Program Hamil Anak Kedua Disebut Lebih Sulit, Benarkah?

Program Hamil Anak Kedua Disebut Lebih Sulit, Benarkah?

Jakarta -

Banyak pasangan merasa program mengandung anak kedua terasa lebih susah dibandingkan saat mengandung anak pertama. Padahal, pernah sukses mengandung sebelumnya tidak selalu berfaedah kesempatan untuk mengandung berikutnya bakal sama. Kondisi kesuburan dapat berubah seiring bertambahnya usia, perubahan berat badan, kondisi kesehatan, riwayat kehamilan, hingga aspek kesuburan dari pasangan pria.

Dalam bumi medis, kondisi ketika seseorang yang sebelumnya pernah mengandung mengalami kesulitan untuk mengandung kembali dikenal sebagai infertilitas sekunder (secondary infertility). Lantas benarkah program mengandung anak kedua lebih sulit?

6 Penyebab susah mempunyai anak kedua

Mengutip laman Clevelandclinic, ada enam kemungkinan argumen kenapa Bunda mungkin mengalami kesulitan untuk mengandung anak kedua.


1. Usia di atas 35 tahun

Mungkin sudah bukan perihal yang mengejutkan bahwa salah satu aspek terpenting yang memengaruhi kesempatan seorang wanita untuk mengandung adalah usia. Seiring bertambahnya usia, perubahan hormon dan akibat terhadap penyakit tertentu juga meningkat. Keduanya dapat memengaruhi kesuburan. 

"Wanita berumur pertengahan hingga akhir 30-an dan lebih tua lebih mungkin mengalami infertilitas sekunder lantaran jumlah sel telur berkurang seiring bertambahnya usia," kata Laura Detti, MD, master ahli Obstetri dan Ginekologi.

Namun, jika Bunda sudah memasuki pertengahan usia 30-an dan tetap menantikan anak kedua, jangan berkecil hati. 

"Hanya lantaran Bunda mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk mengandung bukan berfaedah Anda tidak bakal mengandung lagi. Ini hanya berfaedah waktu yang Anda miliki untuk berupaya menjadi lebih terbatas," imbuhnya.

2. Faktor kesuburan Ayah

Kesulitan mendapatkan anak kedua tidak hanya berangkaian dengan kondisi Bunda. Kualitas sperma Ayah juga dapat berubah seiring waktu.

Jumlah sperma yang rendah, pergerakan sperma yang kurang baik, alias corak sperma yang abnormal dapat mempersulit terjadinya pembuahan. Merokok, alkohol, penggunaan obat alias unsur tertentu, serta mengonsumsi suplemen testosteron dan embiarkan testis terpapar panas juga dapat menurunkan produksi sperma.

"Testis berada di luar tubuh tentu ada alasannya. Jika suhunya terlalu panas, baik akibat busana ketat seperti celana pendek untuk bersepeda maupun penggunaan perangkat elektronik, perihal tersebut dapat memengaruhi jumlah sperma," kata Dr Laura Detti.

3. Mengalami polyendocrine metabolic ovarian syndrome

Polyendocrine metabolic ovarian syndrome (PMOS), ialah ketidakseimbangan hormon yang dapat mengganggu proses ovulasi, merupakan salah satu penyebab umum infertilitas sekunder maupun infertilitas primer.

Jika menstruasi tidak teratur alias apalagi tidak mengalami menstruasi, konsultasikan dengan master untuk mengetahui apakah Anda mungkin mengalami PMOS. Selain PMOS, kelainan yang disebabkan oleh operasi sebelumnya alias jangkitan juga dapat menyebabkan infertilitas.

4. Kelebihan berat badan

Pada perempuan, berat badan berlebih dapat berkontribusi terhadap resistensi insulin dan peningkatan kadar testosteron yang dapat menghalang ovulasi. Selain itu, tingkat keberhasilan implantasi lebih rendah pada wanita yang mengalami kelebihan berat badan maupun kekurangan berat badan dibandingkan mereka yang mempunyai berat badan sehat.

Pada pria, berat badan berlebih dapat meningkatkan kadar estrogen sehingga menyebabkan jumlah sperma menjadi lebih rendah.

5. Terlalu banyak mengonsumsi alkohol

Mengonsumsi terlalu banyak alkohol dapat menimbulkan masalah dalam proses pembuahan.

“Konsumsi alkohol dalam jumlah sedang hingga berat pada wanita, ialah lebih dari dua minuman per hari alias lebih dari tujuh minuman per minggu, dapat memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk mengandung dan menurunkan kesempatan melahirkan bayi yang sehat,” kata Dr. Detti.

Pria yang sedang berupaya mempunyai anak juga dapat memperoleh faedah dengan mengurangi konsumsi alkohol. Konsumsi alkohol dalam jumlah sedang hingga berat dapat mengganggu hormon dan menghalang produksi sperma.

6. Merokok

Meskipun sudah diketahui bahwa merokok tidak baik bagi kesehatan, Bunda mungkin belum mengetahui bahwa kebiasaan ini juga dapat mengganggu kesuburan.  Perempuan yang merokok lebih berisiko mengalami infertilitas. Menurut Dr. Detti, merokok dapat merusak sel telur dan menyebabkan masalah ovulasi.

Pria juga tidak luput dari dampaknya. Penelitian menunjukkan bahwa merokok dapat merusak DNA sperma.

7 Cara sigap mengandung anak kedua untuk Ayah & Bunda yang mau tambah momongan

Tidak ada langkah yang dapat menjamin langsung hamil. Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu meningkatkan kesempatan terjadinya kehamilan saat menjalani program mengandung anak kedua.

1. Kenali masa subur

Peluang mengandung lebih tinggi ketika hubungan seksual dilakukan di sekitar waktu ovulasi. Bunda dapat memantau siklus menstruasi dan menggunakan metode seperti pengamatan lendir serviks alias perangkat prediksi ovulasi untuk membantu memperkirakan masa subur.

NHS menyebut bahwa ovulasi biasanya terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi berikutnya, meski waktunya dapat berbeda berasas panjang siklus masing-masing perempuan.

2. Berhubungan secara rutin 

Pasangan yang sedang menjalani program mengandung dapat melakukan hubungan seksual setiap 2–3 hari tanpa kontrasepsi. Pola ini membantu meningkatkan kemungkinan sperma tersedia ketika ovulasi terjadi.

3. Jaga berat badan

Berat badan terlalu rendah maupun berlebih dapat berangkaian dengan masalah kesuburan. Karena itu, Bunda dan Ayah sebaiknya berupaya mencapai berat badan yang sehat melalui pola makan seimbang dan kegiatan bentuk rutin.

ACOG juga merekomendasikan optimasi berat badan sebelum kehamilan lantaran berat badan yang tidak sehat dapat berangkaian dengan infertilitas dan komplikasi kehamilan.

4. Konsumsi makanan bergizi dan masam folat

Persiapkan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi serta vitamin prenatal yang mengandung masam folat. ACOG merekomendasikan wanita mengonsumsi setidaknya 400 mikrogram masam folat setiap hari, dimulai setidaknya satu bulan sebelum kehamilan dan selama 12 minggu pertama kehamilan.

Mengutip Live Science, nutrisi yang dibutuhkan untuk mengandung adalah kalsium, protein dan unsur besi. Beberapa makanan lain adalah buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, biji-bijian, susu dan sumber lemak sehat.

Bunda juga bisa konsumsi suplemen yang mengandung masam folat. Namun, pastikan mendapatkan asupan vitamin B dari makanan seperti sayuran berdaun hijau gelap, brokoli, dan kacang-kacangan.

Perbanyak juga konsumsi makanan mengandung karbohidrat kompleks baik untuk memenuhi kebutuhan selama program hamil. Contohnya, beras merah, roti gandum, sayuran, dan pasta gandum.

5. Berhenti merokok dan hindari alkohol

Kebiasaan merokok dapat memengaruhi kesuburan dan kualitas sperma. Karena itu, Bunda dan Ayah sebaiknya berakhir merokok ketika mempersiapkan kehamilan.

ACOG juga merekomendasikan untuk Bunda dan ayah sebaiknya menghindari alkohol, tembakau, marijuana, dan unsur terlarang ketika merencanakan kehamilan. Selain itu, melansir dari Vaping Daily, studi mengungkapkan bahwa laki-laki perokok (rokok tembakau maupun vape), condong mempunyai penurunan jumlah dan pergerakan sperma.

6. Mengelola stres dan rehat cukup

Bagilah tugas mengasuh anak pertama agar Ayah dan Bunda mempunyai waktu rehat yang cukup serta suasana pikiran yang rileks agar tidak stres.

Stres dalam merencanakan kehamilan kedua bisa berasal dari anak pertama. Jika usia anak pertama tetap bayi, ini mungkin bisa menjadi argumen Bunda tak mempunyai waktu untuk merencanakan kehamilan.

Selain itu, kehamilan dan persalinan pertama bisa berakibat jelek secara bentuk dan emosional. Untuk merencanakan kehamilan sebagai langkah sigap mengandung anak kedua, Bunda perlu menghindari stres akibat hal-hal tersebut.

7. Melakukan konsultasi ke master spesialis

Sebelum merencanakan kehamilan kedua, krusial bagi Ayah dan Bunda memeriksakan kesehatan ke master ahli obstetri dan ginekologi (Sp.OG) alias andrologi. Dokter bakal membantu Bunda menghitung masa subur dari siklus haid.

Selain itu, master juga bakal memeriksa kualitas sperma Ayah untuk memastikan kesiapan membuahi sel telur Bunda. Kondisi sel telur, rahim, serta kandungan Bunda juga bakal diperiksa oleh dokter.

"Lakukan siklus pemeriksaan ini sebelum mulai mencoba hamil. Jika mempunyai masalah medis, maka bisa ditangani sebelum hamil," kata Paula Hillard, MD, guru besar kebidanan dan kandungan di Universitas Stanford, mengutip WebMD.

5 Ciri mengandung anak kedua yang perlu diketahui

Secara umum, karakter mengandung anak kedua tidak berbeda secara unik dari kehamilan pertama. Namun setiap kehamilan juga dapat memberikan pengalaman yang berbeda. Berikut 5 karakter mengandung anak kedua yang perlu diketahui oleh Bunda.

1. Perut lebih sigap besar

Rahim Bunda umumnya tidak menyusut kembali ke ukuran aslinya setelah kehamilan lantaran tubuh langsung melakukan penyesuaian. Di kehamilan kedua, perut condong bakal lebih sigap besar.

"Rahim pernah melakukan perihal ini (kehamilan) sebelumnya. Ligamen dan otot telah meregang dan kehamilan (kedua) bakal terlihat lebih awal” kata master kandungan Jillian Coolen, dikutip dari Today's Parent.

2.  Lebih banyak mengalami kontraksi palsu

Di kehamilan pertama, mungkin Bunda bakal merasakan kontraksi tiruan alias Braxton Hicks sesekali. Dilansir Parents, di kehamilan kedua, Bunda bisa mengalami lebih banyak kontraksi tiruan lantaran otot rahim yang sudah meregang lantaran  kehamilan sebelumnya.

Untuk membedakan kontraksi tiruan dan kontraksi persalinan sebenarnya, Bunda dapat mengubah posisi, misalnya berdiri jika lenyap duduk alias berjalanlah. Kontraksi Braxton Hicks seringkali berhenti, sedangkan kontraksi persalinan yang sebenarnya bakal terus bersambung meski sudah mengubah posisi.

3. Merasakan tanda mengandung lebih cepat

Mengutip laman What to Expect, sebagian besar ibu yang mengandung anak kedua bisa lebih sigap merasakan tanda-tanda kehamilan dan sudah terbiasa dengan gejala-gejalanya. Mereka mengatakan, gejalanya mungkin berbeda-beda dari kehamilan sebelumnya. 

Bunda bisa saja mengalami lebih banyak alias lebih sedikit morning sickness alias masalah perut, alias mungkin juga lebih sedikit alias lebih banyak gelombang buang air kecil.

4. Cepat merasa lelah

Bunda sudah sibuk dengan pekerjaan rumah, seperti menjaga anak dan memenuhi kebutuhan lain si kecil. Bunda jadi kurang rehat lantaran kudu mengerjakan semua urusan.

Tak hanya itu, janin anak kedua condong lebih besar dibanding anak pertama. Jadi bakal mengalami sakit punggung yang lebih parah.di kandungan

5. Merasakan pergerakan janin lebih cepat

Ketika mengandung anak pertama, Bunda mungkin tetap belum menyadari pergerakan janin di dalam perut. Tapi, di kehamilan kedua, Bunda cendurung sudah bisa menyadarinya lho. Di bulan keempat kehamilan, Bunda mungkin sudah bisa merasakan tendangan si bayi.

Perbedaan spesifik karakter mengandung anak kedua

Meski sama-sama mengandung janin, apa yang dirasakan saat mengandung anak pertama bisa berbeda dengan kehamilan kedua dan seterusnya. Perbedaan tersebut sudah dapat dirasakan sejak memasuki trimester pertama.

"Kehamilan kedua mungkin sama sekali berbeda dari kehamilan pertama," kata Shelly Holmstrom, MD, associate guru besar obgyn di University of South Florida Morsani College of Medicine, di Tampa, dilansir dari Parents.

Selain itu, Bunda bakal merasa sigap capek di kehamilan kedua dibandingkan pertama.  Selain lantaran aspek hormonal, kondisi tubuh menjadi lebih capek lantaran Bunda sibuk dengan pekerjaan rumah dan mengasuh anak pertama.

"Mencari waktu untuk beristirahat ketika di waktu sama kudu mengurus anak yang sedang tumbuh tampaknya tak mungkin dilakukan. Jangan lupa untuk mengonsumsi vitamin dan suplemen yang direkomendasikan master untuk memberikan tambahan daya pada tubuh," kata Dokter ahli Obstetri dan Ginekologi, Carolyn Kay, M.D., dikutip dari Healthline.

Di samping itu,  Bunda mungkin bakal mengalami morning sickness sedikit lebih parah dibandingkan kehamilan yang pertama. Morning sickness dapat terjadi pada 70 hingga 80 persen kehamilan lantaran aspek hormonal.

Namun, pada kehamilan kedua, indikasi morning sickness mungkin lebih parah dan lebih awal terjadi. Bila morning sickness tak kunjung sembuh dan bikin Bunda malas makan, segera konsultasi ke master ya. Jangan sampai morning sickness menyebabkan Bunda dan Si Kecil kekurangan nutrisi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya
Sumber Portal Kesehatan Ibu dan Anak
InMotion Shared Hosting
CloudWays Cloud Hosting