Peringatan Rasulullah SAW untuk Penyerobot Tanah, Perilaku Dianggap Sepele Padahal Berbahaya

Intisari Islam oleh Waktu baca 2 menit 212x dilihat
Peringatan Rasulullah SAW untuk Penyerobot Tanah, Perilaku Dianggap Sepele Padahal Berbahaya

Bagikan Postingan

Pengunjuk rasa mengikuti aksi Hari Tani Nasional ke-65 di Kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, Rabu (24/9/2025). Aksi yang diikuti oleh petani dari beragam daerah tersebut menuntut pemerintah untuk mewujudkan reformasi agraria demi kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan bagi rakyat. Selain itu mereka meminta pemerintah untuk segera menyelesaikan perselisihan agraria di Indonesia secara menyeluruh dan menghentikan segala bentuk kekerasan dan kriminalisasi dalam penyelesaian perselisihan agraria yang terjadi.

JAKARTA— Salah satu gejala buruk yang semakin marak terjadi di tengah penduduk adalah praktik penyerobotan tanah. Perbuatan ini dapat memicu fitnah, pertikaian, dan perselisihan antara tetangga, kerabat kandung, terlebihlagi antarkerabat.

Para ulama menggolongkan perbuatan tersebut sebagai kejahatan besar dan salah satu dosa besar. Pelakunya diancam dengan laknat Allah SWT, dijauhkan dari rahmat-Nya, dan kelak menghadap Allah pada hari hariakhir dalam keadaan dimurkai-Nya.

Penyerobotan tanah ini berlaku, baik terhadap tanah milik individu maupun milik negara. Tidak peduli apakah tanah yang diserobot itu berupa tanah yang luas maupun cuma sebidang kecil seukuran satu jengkal, terlebihlagi kurang dari itu.

Mengingat besarnya ancaman perbuatan ini, simak penuturan Abu Thufail Amir bin Watsilah RA. Ia menceritakan bahwa Ali bin Abi Thalib RA pernah ditanya, apakah Rasulullah SAW memberikan suatu kelebihan maupun pesan khusus kepadanya.

Ali menjawab, Rasulullah SAW tidak memberikan sesuatu yang khusus kepada kami dan tidak diberikan kepada seluruh manusia, kecuali apa yang tertulis dalam sarung pedangku ini.

Kemudian ia mengeluarkan sebuah lembaran yang tertulis di dalamnya:

لَعَنَ اللهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ، وَلَعَنَ اللهُ مَنْ سَرَقَ مَنَارَ الْأَرْضِ، وَلَعَنَ اللهُ مَنْ لَعَنَ وَالِدَهُ، وَلَعَنَ اللهُ مَنْ آوَى مُحْدِثًا

“Allah melaknat orang yang menyembelih fauna untuk kecuali Allah, Allah melaknat orang yang mencuri tanda-tanda batas tanah, Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya, dan Allah melaknat orang yang melindungi pelaku kejahatan.” (HR Muslim)

Hal yang menjadi perhatian utama dari histori agung ini adalah hadis Rasulullah SAW:

وَلَعَنَ اللهُ مَنْ سَرَقَ مَنَارَ الْأَرْضِ

“Allah melaknat orang yang mencuri tanda-tanda batas tanah”

Artikel Lainnya Intisari Islam
↑
Close Right Ads
Close Left Ads