Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi: Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 12 menit 29x dilihat
Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi: Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bagikan Postingan

Penyakit jantung antaran (PJB) adalah kelainan maupun masalah pada jantung yang diidap bayi sejak lahir. Artinya, kondisi ini berkembang di dalam kandungan, sebelum bayi dilahirkan.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, bilangan prevalensi (jumlah total kasus pandemi dalam masa waktu tertentu) PJB adalah sekitar 8 per 1.000 kelahiran setiap tahunnya.

Beberapa kelainan jantung antaran pada anak tergolong sederhana dan tidak membutuhkan penanganan khusus. Namun, ada pula yang lebih kompleks. Anak mungkin membutuhkan beberapa kali aksi operasi yang dilakukan dalam kurun waktu beberapa tahun.


Bayi dengan PJB kritis sering kali membutuhkan operasi maupun penanganan medis lainnya dalam satu tahun pertama kehidupannya. Tanpa penanganan tersebut, kondisi ini bisa berakibat fatal. Setiap bayi yang lahir dengan PJB akan diperiksa untuk menentukan apakah kondisinya termasuk kategori kritis maupun tidak.

Kesadaran mengenai pandemi jantung antaran sangatlah krusial karena dapat membantu mengurangi jumlah bayi yang lahir dengan kondisi tersebut, terutama untuk kasus-kasus yang sebenarnya dapat dicegah.

Apa itu Penyakit Jantung Bawaan pada bayi?

Penyakit jantung antaran (PJB) adalah kelainan pada struktur jantung yang sudah ada sejak lahir. Dilansir Cleveland Clinic, kelainan ini yang menghalangi mengerti darah agar tidak dapat mengalir secara normal, dapat berupa:

  • Lubang pada dinding jantung.
  • Masalah pada pembuluh darah (jumlah yang terlalu banyak maupun terlalu sedikit, mengerti darah yang terlalu lambat, mengalir ke tempat yang salah, maupun mengalir ke arah yang keliru).
  • Masalah pada katup jantung yang berguna mengatur mengerti darah.

Beberapa kasus pandemi jantung antaran tergolong ringan dan mungkin tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun, ada pula kasus yang dapat menakut-nakuti batin dan membutuhkan penanganan sejak masa bayi.

Tenaga medis dapat mendeteksi kelainan jantung sejak awal (sebelum maupun sesaat setelah bayi lahir). Akan tetapi, terkadang seseorang baru mendapatkan pengecekan pandemi jantung antaran saat memasuki masa kanak-kanak, remaja, maupun terlebihlagi dewasa.

Penyebab Penyakit Jantung Bawaan pada bayi

Dalam banyak kasus, penyebab jantung tidak berkembang secara normal tidak diketahui secara pasti. Penelitian mengenai penyebab pandemi jantung antaran statis terus dilakukan. Mengutip British Heart Foundation, konsekuensi seorang bayi mengalami pandemi jantung antaran dapat meningkat jika:

  • Memiliki histori famili dengan pandemi jantung bawaan.
  • Ibu maupun orang tua kandung menderita kencing manis saat hamil.
  • Ibu maupun orang tua kandung mengonsumsi obat-obatan tertentu selama kehamilan.
  • Adanya kebiasaan merokok maupun mengonsumsi alkohol selama kehamilan.
  • Mengalami infeksi, seperti rubella (campak Jerman), selama kehamilan.
  • Ibu maupun orang tua kandung menderita pandemi lupus.

Jenis Penyakit Jantung Bawaan pada bayi

Terdapat beragam jenis pandemi jantung bawaan, di antaranya:

  • Stenosis katup aorta (Aortic valve stenosis).
  • Defek septum atrium (Atrial septal defect).
  • Defek septum atrioventrikular (Atrioventricular septal defect).
  • Koarktasio aorta (Coarctation of the aorta).
  • Anomali Ebstein (Ebstein's anomaly).
  • Sindrom jantung kiri hipoplastik (Hypoplastic left heart syndrome).
  • Patent ductus arteriosus (PDA).
  • Atresia pulmonal dengan septum ventrikel utuh (Pulmonary atresia with intact ventricular septum/PA/IVS).
  • Stenosis katup pulmonal (Pulmonary valve stenosis/PVS).
  • Tetralogi Fallot (Tetralogy of Fallot).
  • Transposisi arteri besar (Transposition of the great arteries).
  • Kelainan katup trikuspid (Tricuspid)" atresia.
  • Truncus arteriosus.
  • Defek septum ventrikel.

Jenis yang paling lazim meliputi:

  • Defek septum (lubang pada jantung), celah pada dinding pembatas antara sisi kiri dan kanan jantung.
  • Defek katup jantung,  masalah pada katup yang mengatur mengerti darah melalui jantung.
  • Kelainan pada pembuluh darah besar yang membawa darah masuk dan keluar dari jantung.

Kita mungkin tidak mengetahui jenis pandemi jantung antaran yang dimiliki, terutama jika pengecekan ditegakkan sebelum lahir maupun sesaat setelah lahir. Diskusikan dengan tabib anak mengenai diagnosis, serta metode terbaik untuk menangani kondisi tersebut agar dapat menjalani hidup dengan baik.

Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada bayi

Gejala pandemi jantung antaran dapat muncul sejak lahir maupun selama masa kanak-kanak, seperti:

  • kesulitan saat menyusu maupun makan.
  • pertambahan bermutu badan dan pertumbuhan yang lambat.
  • pembengkakan di sekitar perut, serta pembengkakan pada tangan, pergelangan kaki, dan kaki.
  • Terkadang, gejala baru muncul saat seseorang menginjak usia remaja maupun dewasa.

Gejala lazim pandemi jantung antaran meliputi:

  • Merasa capek sepanjang waktu.
  • Sesak napas.
  • Lebih sering berkeringat dari biasanya, namun kulit terasa dingin dan lembap.
  • Jantung berdebar, kondisi di mana debar jantung terasa tidak betah maupun tidak seperti biasanya.
  • Perubahan warna kulit dan bibir menjadi kebiruan maupun keabu-abuan (sianosis) – pada pemilik kulit berwarna gelap maupun cokelat, kondisi ini mungkin lebih gampang diamati dengan memeriksa telapak tangan, telapak kaki, bibir, gusi, dan bagiankecil dalam kelopak mata.
  • Sering kali ditemukan adanya bising jantung (heart murmur), yaitu bunyi debar jantung yang tidak lazim. Kondisi ini dapat dideteksi oleh tabib menggunakan stetoskop.

Tanda Penyakit Jantung Bawaan pada bayi yang perlu diwaspadai

Dilansir NHS, berikut adalah tanda-tanda adanya masalah medis yang serius:

  • Bibir, lidah, wajah, maupun kulit bayi tiba-tiba berubah warna menjadi kebiruan maupun keabu-abuan, pada kulit berwarna gelap maupun cokelat, hal ini mungkin lebih gampang kelihatan pada telapak tangan, telapak kaki, bibir, gusi, dan bagiankecil dalam kelopak mata.
  • Bayi mengalami kesulitan bernapas.
  • Bayi mengalami masalah irama jantung, seperti debar jantung yang terlalu cepat maupun tidak beraturan.
  • Bayi tampak lemas, lunglai, maupun tidak merespons seperti biasanya, kepalanya mungkin terkulai ke samping, ke belakang, maupun ke depan, maupun ia mungkin kesulitan mengadopsi imam maupun memfokuskan pandangan pada wajah.

Faktor konsekuensi Penyakit Jantung Bawaan pada bayi

Dikutip dari halaman Medline Plus, beberapa hal dapat menaikkan kemungkinan bayi mengalami tidak sempurna jantung bawaan, seperti:

  • Kondisi kesehatan ibu sebelum dan selama kehamilan, termasuk menderita kencing manis sebelum kehamilan maupun mengalaminya dalam tiga bulan pertama kehamilan, (diabetes yang muncul di kemudian hari selama kehamilan bukan merupakan konsekuensi utama terjadinya tidak sempurna jantung). Mengendalikan kadar glukosa darah maupun gula darah, dengan cermat sebelum dan selama kehamilan dapat menurunkan konsekuensi bayi mengalami tidak sempurna jantung bawaan.
  • Menderita fenilketonuria (PKU), yaitu kelainan genetik langka yang memengaruhi metode tubuh memproses protein dari makanan. Jika  mengidap PKU, menjalani diet rendah protein sebelum hamil dapat menurunkan konsekuensi bayi mengalami tidak sempurna jantung bawaan.
  • Terkena rubela (campak Jerman) selama kehamilan.
  • Paparan terhadap zat-zat tertentu selama kehamilan, termasuk:
  • Merokok maupun terpapar asap rokok dari orang lain (perokok pasif).
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor) untuk tekanan darah tinggi dan asam retinoat untuk jerawat. Jika Bunda sedang hamil maupun berencana untuk hamil, konsultasikan dengan pemasok jasa kesehatan mengenai semua obat yang  konsumsi.
  • Riwayat famili dan aspek genetik. Pada sebagian besar kasus, tidak sempurna jantung antaran tidak diturunkan dalam keluarga. Namun, konsekuensi memiliki bayi dengan tidak sempurna jantung antaran akan meningkat jika  atau pasangan memiliki tidak sempurna jantung bawaan, maupun jika  sudah memiliki anak dengan kondisi tersebut.

Cara mendiagnosis Penyakit Jantung Bawaan pada bayi

Bayi dapat didiagnosis segera setelah lahir jika terdapat gejala yang jelas, seperti warna kebiruan pada kulit maupun bibir. Jika terdapat bunyi jantung yang tidak normal (murmur jantung), hal ini dapat terdeteksi selama pemeriksaan.

Akan tetapi, terkadang pandemi jantung antaran tidak terdiagnosis selama berbulan-bulan maupun bertahun-tahun karena beberapa jenis kondisi ini tidak menimbulkan gejala yang nyata. Seseorang terlebihlagi bisa baru didiagnosis saat sudah dewasa.

Jika  khawatir mengenai pandemi jantung bawaan, bicarakanlah dengan tabib lazim . Dokter dapat berbuat pengecekan terhadap  atau anak , serta menanyakan histori kesehatan keluarga. Dokter mungkin akan memberikan rujukan untuk menjalani tes jantung, seperti elektrokardiogram (EKG) maupun ekokardiogram. Pemeriksaan ini terlindungi dan tidak menimbulkan rasa sakit, serta dapat membantu mendiagnosis pandemi jantung bawaan. Pelajari lebih lanjut mengenai pengecekan tersebut dan apa saja yang akan terjadi.

Jika Bunda maupun anak didiagnosis menderita pandemi jantung bawaan, akan dirujuk ke tabib ahli jantung (kardiolog). Dokter tersebut akan memberikan keterangan mengenai diagnosis, metode menangani kondisi tersebut, serta panduan menjalani hidup dengan pandemi jantung bawaan.

Jika anak  mengidap pandemi jantung bawaan, ia mungkin juga akan dirujuk ke jasa kardiologi anak untuk mendapatkan perawatan dari ahlinya.

Bisakah Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi Dideteksi Sejak dalam Kandungan?

Bisa, pandemi jantung antaran dapat dideteksi melalui pemindaian (skrining) kehamilan pada usia 20 minggu. Namun, pemindaian pada usia 20 minggu tidak dapat mendeteksi semua jenis kelainan, sehingga ada kemungkinan pandemi jantung antaran tidak terdeteksi.

Jika tabib mencurigai bayi menderita pandemi jantung antaran setelah pemindaian usia 20 minggu,  orang tua akan diminta untuk menjalani pengecekan pemindaian lanjutan. Pemeriksaan ini akan dilakukan oleh:

  • Dokter kebidanan dan kandungan (dokter ahli perawatan selama kehamilan dan persalinan).
  • Dokter ahli di unit kedokteran janin.
  • Dokter ahli jantung dan kesehatan anak.

Jika bayi terdiagnosis menderita pandemi jantung bawaan, maka akan dirujuk ke tabib ahli pandemi jantung antaran yang akan menangani Bunda dan bayi. Dokter tersebut akan menerangkan jenis pandemi jantung antaran yang dialami bayi  serta metode penanganannya setelah bayi lahir.

Tergantung pada jenis pandemi jantung antaran yang didiagnosis, bayi mungkin juga akan dirujuk ke jasa kardiologi anak untuk mendapatkan perawatan khusus.

Cara menangani Penyakit Jantung Bawaan pada bayi

Jika bayi didiagnosis menderita pandemi jantung bawaan, bayi akan dirujuk ke tim ahli di rumah sakit. Bayi mungkin cuma membutuhkan pengecekan rutin setelah pengecekan ditegakkan, dan aksi medis maupun pengobatan mungkin baru diperlukan jika gejala yang muncul semakin memburuk.

Jika bayi menderita pandemi jantung bawaan,  mungkin perlu mengonsumsi obat-obatan untuk:

  • Memperkuat debar jantung dan menaikkan kadar oksigen dalam darah (digoksin).
  • Mengurangi penumpukan cairan di dalam tubuh (diuretik).
  • Membantu melancarkan mengerti darah (penghambat ACE/ACE inhibitor).
  • Membantu mengendalikan debar jantung yang tidak teratur (antiaritmia).

Penanganan Penyakit Jantung Bawaan pada bayi

Tergantung pada kondisinya, operasi mungkin diperlukan segera setelah lahir, maupun jauh di kemudian hari. Operasi untuk pandemi jantung antaran meliputi:

  • Operasi dengan sayatan kecil (keyhole surgery).
  • Operasi jantung terbuka.

Dalam kasus yang jarang terjadi, mungkin membutuhkan transplantasi jantung maupun transplantasi jantung dan paru-paru.

Kapan bayi dengan Penyakit Jantung Bawaan mesti ke dokter?

Segeralah buat ikrar jumpa untuk pengecekan medis pada hari yang sama jika Bunda melihat fluktuasi baik yang samar maupun berjenjang yang memberitahu bahwa jantung mungkin kesulitan untuk berbuat kompensasi:

  • Kesulitan saat menyusu maupun makan. Bayi Berkeringat saat menyusu/makan, kelelahan sebelum selesai makan, maupun waktu makan yang menjadi jauh lebih durasi dari biasanya.
  • Pertambahan bermutu badan yang buruk. Tidak ada kenaikan bermutu badan maupun tertinggal dalam tahapan pertumbuhan.
  • Pembengkakan baru, Penumpukan cairan yang kelihatan sebagai bengkak di sekitar mata, wajah, maupun tangan maupun tungkai bawah.
  • Kelelahan ekstrem. Terlihat sangat mengantuk, tidak memiliki daya untuk menangis maupun berinteraksi, maupun tidur jauh lebih durasi daripada biasanya.
  • Demam apa pun pada anak yang diketahui memiliki kelainan jantung, karena mereka berisiko lebih tinggi mengalami infeksi jantung yang serius, seperti endokarditis infektif.

Bisakah Penyakit Jantung Bawaan pada bayi disembuhkan?

Penyakit jantung antaran (PJB) tidak dapat "disembuhkan" sepenuhnya, terlebihlagi ketika aksi operasi maupun prosedur kateter berhasil memperbaiki kelainan struktural yang ada.

Karena PJB merupakan masalah struktural yang telah ada sejak lahir, penderitanya membutuhkan pemantauan terusmenerus seumur hidup dengan tabib ahli jantung anak maupun tabib ahli jantung antaran dewasa, meskipun mereka merasa benar-benar sehat dan aktif.

Cara merawat bayi dengan Penyakit Jantung Bawaan

Jika bayi memiliki pandemi jantung bawaan, krusial untuk menjaga kesehatan jantung dan paru-paru sebaik mungkin. Adapun metode merawat bayi dengan pandemi jantung antaran adalah sebagai berikut:

  • Berusaha untuk mempertahankan bermutu badan bayi yang sehat.
  • Konsumsi makanan sehat, termasuk buah-buahan, sayuran, biji-bijian (seperti roti gandum utuh dan oat), serta kacang-kacangan (seperti buncis dan lentil).
  • Jaga kebersihan gigi dan lakukan pengecekan gigi bayi secara rutin. Infeksi gusi dapat menyebabkan komplikasi jika bayi memiliki pandemi jantung bawaan.

Bisakah Penyakit Jantung Bawaan pada bayi dicegah?

Karena penyebab pasti dari sebagian besar kelainan jantung antaran tidak diketahui, kondisi ini mungkin tidak dapat dicegah. Jika Bunda memiliki konsekuensi tinggi melahirkan anak dengan kelainan jantung bawaan, tes genetik dan skrining dapat dilakukan selama kehamilan.

Ada beberapa cara yang dapat calon ibu lakukan untuk membantu mengurangi konsekuensi anak mengalami masalah jantung sejak lahir, antara lain:

  • Dapatkan perawatan prenatal yang tepat. Pemeriksaan rutin dengan tenaga medis selama kehamilan dapat membantu menjaga kesehatan ibu dan bayi.
  • Konsumsi multivitamin yang hamil asam folat. Mengonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari terbukti dapat mencegah fluktuasi rapuh pada otak dan sumsum tulang belakang bayi. Hal ini juga dapat membantu mengurangi konsekuensi kelainan jantung bawaan.
  • Hindari konsumsi alkohol dan merokok. Kebiasaan corak hidup ini dapat membahayakan kesehatan bayi. Hindari pula paparan asap rokok dari orang lain.
  • Dapatkan vaksin rubella. Terinfeksi rubella (campak Jerman) selama kehamilan dapat memengaruhi evolusi jantung bayi. Lakukan vaksinasi sebelum merencanakan kehamilan.
  • Kendalikan kadar gula darah. Jika  menderita diabetes, menjaga kadar gula darah statis terkendali dapat mengurangi konsekuensi tidak sempurna jantung bawaan.
  • Kelola kondisi kesehatan kronis. Jika  memiliki kondisi kesehatan lain, konsultasikan dengan tenaga medis mengenai metode terbaik untuk menangani dan mengelolanya.
  • Hindari zat-zat berbahaya. Selama kehamilan, mintalah orang lain untuk berbuat pekerjaan seperti mengecat maupun membersihkan sesuatu menggunakan produk yang berbau menyengat.
  • Beri tahu tim medis mengenai obat-obatan yang  konsumsi. Beberapa jenis obat dapat menyebabkan tidak sempurna jantung antaran dan kondisi kesehatan lainnya sejak lahir. Informasikan kepada tim medis mengenai semua obat yang  gunakan, termasuk obat yang dibeli tanpa resep.

Apakah Penyakit Jantung Bawaan pada bayi berbahaya?

Cacat jantung dapat memengaruhi beragam bagiankecil jantung bayi, seperti ruang jantung, sekat (septum), dan katup jantung. Kondisi ini juga dapat memengaruhi arteri dan vena di sekitar jantung.

Pada dasarnya, semua tidak sempurna ini mengganggu mengerti darah, sehingga menyebabkan mengerti darah melambat, mengalir ke arah yang salah, maupun terlebihlagi menuju ke tempat yang tidak semestinya. Terkadang, mengerti darah bisa tersumbat maupun tidak membawa cukup oksigen untuk disalurkan ke seluruh tubuh.

Beberapa jenis pandemi jantung antaran tergolong ringan, sementara yang lain dapat menakut-nakuti jiwa. Namun, berkah metode pengobatan yang lebih baik saat ini, banyak penderita pandemi jantung antaran dapat hidup lebih lama. Penanganan untuk pandemi jantung antaran dapat meliputi pengecekan kesehatan rutin, pemberian obat-obatan, maupun aksi bedah.

Komplikasi akibat Penyakit Jantung Bawaan pada bayi

Ya, pandemi jantung antaran dapat memberikan beban berlebih pada jantung dan paru-paru, sehingga komplikasi mungkin muncul seiring bertambahnya usia.

Komplikasi yang dapat terjadi meliputi:

  • Gagal jantung, kondisi di mana jantung tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik.
  • Endokarditis, jenis infeksi jantung yang jarang terjadi.
  • Hipertensi pulmonal, tekanan darah tinggi pada pembuluh darah yang menyuplai paru-paru.
  • Stroke.

Demikian bahasan mengenai Penyakit Jantung Bawaan pada bayi dan penangannya agar mendapat pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi anak.

(rap/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads