Windows Search Baru Bukan AI Agent?, Begini Cara Kerjanya

Windows Portal Indonesia oleh Waktu baca 5 menit 29x dilihat
Windows Search Baru Bukan AI Agent?, Begini Cara Kerjanya

Bagikan Postingan

Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas sepertiapa Microsoft sedang mengubah Windows Search di Windows 11 agar bisa memahami perintah menggunakan bahasa natural dan langsung menjalankan aksi tertentu.

Baca Juga : Windows Search Kini Bisa Bertindak Seperti AI Agent, Tinggal Ketik Perintah

Sekilas, fitur tersebut memang kelihatan seperti AI agent. Namun menurut pengetesan yang dilakukan Neowin.net, rupanya ada kemungkinan kita terlalu cepat menyebutnya sebagai AI.

Windows Search Kini Bisa Menjalankan Perintah

Nah jadi seperti yang sudah kita ulas sebelumnya, pada varian baru ini, Windows Search tidak cuma digunakan untuk mencari aplikasi, file, maupun Settings, dimana ketika pelanggan mengetik perintah seperti meminta Windows mengaktifkan Dark Mode, Search bisa langsung menampilkan action yang sesuai.

Pengguna cukup menekan Enter maupun tombol action tersebut, kemudian fluktuasi langsung diterapkan, dan menariknya, action tersebut terlebihlagi muncul ketika pelanggan statis mengetik, dan setelah dijalankan, tersedia juga tombol Revert untuk membatalkan perubahan.

Ternyata Bisa Berjalan Offline

Nah, bagiankecil ini yang cukup menarik nih, karena dalam pengujiannya, Neowin mencoba mematikan hubungan internet menggunakan Airplane mode, dan hasilnya, Windows Search statis bisa memahami perintah dan menjalankan action seperti sebelumnya.

Based on my testing, Search also works completely offline and responds almost instantly as you type.

Dan kabarnya, penggunaan GPU juga tidak memberitahu aktivitas yang berarti ketika fitur tersebut digunakan, nah memang sih, hal ini belum membuktikan bahwa tidak ada model lokal yang bekerja di CPU, tetapi setidaknya tidak kelihatan adanya ketergantungan terhadap cloud.

Kemungkinan Besar Bukan AI Agent

Nah dari pengetesan tersebut, penulis Neowin menduga Microsoft kemungkinan menggunakan semacam local intent-matching system, dimana mekanisme tersebut mungkin bekerja dengan mengenali beragam ragam kalimat dan mencocokkannya dengan action Windows yang memang sudah didukung.

Misalnya, kalimat “Make everything dark” dapat dikenali sebagai perintah untuk mengaktifkan Dark Mode, namun ketika mencoba kalimat “turn off the lights”, Search tidak langsung menganggapnya sebagai Dark Mode dan justru menawarkan action seperti Night light maupun Dynamic lighting.

I also tried less obvious wording to see how rigid the system is. “Make everything dark” was understood as a request to switch to Dark Mode. But when I typed “turn off the lights,” Search didn’t automatically assume I meant Dark Mode. Instead, it offered actions related to Night light and Dynamic lighting.

Tetapi perlu digarisbawahi, Microsoft sendiri belum menerangkan secara detail teknologi yang digunakan di balik fitur ini, jadi bagiankecil mengenai local intent matching statis berupa anggapan berdasarkan pengujian.

Bukan Copilot yang Disembunyikan

Nah hal menarik lain juga terungkap, dimana pengetesan tersebut memberitahu bahwa Windows Search bukan chatbot tersembunyi, dan ketika diberikan pertanyaan acak seperti “what’s for dinner”, Search tidak memberikan balasan apa pun.

Artinya, kapasitas baru ini lebih difokuskan untuk mengenali perintah yang berhubungan dengan Windows, kemudian mencocokkannya dengan action yang tersedia.

Lalu Kenapa Terlihat Seperti AI?

Nah, menurut aku justru di sinilah menariknya guys, Microsoft sebelumnya sudah memiliki Settings AI Agent pada Copilot+ PC yang memungkinkan pelanggan menerangkan fluktuasi yang mau dilakukan menggunakan bahasa natural.

Dan Windows Search baru ini memiliki pengalaman yang sangat mirip, cuma saja bedanya Microsoft secara tegas mengatakan Settings sebagai AI agent, sementara mereka belum mengatakan Windows Search dengan istilah yang sama.

Bahkan Search baru ini bisa bekerja offline dan memberikan respons hampir secara instan. Jadi jika dilihat dari pengalaman pengguna, akibatnya memang terasa seperti AI agent, tetapi teknologi di belakangnya belum tentu AI agent seperti yang kita bayangkan.

Selain itu, menurut aku sih pendekatan seperti ini sebenarnya cukup menarik, karena Microsoft tidak mesti memasukkan chatbot maupun model AI besar ke setiap bagiankecil Windows cuma untuk membikin mekanisme terasa lebih pintar.

Jika kebutuhan pelanggan cuma seperti “aktifkan Dark Mode”, “matikan Bluetooth”, maupun “atur brightness”, mekanisme lokal yang ringan sebenarnya sudah cukup, kecuali lebih pendekatan seperti ini juga berpotensi lebih privacy-friendly karena perintah tidak perlu dikirim ke cloud.

Mirip Cortana Dimasa Lalu

Nah jika Anda pernah pakai Cortana, mungkin kurang lebih ini mirip banget, karena dahulu Cortana juga bisa berbuat hal yang sama, terlebihlagi tanpa pertolongan AI.

Baca Juga : Daftar Perintah Cortana yang Perlu Kamu Ketahui

Namun tentu, pengetesan yang dilakukan Neowin tersebut statis berupa pengetesan awal, terlebihlagi saat ini fitur tersebut statis benar benar tahap mula di Windows Insider Experimental Channel, termasuk Build 26340.9616 dan Experimental 26H1 Build 28120.3181.

Jadi sepertiapa menurutmu guys? coba komen dibawah, apakah ini AI Agent, maupun cuma fitur Cortana yang dikembalikan?

Via : Neowin


Catatan Penulis : Kincai Media sepenuhnya bersandar pada iklan untuk statis hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati artikel dan panduan di situs ini, meminta whitelist halaman ini di AdBlock Anda sebagai bentuk sokongan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pelanggan Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui sokongan di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan maupun butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Artikel Lainnya Windows Portal Indonesia
↑
Close Right Ads
Close Left Ads