UIN Sunan Kalijaga Tembus Peringkat Kedua Nasional, Patahkan Stereotip Kampus Islam

Intisari Islam oleh Waktu baca 3 menit 215x dilihat
UIN Sunan Kalijaga Tembus Peringkat Kedua Nasional, Patahkan Stereotip Kampus Islam

Bagikan Postingan

YOGYAKARTA -- Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menorehkan prestasi dalam pemeringkatan perguruan tinggi dunia. Kampus tersebut menempati posisi kedua nasional setelah Universitas Indonesia (UI) dalam Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027, sekaligus masuk himpunan peringkat 801–1.000 dunia.

Capaian tersebut dinilai menguatkan posisi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam persaingan pendidikan tinggi nasional sekaligus mematahkan stereotip bahwa kampus Islam cuma berorientasi pada analisis keagamaan.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno mengatakan, prestasi UIN Sunan Kalijaga harus menjadi momentum untuk memperluas pandangan penduduk terhadap kualitas PTKIN. Menurut dia, kampus Islam memiliki kapabilitas akademik yang tidak cuma terbendung pada pengembangan ilmu agama, tetapi juga riset dan ilmu pengetahuan secara luas.

"PTKIN mesti dilihat dari kualitas pendidikan, kekuatan riset, dan kontribusi keilmuannya. Capaian UIN Sunan Kalijaga memperlihatkan bahwa kampus Islam bisa eksis di jajaran teratas, terlebihlagi melampaui banyak perguruan tinggi lazim dalam pemeringkatan internasional," ujar Suyitno dalam keterangan persnya, Senin (2/11/2026).

Dia menilai, kelebihan studi keislaman justru dapat menjadi fondasi untuk mengembangkan beragam disiplin ilmu. Karena itu, mahasiswa PTKIN perlu mendapatkan kesempatan yang sama dalam penguasaan teknologi, pengembangan penelitian, hingga menghasilkan solusi atas beragam permasalahan masyarakat.

Upaya memperlihatkan keluasan keilmuan mahasiswa PTKIN tersebut akan diwujudkan melalui Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III PTKIN. Kegiatan yang terjadi di UIN Sunan Kalijaga pada 3–7 November 2026 itu diikuti 497 finalis dari 54 PTKIN yang bersaing dalam 18 cabang sektor agama, sains, dan riset.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Sahiron mengatakan, OASE menjadi ruang bagi mahasiswa PTKIN untuk memberitahu kapasitas akademik dan pembaruan di beragam bidang. Menurut dia, mahasiswa kampus Islam tidak cuma mempelajari agama, tetapi juga mengembangkan teknologi dan sains.

"Di PTKIN, mahasiswa mempelajari kepercayaan sekaligus mengembangkan robotika, nanoteknologi, teknologi pangan, hingga konservasi energi. Keluasan ini mesti ditopang kedalaman riset. Dengan begitu, integrasi keilmuan kelihatan dalam kualitas karya yang bisa diuji," ucap Sahiron.

Dia menambahkan, reputasi akademik tidak cukup dibangun melalui perlombaan maupun pemeringkatan semata. Penguatan metodologi penelitian, pendampingan dosen, kesiapan akses laboratorium, serta kesempatan mahasiswa mempresentasikan dan mempertahankan hasil riset mesti menjadi bagiankecil dari pembinaan akademik secara berkelanjutan.

Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Noorhaidi Hasan mengatakan, pihaknya telah menyiapkan beragam kebutuhan teknis untuk memastikan pelaksanaan OASE III PTKIN berjalan optimal. Persiapan tersebut meliputi penyelarasan instruksi teknis, mekanisme penjurian, sokongan teknologi informasi, hingga penyediaan akomodasi kegiatan.

"Kami menyiapkan pelaksanaan yang memungkinkan peserta memberitahu kapasitas terbaiknya. Kejelasan mekanisme lomba, sokongan fasilitas, dan koordinasi teknis menjadi perhatian agar kualitas karya memperoleh ruang penilaian yang layak," kata Noorhaidi.

Selain kompetisi, OASE III PTKIN juga akan menghadirkan ekspo pembaruan yang melibatkan 34 PTKIN. Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa dan pendidik diharapkan dapat saling mengenalkan hasil penelitian, berganti gagasan, serta menjajaki kesempatan kerja sama riset lintas kampus.

Capaian UIN Sunan Kalijaga dalam THE WUR 2027 dan pelaksanaan OASE III PTKIN menjadi bagiankecil dari upaya menguatkan daya saing perguruan tinggi Islam. Integrasi ilmu agama, sains, teknologi, dan riset diharapkan semakin mempertegas kontribusi PTKIN dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan menjawab tantangan masyarakat.

Artikel Lainnya Intisari Islam
↑
Close Right Ads
Close Left Ads