Harta dan Nasib 8 Pemiliknya pada Hari Kiamat: Ada yang Terhina, Ada yang Dimuliakan

Intisari Islam oleh Waktu baca 2 menit 90x dilihat
Harta dan Nasib 8 Pemiliknya pada Hari Kiamat: Ada yang Terhina, Ada yang Dimuliakan

Bagikan Postingan

JAKARTA— Sesungguhnya Allah SWT menurunkan harta dengan tujuan yang luhur, jauh melampaui tujuan yang selama ini membikin manusia saling berkompetisi dan berebut untuk mengumpulkannya.

Tujuan diturunkannya harta telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam sebuah histori qudsi. Maka, renungkanlah histori tersebut, wahai hamba-hamba Allah.

Dari Abu Waqid Al-Laitsi RA, ia berkata bahwa jika wahyu Alquran turun kepada Rasulullah SAW dan beliau diperintahkan untuk berbuat sesuatu, kami pun mendatangi beliau untuk mempelajarinya. Suatu hari, kami datang kepada beliau, kemudian beliau bersabda:

إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ: إِنَّا أَنْزَلْنَا الْمَالَ لِإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَلَوْ كَانَ لِابْنِ آدَمَ وَادٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ ثَانٍ، وَلَوْ كَانَ لَهُ ثَانٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ ثَالِثٌ، وَلَا يَمْلَأُ فَمَ ابْنِ آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Kami menurunkan harta agar digunakan untuk menegakkan shalat dan menunaikan zakat. Seandainya anak Adam memiliki satu jurang harta, niscaya ia mau memiliki jurang yang kedua. Jika ia telah memiliki jurang kedua, ia pun mau memiliki jurang yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi mulut anak Adam kecuali tanah (kematian). Dan Allah menerima insaf orang yang bertobat.” (HR Ahmad)

Saat eksis di Padang Mahsyar, manusia dibangkitkan dalam keadaan tidak berdasarkan kaki dan tidak berpakaian, baik lelaki maupun perempuan. Mereka bertebaran seperti anai-anai yang beterbangan.

Gunung-gunung beterbangan seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Langit terbelah, berguncang, terpecah, terbuka, dilenyapkan, dan digulung. Gunung-gunung dijalankan, dihancurkan, dan diratakan. Bumi diguncangkan, dihamparkan, serta mengeluarkan segala isinya dan menjadi kosong.

Unta-unta yang hamil ditinggalkan, binatang-binatang liar dikumpulkan, lautan meluap dan menyala-nyala, sementara umat manusia berlutut. Setiap umat dipanggil untuk menerima anotasi amalnya.

Leher-leher manusia terasa kering karena kehausan, panas matahari, dan dahsyatnya hembusan napas makhluk yang berkumpul. Keringat pun mengucur hingga mencapai pinggang, mata kaki, terlebihlagi daun telinga.

Artikel Lainnya Intisari Islam
↑
Close Right Ads
Close Left Ads