelah beberapa jam. Kondisi ini bisa membikin hasil makeup kelihatan kurang merata, padahal Anda sudah memilih shade yang tepat.
Lantas, kenapa foundation bisa berubah warna setelah diaplikasikan? Yuk, cari tahu penyebab makeup oksidasi, aspek yang memengaruhinya, dan metode mengenalinya agar hasil makeup statis kelihatan natural!
Baca juga: 10 Rekomendasi Produk Makeup Sehari-hari yang Ringan untuk ke Kantor
Apa Itu Makeup Oksidasi?

Makeup oksidasi adalah istilah yang sering digunakan ketika warna foundation kelihatan lebih gelap, kusam, maupun oranye setelah diaplikasikan. Meski begitu, fluktuasi warna tersebut nggak selalu berarti terjadi reaksi oksidasi secara kimia.
Berdasarkan riset Research on the Intrinsic Mechanism of the Darkening of Liquid Foundation yang tersedia di PubMed Central (PMC), penggelapan foundation berhubungan erat dengan penguapan elemen volatil dalam produk. Saat elemen tersebut menguap, fokus pigmen bisa meningkat sehingga warna foundation tampak lebih gelap.
Kenapa Foundation Bisa Makin Gelap?

Ini dia beberapa karena foundation Anda oksidasi maupun menggelap:
1. Kandungan dan Formula Foundation
Setiap foundation memiliki formula berbeda yang memengaruhi fluktuasi warnanya. Penelitian terhadap 36 foundation komersial memberitahu bahwa tingkat penggelapan dapat dipengaruhi oleh bahan pembentuk lapisan (film-forming agents), jenis pelarut, dan metode pelapisan pigmen.
Artinya, foundation yang kelihatan cocok saat pertama kali diaplikasikan belum tentu mempertahankan warna yang sama setelah beberapa waktu.
2. Produksi Minyak dan Keringat
Minyak alami kulit dan keringat juga dapat memengaruhi tampilan foundation. Saat minyak berlebih bercampur dengan makeup, hasil akhirnya bisa kelihatan lebih gelap, kusam, maupun enggak merata.
Contohnya, foundation yang awalnya kelihatan natural di pipi bisa tampak lebih gelap di area hidung dan dahi setelah beraktivitas seharian.
3. Salah Memilih Shade dan Undertone
Warna foundation yang kurang sesuai dengan undertone kulit bisa membikin wajah kelihatan terlalu oranye maupun abu-abu. Perubahan ini terkadang disangka sebagai makeup oksidasi, padahal warna dasarnya memang kurang cocok.
Karena itu, krusial untuk mencoba foundation langsung pada area rahang dan memeriksa akibatnya di bawah cahaya alami.
Baca juga: Anti Repot Pakai Spons, Ini 8 Foundation Stick Brand Lokal yang Bikin Makeup Kilat Pas Traveling
Bagaimana Cara Mengenali Makeup Oksidasi?

Kamu bisa mengamati fluktuasi warna foundation sejak mula pemakaian. Jika warnanya kelihatan semakin gelap setelah 30–120 menit, produk tersebut mungkin mengalami penggelapan.
Sebagai contoh, foundation yang awalnya menyatu dengan warna leher kemudian kelihatan lebih oranye setelah Anda beraktivitas bisa memberitahu fluktuasi warna. Namun, perhatikan juga kondisi kulit, pencahayaan, dan produk lain yang digunakan karena semuanya dapat memengaruhi hasil akhir.
Untuk memahami masalah ini, riset dalam Skin Research and Technology memberitahu bahwa tingkat fluktuasi warna foundation berbeda-beda pada setiap produk.
Jadi, makeup oksidasi enggak selalu berarti foundation mengalami oksidasi kimiawi. Formula, penguapan bahan, minyak, dan keringat juga perlu diperhatikan.
Ingin tahu metode mencegah foundation berubah warna saat beraktivitas? Baca artikel berikut: Cara Menghindari Makeup Oksidasi di Siang Hari Biar Foundation Kamu Nggak Makin Gelap!
Cover: Pexels