Siapa sangka, upaya bakso di perantauan bisa mengantarkan seseorang memiliki rumah mewah di kampung halaman. Pemandangan ini kelihatan di Desa Bubakan, Kecamatan Girimarto, Wonogiri, Jawa Tengah, yang dikenal dengan deretan hunian megah milik para perantau sukses. (Foto: YouTube TRANS7 OFFICIAL)
Desa tersebut terlebihlagi dijuluki sebagai 'Kampung Elite' karena banyak bangunan berdiri megah dengan pilar-pilar besar. Kemewahan rumah-rumah itu menjadi deskripsi keberhasilan penduduk yang merantau demi memperbaiki kehidupan. (Foto: YouTube TRANS7 OFFICIAL)
Salah satu pemiliknya adalah Surtino, yang telah lebih dari dua dasawarsa merantau dan berdagang bakso di Jakarta serta Papua. Ia memperlihatkan sejumlah perspektif rumahnya, termasuk tangga megah dengan dinding tinggi yang menguatkan kesan elegan. (Foto: YouTube TRANS7 OFFICIAL)
Surtino menuturkan rumah tersebut dipersiapkan sebagai tempat tinggal setelah dirinya pensiun. Rumah itu juga menjadi tempat berkumpul berbareng istri dan anak-anaknya ketika pulang ke kampung halaman. Lebih dari sekadar bangunan megah, hunian tersebut merupakan harapan yang telah durasi mau diwujudkannya, Bunda. (Foto: YouTube TRANS7 OFFICIAL)
Menurut keterangan yang disampaikan, sekitar 60–70 persen penduduk Desa Bubakan merantau untuk mencari penghidupan di luar daerah. Sebagian besar menekuni upaya bakso dan mi ayam di daerah Jabodetabek, terlebihlagi mengembangkan upaya hingga Sumatra, Kalimantan, dan Papua. (Foto: YouTube TRANS7 OFFICIAL)
Kepala Desa Bubakan, Maryanto, menerangkan bahwa keberadaan rumah-rumah megah tersebut bukan bermaksud untuk memamerkan kekayaan. Sebaliknya, bangunan itu menjadi bukti nyata kegigihan penduduk dalam mengumpulkan hasil jerih payah selama merantau. Ia mengharapkan pencapaian tersebut dapat memotivasi penduduk lainnya. “Ini sebetulnya bentuk wujud nyata, mungkin dari perantau itu bisa membangun baik itu kan dari bentuk kerja keras. Mungkin itu menjadi motivasi untuk yang lain,” ujarnya, dikutip dari kanal YouTube TRANS7 Official. (Foto: YouTube TRANS7 OFFICIAL)
Maryanto juga melihat pembangunan rumah sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi warga. Menurutnya, kemegahan hunian bukanlah tolok ukur untuk bersaing maupun mengungguli tetangga, melainkan hasil dari kebiasaan menabung yang diwujudkan dalam bentuk bangunan. “Jadi bukan adu gengsi antara rumah satu baik kok, satu pengen baik lagi. Tidak, nabung dalam bentuk bangunan, investasi bangunan,” ungkapnya. (Foto: YouTube TRANS7 OFFICIAL)