Perbedaan KPK dan Kejaksaan yang Sering Bikin Keliru!

Gramedia Official Blog oleh Waktu baca 10 menit 507x dilihat
Perbedaan KPK dan Kejaksaan yang Sering Bikin Keliru!

Bagikan Postingan

perbedaan KPK dan Kejaksaan – Grameds, perbedaan KPK dan Kejaksaan statis sering dianggap sepele, terlebihlagi banyak yang mengira KPK adalah ‘atasan’ dari Kejaksaan. Padahal, menganggap fungsi keduanya sama cuma karena sama-sama bisa memborgol koruptor adalah keliru besar!

Lantas, di mana letak garis batas kewenangan kedua institusi penegak aturan ini? Nah, agar Anda makin melek aturan dan nggak gampang terkecoh isu media, simak ulasan lengkapnya di sini!

Apa Itu KPK?

KPK adalah singkatan dari Komisi Pemberantasan Korupsi. Lembaga ini dibentuk untuk menaikkan upaya pemberantasan tindak kriminal korupsi di Indonesia.

KPK memiliki tugas yang mencakup beragam tahap pemberantasan korupsi, mulai dari pencegahan hingga penindakan. Dalam menjalankan tugasnya, KPK juga memiliki fungsi koordinasi dan supervisi terhadap institusi yang berkuasa dalam pemberantasan tindak kriminal korupsi.

Beberapa tugas KPK antara lain:

  • Melakukan pencegahan korupsi

KPK berbuat beragam upaya untuk mencegah terjadinya tindak kriminal korupsi.

  • Melakukan penyelidikan

KPK dapat berbuat penyelidikan terhadap anggapan tindak kriminal korupsi sesuai dengan kewenangannya.

  • Melakukan penyidikan

KPK memiliki kewenangan berbuat investigasi dalam perkara korupsi yang menjadi kewenangannya.

  • Melakukan penuntutan

KPK dapat berbuat penuntutan terhadap perkara tindak kriminal korupsi sesuai ketentuan hukum.

  • Melakukan koordinasi

KPK dapat berkoordinasi dengan institusi lain yang memiliki kewenangan dalam pemberantasan korupsi.

  • Melakukan supervisi

KPK dapat berbuat supervisi terhadap institusi yang berkuasa dalam pemberantasan tindak kriminal korupsi.

Apa Itu Kejaksaan?

Kejaksaan merupakan institusi yang melaksanakan dominasi negara, khususnya di sektor penuntutan. Kejaksaan memiliki jabatan dan kewenangan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Cakupan tugas Kejaksaan lebih luas dibandingkan pemberantasan korupsi saja. Selain menangani perkara kriminal sesuai kewenangannya, Kejaksaan juga memiliki peran dalam sektor perdata dan tata upaya negara serta sektor lain yang diberikan oleh undang-undang.

Beberapa tugas Kejaksaan antara lain:

  • Melaksanakan penuntutan

Jaksa berpartisipasi sebagai penuntut lazim dalam perkara kriminal sesuai dengan kewenangannya.

  • Melaksanakan putusan pengadilan

Kejaksaan memiliki tugas melaksanakan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan aturan statis sesuai ketentuan.

  • Melakukan investigasi terhadap tindak kriminal tertentu

Dalam kondisi yang ditentukan oleh undang-undang, Kejaksaan memiliki kewenangan berbuat penyidikan.

  • Menangani perkara korupsi

Korupsi menjadi salah satu jenis tindak kriminal yang dapat ditangani Kejaksaan sesuai dengan kewenangannya.

  • Berperan dalam sektor perdata dan tata upaya negara

Dalam kondisi tertentu, Jaksa Pengacara Negara dapat beraksi untuk dan atas nama negara maupun pemerintah berdasarkan kuasa khusus.

  • Melaksanakan kewenangan lain berdasarkan undang-undang

Kejaksaan juga memiliki tugas dan kewenangan lain yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan.

Perbedaan KPK dan Kejaksaan Secara Singkat

Kalau mau melihat perbedaannya dengan lebih sederhana, berikut beberapa sisi yang bisa dibandingkan:

Aspek KPK Kejaksaan
Nama Komisi Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Republik Indonesia
Fokus Pemberantasan tindak kriminal korupsi Penegakan aturan dengan cakupan tugas yang lebih luas
Pencegahan korupsi Menjadi bagiankecil dari tugas utama Dilakukan sesuai fungsi dan kewenangannya
Penyelidikan Dalam perkara korupsi sesuai kewenangan Dalam perkara tertentu sesuai kewenangan
Penyidikan Dalam perkara korupsi sesuai kewenangan Dalam tindak kriminal tertentu berdasarkan undang-undang
Penuntutan Dapat berbuat penuntutan perkara korupsi Salah satu fungsi utama Kejaksaan
Koordinasi dan supervisi Memiliki fungsi koordinasi dan supervisi dalam pemberantasan korupsi Berkoordinasi dengan institusi lain sesuai kebutuhan penegakan hukum
Perdata dan TUN Bukan fokus utama Memiliki kewenangan tertentu melalui Jaksa Pengacara Negara

Perbedaan KPK dan Kejaksaan Berdasarkan Fokusnya

Perbedaan paling gampang dilihat dari fokus masing-masing lembaga.

KPK Berfokus pada Pemberantasan Korupsi

KPK dibentuk dengan mandat khusus untuk memberantas tindak kriminal korupsi. Karena itu, beragam tugas KPK berhubungan erat dengan pencegahan dan penindakan korupsi.

  • Pencegahan korupsi

KPK berbuat beragam program dan upaya untuk mengurangi kesempatan terjadinya korupsi.

  • Penindakan korupsi

KPK dapat menangani perkara korupsi melalui penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan sesuai kewenangannya.

  • Koordinasi pemberantasan korupsi

KPK dapat berkoordinasi dengan institusi penegak aturan dan institusi lain.

  • Supervisi

KPK memiliki fungsi supervisi terhadap institusi yang berkuasa dalam pemberantasan korupsi.

Kejaksaan Memiliki Cakupan Lebih Luas

Kejaksaan nggak cuma berurusan dengan perkara korupsi. Sebagai institusi penegak hukum, Kejaksaan memiliki beragam tugas yang berhubungan dengan penuntutan dan kewenangan lain berdasarkan undang-undang.

  • Penuntutan perkara pidana

Salah satu tugas utama Kejaksaan adalah melaksanakan penuntutan.

  • Penanganan tindak kriminal tertentu

Kejaksaan memiliki kewenangan investigasi terhadap tindak kriminal tertentu sesuai dengan alas aturan yang berlaku.

  • Perkara perdata dan tata upaya negara

Kejaksaan dapat menjalankan fungsi tertentu untuk dan atas nama negara maupun pemerintah berdasarkan kuasa khusus.

  • Kewenangan lain

Kejaksaan juga menjalankan tugas lain yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan.

Perbedaan Kewenangan Penyidikan

Penyidikan merupakan tahap krusial dalam proses penegakan hukum. KPK dan Kejaksaan sama-sama memiliki kewenangan penyidikan, tetapi ruang lingkupnya berbeda.

  • KPK berbuat investigasi perkara korupsi

Kewenangan investigasi KPK berhubungan dengan tindak kriminal korupsi yang menjadi kewenangannya.

  • Kejaksaan berbuat investigasi tindak kriminal tertentu

Kewenangan investigasi Kejaksaan berjalan untuk tindak kriminal tertentu sebagaimana diberikan oleh undang-undang.

  • Dasar kewenangannya berbeda

KPK dan Kejaksaan menjalankan investigasi berdasarkan ketentuan aturan yang mengatur masing-masing lembaga.

  • Tujuan akhirnya sama-sama mendukung proses hukum

Penyidikan dilakukan untuk mengumpulkan bukti dan membikin terang suatu tindak kriminal serta menemukan tersangkanya sesuai ketentuan hukum.

Perbedaan Kewenangan Penuntutan

Selain penyidikan, penuntutan juga menjadi bagiankecil krusial dalam proses peradilan pidana.

  • KPK dapat berbuat penuntutan

KPK memiliki kewenangan berbuat penuntutan dalam perkara korupsi yang ditanganinya.

  • Kejaksaan memiliki fungsi utama di sektor penuntutan

Penuntutan merupakan salah satu tugas utama Kejaksaan dalam mekanisme peradilan pidana.

  • Jaksa berpartisipasi sebagai penuntut umum

Dalam proses pidana, jaksa menjalankan fungsi penuntutan sesuai ketentuan hukum.

  • KPK memiliki kewenangan khusus

Penuntutan oleh KPK berhubungan dengan perkara tindak kriminal korupsi yang menjadi kewenangannya.

Apakah KPK dan Kejaksaan Bisa Menangani Korupsi?

Bisa. KPK dan Kejaksaan sama-sama memiliki kewenangan dalam pemberantasan tindak kriminal korupsi, tetapi alas dan ruang lingkup kewenangannya berbeda.

  • KPK memiliki mandat khusus pemberantasan korupsi

Pemberantasan korupsi merupakan fokus utama KPK.

  • Kejaksaan dapat menangani perkara korupsi

Kejaksaan juga memiliki kewenangan menangani perkara korupsi berdasarkan ketentuan hukum.

  • Keduanya memiliki fungsi yang berbeda

Kesamaan dalam menangani korupsi nggak berarti seluruh tugas dan kewenangan kedua institusi sama.

  • Koordinasi statis diperlukan

Dalam mekanisme pemberantasan korupsi, koordinasi antar institusi menjadi bagiankecil krusial agar penegakan aturan dapat berjalan sesuai kewenangan masing-masing.

Perbedaan KPK dan Kejaksaan dalam Struktur Kelembagaan

Selain tugas, keduanya juga memiliki struktur kelembagaan yang berbeda.

  • KPK memiliki struktur kelembagaan sendiri

KPK menjalankan tugas dan kewenangannya berdasarkan undang-undang yang mengatur institusi tersebut.

  • KPK berkarakter independen dalam menjalankan tugas

KPK dalam menjalankan tugas dan wewenangnya berkarakter independen dan bebas dari efek dominasi mana pun.

  • Kejaksaan memiliki struktur berjenjang

Kejaksaan terdiri atas Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi, dan Kejaksaan Negeri.

  • Kejaksaan memiliki jaringan kelembagaan di beragam wilayah

Struktur tersebut memungkinkan pelaksanaan tugas Kejaksaan dilakukan mulai dari tingkat pusat hingga daerah.

Peran KPK di Luar Penindakan

KPK nggak cuma dikenal karena operasi penindakan perkara korupsi. Ada pula beragam tugas yang berhubungan dengan pencegahan dan perbaikan sistem.

  • Pendidikan antikorupsi

KPK berbuat upaya untuk menaikkan pemahaman penduduk mengenai ancaman dan pencegahan korupsi.

  • Pencegahan

KPK mendorong perbaikan mekanisme agar potensi terjadinya korupsi dapat dikurangi.

  • Koordinasi

KPK berkoordinasi dengan institusi yang memiliki kewenangan dalam pemberantasan korupsi.

  • Monitoring

KPK juga memiliki tugas monitoring dalam rangka pemberantasan korupsi.

Peran Kejaksaan di Luar Perkara Korupsi

Salah satu karena kenapa perbedaan KPK dan Kejaksaan krusial dipahami adalah karena Kejaksaan memiliki banyak tugas di luar perkara korupsi.

  • Perkara kriminal umum

Kejaksaan menjalankan fungsi penuntutan dalam beragam perkara kriminal sesuai kewenangannya.

  • Perkara kriminal khusus

Kejaksaan juga menangani perkara kriminal tertentu yang menjadi kewenangannya.

  • Perdata

Jaksa Pengacara Negara dapat menjalankan tugas tertentu dalam sektor perdata berdasarkan kuasa khusus.

  • Tata upaya negara

Kejaksaan memiliki kewenangan tertentu dalam sektor tata upaya negara.

  • Bidang lain yang diatur undang-undang

Kejaksaan juga memiliki beragam kewenangan lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Hubungan KPK dan Kejaksaan dalam Penegakan Hukum

Meskipun berbeda, KPK dan Kejaksaan nggak berdiri sebagai dua institusi yang sepenuhnya terpisah dalam mekanisme penegakan hukum. Keduanya dapat berkoordinasi dalam konteks tertentu sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.

  • Sama-sama merupakan institusi penegak hukum

Keduanya memiliki peran dalam mendukung proses penegakan aturan di Indonesia.

  • Sama-sama dapat menangani perkara korupsi

KPK dan Kejaksaan memiliki kewenangan mengenai perkara korupsi berdasarkan alas aturan masing-masing.

  • Memiliki kewenangan berbeda

Pembagian kewenangan membikin tugas KPK dan Kejaksaan nggak sepenuhnya tumpang tindih.

  • Dapat berbuat koordinasi

Koordinasi antar institusi diperlukan untuk mendukung pemberantasan tindak kriminal korupsi dan penegakan hukum.

Mengapa KPK dan Kejaksaan Sama-Sama Penting?

Keberadaan KPK dan Kejaksaan memiliki fungsi masing-masing dalam mekanisme aturan Indonesia.

  • KPK menguatkan pemberantasan korupsi

Fokus khusus KPK membikin pemberantasan korupsi menjadi salah satu perhatian utama institusi tersebut.

  • Kejaksaan menjalankan fungsi penuntutan

Kejaksaan memiliki peran krusial dalam membawa perkara kriminal ke proses pengadilan.

  • Keduanya mendukung penegakan hukum

Masing-masing institusi menjalankan tugas berdasarkan kewenangan yang diberikan oleh hukum.

  • Masyarakat mendapat khasiat dari pembagian kewenangan

Pembagian tugas membantu proses penanganan perkara dilakukan berdasarkan fungsi dan alas aturan masing-masing lembaga.

Kesimpulan

Singkatnya, KPK dan Kejaksaan adalah dua ujung tombak penegak keadilan yang saling melengkapi. Jika Kejaksaan adalah penjaga pintu aturan dalam skala nasional yang luas, maka KPK adalah pasukan khusus yang memburu kejahatan korupsi hingga ke akar-akarnya.

Tanpa kerja sama dan taji dari kedua institusi ini, ruang pergerakan para pelaku kejahatan anggaran akan makin meluas. Memahami limitasi kewenangan mereka adalah bentuk kepedulian kecil kita agar tidak gampang terprovokasi narasi simpang siur. Yuk, terus tingkatkan literasi aturan kita demi Indonesia yang bersih dan bermartabat!

Rekomendasi Buku Terkait

Falsafah Kebudayaan Pancasila

 Falsafah Kebudayaan Pancasila Falsafah Kebudayaan Pancasila

Falsafah Kebudayaan Pancasila membahas Pancasila dari perspektif pandang falsafah kebudayaan, khususnya mengenai nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan yang menjadi bagiankecil krusial dalam hayat penduduk Indonesia. Buku karya Syaiful Arif ini nggak cuma menerangkan Pancasila sebagai alas negara, tetapi juga mengkritisi sepertiapa nilai-nilainya mulai kehilangan arti ketika cuma diperlakukan sebagai simbol maupun slogan. Perubahan dalam hayat sosial dan adat membikin nilai-nilai luhur Pancasila perlu balik diterapkan dalam hayat nyata. Melalui pembahasannya, buku ini membujuk pembaca memahami Pancasila secara lebih mendalam sekaligus memikirkan sepertiapa falsafah tersebut dapat diwujudkan dalam hayat bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dasar Negara Pancasila 

Dasar Negara Pancasila

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Dasar Negara Pancasila membahas Pancasila sebagai alas negara sekaligus bagiankecil krusial dalam pembelajaran kewarganegaraan. Buku ini merupakan pemutakhiran dari buku Mengkaji Ulang Dasar Negara Pancasila yang sebelumnya diterbitkan secara terbendung oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kewarganegaraan dan Demokrasi (P3KD)-FKIP-UKSW. Dalam varian ini, bahasan dibuat lebih ringkas dengan menggabungkan materi mengenai implementasi Pancasila ke dalam bahasan setiap sila. Buku ini juga dilengkapi kompetensi pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, serta penilaian pada akhir setiap bab. Materinya nggak cuma membantu pembaca memahami kenyataan dan konsep mengenai Pancasila, tetapi juga mendorong pembaca untuk memahami penerapannya dan menyampaikan gagasan mengenai beragam permasalahan yang berhubungan dengan hayat bernegara.

Cita-cita Negara Pancasila 

Cita-cita Negara Pancasila

Cita-cita Negara Pancasila membujuk pembaca melihat balik arti dan posisi Pancasila setelah mengalami beragam fluktuasi dalam hayat politik Indonesia. Buku ini membahas sepertiapa pengalaman sejarah, termasuk penggunaan Pancasila dalam politik pada masa Orde Baru, turut memengaruhi metode penduduk melihat dan membicarakan Pancasila pada era Reformasi. Di tengah berkurangnya perhatian terhadap bahasan Pancasila, Sulastomo mengingatkan bahwa Pancasila statis memiliki posisi krusial sebagai alas negara dan sumber inspirasi bagi jati diri bangsa Indonesia. Buku ini juga membahas sepertiapa Pancasila seharusnya nggak cuma dipahami sebagai konsep, tetapi dijadikan rujukan dalam hayat berbangsa dan bernegara berbareng dengan UUD 1945.

Artikel Lainnya Gramedia Official Blog
↑
Close Right Ads
Close Left Ads