Pendidikan Ayah dan Bunda Bisa Beri Petunjuk soal Kecerdasan Anak, Simak Faktanya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 67x dilihat
Pendidikan Ayah dan Bunda Bisa Beri Petunjuk soal Kecerdasan Anak, Simak Faktanya

Bagikan Postingan

Jakarta -

Keberhasilan akademis dan kecerdasan anak dapat dipengaruhi oleh beragam faktor, Bunda. Salah satunya adalah tingkat pendidikan orang tua dan keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak-anaknya.

Pada tahun 2022, National Center for Education Statistics (NCES) berbuat riset untuk mempelajari ciri khas famili dan faktor-faktor yang memengaruhi prestasi akademik anak-anak. Penelitian ini menemukan 58 persen anak-anak tinggal di rumah tangga di mana setidaknya ada satu orang dewasa yang memiliki hubungan famili telah memperoleh gelar diploma maupun lebih tinggi.

Sementara itu, 42 persen anak-anak di bawah usia 18 tahun yang tinggal di rumah tangga di mana tidak ada orang dewasa yang memiliki hubungan famili dapat memperoleh gelar sarjana. Demikian seperti melansir dari halaman Lamar University.


Sebuah studi tahun 2024 yang diterbitkan dalam International Journal of Arts, Science and Humanities juga meneliti efek tingkat pendidikan orang tua terhadap keberhasilan akademik anak-anak mereka. Peneliti menemukan bahwa latar belakang pendidikan orang tua muncul sebagai penentu krusial yang memengaruhi prestasi akademik anak-anak mereka.

Hal ini karena orang tua adalah pendidik pertama anak. Mereka tak cuma membentuk perspektif pandang anak-anak, tapi juga menanamkan nilai-nilai, dan meletakkan alas bagi jalur pendidikan anak mereka.

Studi tersebut juga menemukan bahwa murid dengan orang tua yang berilmu tinggi memperoleh harga dan peringkat yang lebih tinggi daripada murid yang orang tuanya kurang berpendidikan.

Selain itu, tingkat keterlibatan orang tua dalam pendidikan juga dapat berpengaruh secara signifikan. Semakin terlibat orang tua dalam studi anak mereka, maka semakin baik prestasi akademik anak tersebut.

Studi tersebut menekankan bahwa prestasi pendidikan murid tidak dapat semata-mata dikaitkan dengan tingkat pendidikan orang tua mereka. Keterlibatan orang tua, status sosial ekonomi, pengalaman sosial dan budaya, dan banyak aspek lainnya juga berpartisipasi krusial dalam keberhasilan pendidikan seorang anak.

Temuan serupa juga pernah dipublikasikan di European Journal of Public Health tahun 2022. Studi ini mengungkap bahwa tingkat pendidikan orang tua bisa memengaruhi prestasi anak-anaknya.

"Pendidikan orang tua adalah salah satu prediktor terbaik prestasi sekolah anak. Pendidikan orang tua yang lebih tinggi tidak cuma dikaitkan dengan kecerdasan anak yang lebih tinggi, tetapi prestasi lebih baik di sekolah yang berhubungan juga dengan faktor-faktor mengenai famili lainnya," demikian hasil studi.

Pendidikan orang tua tidak cuma menjadi prediktor yang konsisten terhadap prestasi sekolah anak, tetapi juga sangat memengaruhi kesehatan fisik, kesehatan mental, dan kapasitas kognitif anak-anak mereka. Orang tua dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung tinggal di lingkungan yang berkualitas lebih tinggi. Mereka lebih cenderung menanamkan harapan pendidikan pada anak-anak mereka dan menyediakan sumber daya sosial dan material yang mendorong prestasi sekolah lebih tinggi.

Perilaku orang tua dengan pendidikan tinggi pada anaknya

Orang tua dengan pendidikan yang lebih tinggi biasanya mau terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka dan berkontribusi pada evolusi dan kesejahteraan. Menurut survei, murid yang orang tuanya statis terlibat di sekolah memiliki kehadiran, perilaku, nilai, keahlian sosial yang lebih baik, dan bisa beradaptasi lebih baik di sekolah.

Para orang tua ini juga biasanya memiliki pola pengasuhan yang 'terjadwal'. Mereka menerapkan waktu makan dan tidur teratur, memiliki aktivitas famili bersama, serta aktivitas individu seperti waktu mengerjakan PR.

Praktik pola asuh tersebut menjadi rutinitas yang memberikan rasa memiliki dan struktur dalam hayat anak. Selain itu, lingkungan ini membantu dapat menumbuhkan evolusi yang sehat.

Sebaliknya, di rumah-rumah di mana orang tua memiliki tingkat pendidikan yang lebih rendah, cenderung ditemukan struktur rutinitas famili dan disiplin yang lebih keras, di mana dapat menyebabkan masalah perilaku pada anak serta prestasi akademik yang buruk.

Kepercayaan diri anak dan sokongan orang tua

Selain tingkat pendidikan orang tua, keterlibatan Bunda dan Ayah pada pendidikan anak juga bisa menaikkan rasa percaya diri Si Kecil. Melansir dari halaman Cyboard School, ketika seorang anak tahu bahwa orang tua benar-benar peduli dengan pendidikannya, sesuatu berubah di dalam dirinya.

Kepercayaan diri anak tumbuh bukan cuma secara akademis, tetapi juga dalam metode mereka melihat diri sendiri sebagai individu yang bisa dan berharga. Mereka lebih berani mengadopsi tangan di kelas, mencoba memecahkan masalah yang sulit, dan bangkit balik dari kegagalan tanpa merasa putus asa.

Studi juga memberitahu bahwa sokongan orang tua yang kuat dapat membantu anak-anak mengatasi stres dengan lebih baik, mengelola kekecewaan, mengatur emosi, dan mengurangi konsekuensi kecemasan, depresi, serta tantangan emosional lainnya yang dapat memengaruhi performa Si Kecil di rumah, di sekolah, dan dalam hayat sehari-hari.

Demikian klarifikasi mengenai kaitan tingkat pendidikan orang tua dan kecerdasan anak. Semoga keterangan ini berguna ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads