
Kincai Media – Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua minggu, di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah. Pengumuman itu disampaikan Presiden Donald Trump melalui platform Truth Social pada 7 April 2026.
Keputusan menghentikan operasi militer sementara itu dibuat hanya beberapa menit sebelum rencana serangan besar terhadap infrastruktur Iran yang sebelumnya dijadwalkan berjalan.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut peran mediator dari Pakistan memainkan peranan penting. Ia menyebutkan nama Shehbaz Sharif dan Asim Munir sebagai pihak yang meminta penundaan dan membuka jalur diplomasi.
Permintaan tersebut kemudian menjadi titik tolak tercapainya kesepakatan yang menurut Trump bersifat "dua arah", di mana kedua pihak menyetujui penghentian sementara aksi militer.
Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat telah mencapai target-target militernya sebelum menyetujui penghentian operasi sementara itu.
Salah satu poin kunci dari perjanjian sementara ini adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur krusial yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab.
Selat Hormuz memainkan peran besar dalam pasokan energi global: aliran minyak sekitar 20,3 juta barel per hari, serta peredaran besar gas alam cair (LNG).
Sebelumnya, penutupan Selat Hormuz oleh Iran sempat mengguncang pasar energi dunia karena berpotensi mengganggu antara 20–30 persen perdagangan minyak global.
Menurut pernyataan yang dirujuk Trump, Iran mengajukan proposal berisi 10 poin melalui mediator, yang disebutnya menjadi dasar negosiasi lanjut yang "layak".
Sebagian besar perbedaan antara Washington dan Teheran diklaim telah dibenahi, sementara periode dua minggu ini akan dimanfaatkan untuk merampungkan kesepakatan jangka panjang.
Israel dilaporkan telah menyetujui kesepakatan sementara tersebut, namun hingga pengumuman belum ada konfirmasi publik resmi dari pihak Iran.
Kabar gencatan senjata itu langsung berefek di pasar finansial, termasuk aset kripto: Harga Bitcoin dilaporkan naik hampir 3 persen dan sempat menyentuh US$ 71.720 di platform perdagangan.
Trump menggambarkan kesepakatan itu sebagai momen bersejarah yang berpotensi mengakhiri bentrok panjang antara Amerika Serikat dan Iran. Jika kesepakatan dua minggu ini bertahan dan berkembang menjadi perjanjian permanen, hal ini bisa menjadi titik balik besar dalam hubungan kedua negara setelah bertahun-tahun konflik dan sanksi.