
Sempat muncul anggapan bahwa Microsoft perlahan meninggalkan branding Copilot+ PC. Pasalnya, beberapa alat Surface terbaru terlebihlagi tidak lagi menggunakan label tersebut.
Baca Juga : Copilot+ PC Resmi Mulai Ditinggalkan, Microsoft dan OEM Tak Lagi Pakai Branding Ini
Namun rupanya dalam event Windows dan Surface pada 7 Oktober kemarin, Microsoft justru balik menegaskan bahwa Copilot+ PC statis menjadi bagiankecil krusial dari strategi Windows. Dan bahkan, boss Windows yaitu Pavan Davuluri mengatakan lebih dari 40% laptop yang dibuat untuk kebutuhan upaya saat ini merupakan Copilot+ PC.
Copilot+ PC Kini Fokus ke Hybrid Intelligence
Nah dan seperti yang sudah kita ulas dalam Rangkuman Event Microsoft 7 Oktober 2026, Windows Mulai Masuk Era Local AI, yang berubah bukan keberadaan Copilot+ PC, tetapi karena kenapa alat tersebut dibutuhkan.
Ketika pertama kali diperkenalkan pada 2024, Copilot+ PC lebih banyak dipasarkan melalui sejumlah fitur AI eksklusif yang membutuhkan NPU minimal 40 TOPS. Namun kini Microsoft memberikan fungsi baru melalui konsep Hybrid Intelligence, yaitu membagi pekerjaan AI antara alat dan cloud.
Setidaknya ada tiga kapasitas utama yang diperkenalkan, Local context memungkinkan Copilot memahami konteks dari file dan aktivitas terbaru di PC, kemudian local actions memungkinkan Copilot berbuat aksi seperti memindahkan file, mengubah pengaturan, coding, hingga menjalankan workflow dengan persetujuan pengguna.

Sementara local models memungkinkan Copilot menggunakan model AI yang berjalan langsung di PC dan menggabungkannya dengan cloud computing sesuai kebutuhan.
Jadi NPU Tidak Lagi Sekadar Pajangan
Nah, jika kita lihat lebih dalam justru di sinilah strategi Copilot+ PC mulai terasa lebih masuk akal, sebelumnya, NPU 40 TOPS memang terdengar menarik, tetapi pelanggan statis mesti bertanya, “Terus aku bisa berbuat apa dengan NPU ini?”
Sekarang Microsoft mau menjadikan NPU sebagai bagiankecil dari mekanisme yang menentukan di mana pekerjaan AI dijalankan. Jika tugas cukup ringan, Windows bisa menjalankannya secara lokal, namun jika membutuhkan model yang lebih besar maupun kapasitas yang lebih tinggi, pekerjaan dapat diteruskan ke cloud.

Microsoft terlebihlagi mengatakan pendekatan ini bisa membantu mengurangi penggunaan token cloud karena sebagian pekerjaan dapat diselesaikan langsung di perangkat.
Demo-nya Cukup Menarik
Dalam demo yang ditampilkan Microsoft, Copilot diperlihatkan bisa mencari arsip pajak yang tersebar di berkas Downloads dan Documents, kemudian mengorganisasi serta mengganti namanya.
Copilot juga bisa membikin ZIP dan menyiapkan email untuk dikirim kepada akuntan, dan menariknya, pekerjaan tersebut menggunakan local models sehingga keterangan pajak tidak perlu dikirim ke cloud untuk seluruh prosesnya.
Kalau kapasitas seperti ini benar-benar bekerja sebaik demonya, menurut aku inilah fitur yang sejak mula seharusnya menjadi karena utama membeli Copilot+ PC.
Tapi Tidak Semua Copilot+ PC Akan Sama
Nah disinilah yang paling penting. Microsoft mengatakan kesiapan dan waktu peluncuran fitur dapat berbeda berdasarkan device, market, dan silicon platform.
Artinya, meskipun dua alat sama-sama memiliki label Copilot+ PC, kapasitas Hybrid Intelligence yang diterima belum tentu identik, jadi jangan sampai label Copilot+ PC dianggap sebagai garansi bahwa semua fitur AI akan tersedia secara sama di seluruh perangkat.
Branding yang Sempat Dikira Mati Ternyata Dipertahankan

Dan ditengah anggapan bahwa Microsoft mulai meninggalkan branding Copilot+ PC, Davuluri justru mengatakan kategori ini sudah mencapai puluhan juta PC per tahun dan lebih dari 2 triliun inference per bulan dijalankan secara lokal untuk beragam kebutuhan seperti Search, imaging, dan video calls.
Bahkan Microsoft statis menampilkan Copilot+ PC sebagai kategori khusus di halaman produknya.
Namun Surface Laptop Ultra statis menjadi contoh menarik, karena alat tersebut dibanderol mulai $2,599.99, tetapi Microsoft justru tidak menggunakan label Copilot+ PC pada alat tersebut.
Jadi sih menurut saya, Copilot+ PC bukan mati, tetapi sedang mencari karena baru untuk statis relevan, karena selama dua tahun pertama, label tersebut identik dengan NPU dan sekumpulan fitur AI, namun kini Microsoft mencoba mengubahnya menjadi penanda bahwa sebuah PC bisa menjalankan Hybrid Intelligence, dengan sebagian pekerjaan Copilot diproses secara lokal dan sebagian lainnya menggunakan cloud.
Kalau fitur ini benar-benar datang dalam beberapa bulan ke depan seperti yang dijanjikan Microsoft, barulah kita bisa melihat apakah Copilot+ PC akhirnya benar-benar punya karena kuat untuk dipilih pengguna.
Nah sepertiapa menurutmu? komen dibawah guys.
Via : Microsoft
Catatan Penulis : Kincai Media sepenuhnya bersandar pada iklan untuk statis hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati artikel dan panduan di situs ini, meminta whitelist halaman ini di AdBlock Anda sebagai bentuk sokongan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pelanggan Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui sokongan di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan maupun butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]