Mri 3 Tesla Hadir Di Banten, Gambar Lebih Jernih Dan Kurangi Klaustrofobia

May 21, 2026 06:12 PM - 9 jam yang lalu 435

Di kembali setiap keputusan medis yang tepat, ada proses pemeriksaan yang akurat. Salah satu teknologi yang sekarang memegang peranan krusial dalam bumi diagnostik adalah Magnetic Resonance Imaging (MRI). Dengan keahlian menghasilkan gambaran perincian organ dan jaringan tubuh tanpa radiasi, MRI membantu master memandang lebih dalam apa yang tidak bisa terlihat dari pemeriksaan biasa.

Mulai dari mendeteksi gangguan otak, cedera sendi, hingga kelainan pada organ dalam, MRI menjadi “mata kedua” bagi tenaga medis untuk memahami kondisi pasien secara lebih presisi. Peran diagnostik dengan MRI bukan hanya membantu menemukan penyakit lebih cepat, tetapi juga menentukan langkah penanganan yang paling tepat sehingga kesempatan kesembuhan pasien dapat meningkat.

MRI bukan teknologi baru di bumi kedokteran, namun seiring dengan meningkatnya kebutuhan bakal penegakan pemeriksaan yang presisi pada penyakit kompleks seperti gangguan saraf (stroke dan tumor otak), jantung, ortopedi, hingga onkologi (kanker), dan kebutuhan bakal efisiensi waktu dan ketajaman gambar, MRI terus berkembang ke jenis terbarunya.

MRI 3 Tesla Generasi Baru Hadir di Banten

Hari ini, 21 Mei 2026, Bethsaida Hospital secara resmi memperkenalkan penemuan akomodasi pemeriksaan terbaru: Sistem Pemindaian MRI 3.0 Tesla (3T) SIGNA™ Hero berbasis Artificial Intelligence (AI). Ini adalah MRI 3 Tesla pertama di propinsi Banten, dan alias yang ketiga di Indonesia.

Kehadiran teknologi mutakhir dari GE HealthCare ini menempatkan Bethsaida Hospital di garis depan digitalisasi medis, khususnya dalam menangani pemeriksaan kasus-kasus kritis secara lebih cepat, tepat, dan akurat.

Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, menjelaskan bahwa kehadiran MRI 3 Tesla SIGNA™ Hero merupakan bagian dari komitmen hospital dalam menghadirkan jasa diagnostik berteknologi tinggi dengan standar pelayanan yang modern dan berorientasi pada kebutuhan konsumen bagi masyarakat Tangerang dan sekitarnya.

 “Kami terus memperkuat akomodasi medis melalui pemanfaatan teknologi diagnostik terkini yang mendukung ketepatan, kecepatan, serta keselamatan pasien.  Kehadiran MRI 3 Tesla SIGNA™ Hero ini semakin memperkuat jasa Bethsaida Hospital Gading Serpong dalam melayani beragam kebutuhan klinis, khususnya pada kasus-kasus kompleks seperti gangguan saraf (stroke dan tumor otak), jantung, ortopedi, hingga onkologi (kanker) serta jasa lain yang memerlukan pencitraan medis dengan tingkat kecermatan dan presisi tinggi,” ujar dr. Margareth.

Gambar Lebih Jernih dan Nyaman untuk Pasien

Selain menghadirkan kelebihan klinis, MRI 3 Tesla SIGNA™ Hero menjawab tantangan utama dalam prosedur MRI, khususnya ketidaknyamanan dan rasa resah pasien selama pemeriksaan.

Dengan kreasi bore (lubang pemindaian berdiameter 70 cm yang lebih luas dari MRI sebelumnya, memberikan pengalaman pemeriksaan yang lebih nyaman dan minim rasa cemas/panik (klaustrofobia).

Alat baru ini diperkuat dengan teknologi berbasis Artificial Intellegence (AI) melalui AIR™ Recon DL dan Sonic DL™ yang bisa menghasilkan kualitas pencitraan 60% lebih tajam sehingga meningkatkan kecermatan diagnostik, serta mempercepat proses proses pemindaian hingga 50%, termasuk pada organ dengan pergerakan tinggi seperti jantung.

Dokter ahli radiologi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Thio Ananda Steven, Sp.Rad menjelaskan, “Sebenernya dengan MRI terdahulu ialah 1,5 Tesla sudah menghasilkan gambar yang bagus namun bore alias lubang pemindaian yang sempit dan waktun pemindaian lama bisa sampai 45 menit apalagi 60 menit tergantung pemerikasan apa yang dilakukan. MRT 3Tesla ini datang dengan lubang pemindaian lebih luas, waktu lebih singkat, membikin pasien lebih nyaman.”

Pencitraan Tajam Kasus Neurologi Hingga Organ Dalam

MRI 3 Tesla ini bisa mendiagnosis kelainan dari kepala sampai ujung kaki. Namun, beberapa kasus yang sering menggunakan MRI sebagai sarana diagnostik adalah neurologi dan musculoskeletal (tulang dan persendian).

Berikut ini beberapa diagnostik yang bisa dilakukan dengan MRI: 

  • Bidang saraf, teknologi ini dapat membantu menilai kondisi seperti stroke, tumor otak, epilepsi, gangguan saraf, saraf terjepit, dan kelainan tulang belakang.
  • Jantung dan pembuluh darah, MRI 3 Tesla dapat membantu mengevaluasi struktur dan kegunaan jantung, gangguan otot jantung, peradangan otot jantung, gangguan katup, jejak serangan jantung, hingga kelainan jantung bawaan tertentu.
  • Ortopedi, teknologi ini berfaedah untuk memandang kondisi sendi, ligamen, tendon, otot, tulang rawan, cedera olahraga, robekan ligamen lutut, cedera meniskus, nyeri bahu, nyeri lutut, dan nyeri punggung

Kapan kita perlu melakukan MRI? Dr. Steven mengatakan bahwa MRI dilakukan semakin awal semakin baik, sebagai bagian dari medical check up, jangan menunggu sampai muncul gejala. Namun, MRI disarankan untuk orang yang mengalami keluhan sebagai berikut:

  • Sakit kepala berat dan berulang
  • Nyeri punggung, leher, lutut, alias bahu berkepanjangan
  • Kelemahan personil gerak, kesemutan, alias gangguan saraf
  • Riwayat secera olahraga dan trauma
  • Membutuhkan pemeriksaan lanjutan sesuai rekomendasi dokter.

 “Dengan MRI 3 Tesla yang didukung teknologi AI, membantu kami dalam melakukan pertimbangan secara lebih presisi, sekaligus mendukung master klinisi dalam menentukan langkah penanganan yang tepat bagi pasien,” tegasnya.

CEO GE HealthCare Indonesia, Kriswanto Trimoeljo, menyampaikan bahwa kehadiran SIGNA™ Hero di Bethsaida Hospital Gading Serpong diharapkan bisa menghemat devisa, di mana pasien Indonesia tidak perlu lagi berobat alias melakukan medical chek up ke negeri tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Selengkapnya