Menurut Psikiater Anak Lulusan Harvard dan Stanford, Ini Kebiasaan untuk Membesarkan Anak Tangguh

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 185x dilihat
Menurut Psikiater Anak Lulusan Harvard dan Stanford, Ini Kebiasaan untuk Membesarkan Anak Tangguh

Bagikan Postingan

  1. Home
  2. Life
  3. love & relationship

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia

Jumat, 25 Sep 2026 21:30 WIB

Menurut Psikiater Anak Lulusan Harvard dan Stanford, Ini 3 Kebiasaan untuk Membesarkan Anak Tangguh

Cara membesarkan anak handal dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang membantu anak menghadapi kegagalan dan kesulitan/Foto: Magnific

Tidak ada orang tua yang dapat melindungi anak dari setiap kegagalan, kekecewaan, maupun situasi sulit yang mungkin mereka hadapi dalam hidup. Oleh karena itu, salah satu kapasitas krusial yang perlu dibangun sejak kecil adalah resiliensi, yaitu kapasitas anak untuk menghadapi kesulitan, mengelola pengalaman yang tidak menyenangkan, dan statis melanjutkan kehidupannya setelah menghadapi tantangan.

Dr. Suzan J. Song, MD, PhD, seorang psikiater yang mendapat pelatihan di Harvard dan Stanford, banyak membahas resiliensi melalui pengalaman klinis, penelitian, serta pekerjaannya berbareng individu dan famili yang menghadapi beragam bentuk kesulitan.

Lantas, kebiasaan orang tua apa saja yang bisa menjadi cara mendidik anak tangguh menurut Dr. Song tersebut? Yuk, simak selengkapnya dan cari tahu cara membesarkan anak tangguh yang bisa mulai diterapkan dalam keseharian menurut Dr. Song seperti yang dilansir dari CNBC berikut ini!

Membiarkan Anak Mengalami Keberhasilan dan Kegagalan

Cara membesarkan anak handal dapat dimulai dengan memberi mereka kesempatan merasakan keberhasilan dan kegagalan. Orang tua perlu memberi ruang bagi anak untuk mencoba, berbuat kesalahan, dan memperbaiki diri. Dengan begitu, anak belajar menghadapi kegagalan sebagai bagiankecil dari proses belajar.
Cara membesarkan anak handal dapat dimulai dengan memberi mereka kesempatan merasakan keberhasilan dan kegagalan/Foto: Magnific

Anak perlu diberi kesempatan untuk mengalami keberhasilan sekaligus kegagalan agar mereka belajar bahwa kapasitas dapat berkembang melalui proses. Orang tua dapat membantu anak memilih aktivitas yang mereka sukai, kemudian memberi mereka ruang untuk berlatih, menghadapi kesulitan, berbuat kesalahan, dan memperbaiki diri. Dengan begitu, anak memahami bahwa tidak langsung pandai dalam sesuatu bukan berarti mereka akan gagal selamanya.

Ketika mengalami kegagalan, seperti mendapat harga rendah, biarkan mereka merasakan kecewa terlebih dahulu. Setelah emosinya lebih tenang, ajak anak mengevaluasi pengalaman tersebut dengan bertanya tentang bagiankecil yang paling sulit dan hal yang mau mereka lakukan secara berbeda. Dengan metode ini, anak belajar melihat kegagalan sebagai bagiankecil dari proses yang dapat dilewati sekaligus menjadi kesempatan untuk belajar.

Bantu Mereka Menjadi Pemecah Masalah

Cara membesarkan anak handal dapat dimulai dengan mengajarkan mereka menjadi pemecah masalah/Foto: Magnific

Alih-alih terlalu fokus mempersiapkan anak untuk menjalani pekerjaan tertentu, orang tua dapat membantu mereka menemukan permasalahan yang benar-benar mereka anggap krusial dan mencari metode untuk mengatasinya. Pasalnya, bumi kerja dapat berubah dalam beberapa dasawarsa mendatang sehingga sulit menentukan pekerjaan yang akan statis stabil maupun menjanjikan.

Jika anak memberitahu kepedulian terhadap suatu masalah, misalnya mereka jengkel melihat banyaknya sampah plastik di laut, orang tua bisa mengajaknya berbincang tentang apa yang membuatnya terganggu dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Selanjutnya, bantu anak mencari informasi, menghubungi ahli, maupun terlibat dalam aktivitas seperti membersihkan pantai. Dengan metode ini, anak belajar memahami apa yang krusial bagi dirinya sekaligus memungut cara nyata untuk mengatasinya.

Ajarkan Mereka Cara Membangun Hubungan yang Baik

Cara membesarkan anak handal dapat dimulai dengan mengajarkan mereka membangun dan menjaga hubungan yang sehat/Foto: Magnific

Ajarkan pada anak bahwa kapasitas membangun dan menjaga hubungan sama pentingnya dengan keahlian teknis. Seiring mereka tumbuh, anak akan menghadapi beragam situasi yang mengharuskan mereka membangun kepercayaan, menyelesaikan konflik, meminta bantuan, menetapkan batasan, serta menjaga hubungan dengan orang lain. Kemampuan tersebut perlu dilatih sejak awal melalui situasi sehari-hari.

Ketika anak mengalami perselisihan dengan teman, misalnya, ajak mereka membicarakan apa yang terjadi, memahami perspektif pandang orang lain, dan mempertimbangkan apakah hubungan tersebut statis perlu diperbaiki. Orang tua juga perlu memberikan contoh secara langsung dengan berani mengakui kesalahan dan meminta ampun setelah terjadi konflik. Dengan melihat sepertiapa orang tua memperbaiki hubungan, anak dapat belajar metode menjaga hubungan dengan lebih baik daripada cuma melalui nasihat.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads